<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630</id><updated>2012-02-16T03:37:22.696-08:00</updated><title type='text'>Poems, Thought, and, Life with Puni</title><subtitle type='html'>Just ordinary blog..
about my life, my thoughts, my philosophy, my words at poems.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>67</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-8925008278261040348</id><published>2010-08-07T21:28:00.001-07:00</published><updated>2010-08-07T21:28:51.705-07:00</updated><title type='text'>MENGENAL HUKUM KEPABEAN  HINGGA REKONSTRUKSI SISTEMNYA</title><content type='html'>Judul Buku : Rekonstruksi Sistem Hukum Pabean Indonesia&lt;br /&gt;Penerbit : Penerbit Erlangga&lt;br /&gt;Penulis : Eddhie Sutarto&lt;br /&gt;Tebal :  xi + 122 halaman , 25 cm;17,5 cm&lt;br /&gt;Cetakan : 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Membahas sistem hukum kepabean rupanya hal yang sangat jarang sekali dilakukan dengan pendekatan ilmu hukum. Jika mendengar kata kepabean, pasti tak jauh pikiran kita tentang kerumitan perpajakan dan percukaian pula. Buku ini berpengantar dengan pola dasar hukum sendiri dan sejarah perkembangan hukum kepabean di Indonesia. Bagaimana reformasi sistem kepabean bisa tercipta serta perbandingannya dengan masa-masa VOC hingga masa reformasi. Menarik apabila kita mendapati berbagai aturan mengenai kepabean karena yang mengatur tidak hanya ranah negara (nasional) namun juga ranah internasional. Ini jelas bisa menjadi ketentuan pembanding dengan sistem di luar negeri. Menarik pula karena di akhir buku ini ditambahkan dengan rumus penghitungan bea masuk, bea keluar, serta klasifikasi barang untuk menentukan bea barang (HS Convetion, hal 71).&lt;br /&gt; Rekonstruksi dipahami dengan mengganti sebagian sistem, lain halnya dengan dekonstruksi, yang mengganti semuanya. Pergantian sebagian sistem ini didasarkan pada subsistem-subsistem yang tidak selaras dengan semangat kemerdekaan dan semangat reformasi sehingga kekurangan itu diganti dengan subsistem yang menunjang penyelenggaraan pemerintah menuju masyarakat adil dan makmur. Paling tidak mampu ‘meratifikasi’ produk hukum internasional yang telah disepakati. Itu salah satu harapan penulis terhadap rekonstruksi kepabean di Indonesia. &lt;br /&gt;Asas self assesmest yang cukup terkenal bagi pemerhati hukum kepabean tertuang dalam buku ini, asas penetapan sendiri ini masih diterapkan dalam masyarakat kita karena patokan yang digunakan adalah “customs control have therefore been devised on the basic hypothesis that all people are dishonest”- hal ini tertuang dalam Colombus Declarations-. Cukup menunjang prinsip pengawasan bahwa semua barang yang masuk ke daerah kepabean harus diawasi oleh instansi kepabean. &lt;br /&gt; Secara umum buku ini cukup baik menambah kekayaan pengetahuan mengenai kepabean, pajak, dan cukai bagi semua kalangan. Sangat disayangkan setelah penulis memperinci tentang hukum beracara, yaitu seperti tertuang di peraturan mengenai tata cara sita, tata cara pengajuan keberatan atau eksekusi putusan justru tidak memperinci ketentuan (peraturan) yang sedang berlaku saat ini. Jika mau berbicara acara pidana misalnya, proses penyidikan juga sedikit membingungkan pembaca karena adanya proses penangkapan dan penahanan langsung di dalam penyidikan. Beralih ke proses eksekusi, ternyata juga dirasa kurang begitu memuaskan karena perturan yang dipakai tidak tertera dalam paragraf ini (hal. 133). Juga mengenai upaya hukum yang dicapai jika subjek hukum hendak mengajukan. Kita tahu bahwa Penijauan Kembali (PK) merupakan upaya hukum terakhir yang diajukan, namun tidak demikian di dalam buku ini, Peninjauan Kembali hanya dijelaskan dalam bab Pengadilan Pajak, tidak dalam upaya hukum. &lt;br /&gt; Ada baiknya jika hendak mengulas mengenai proses beracara ini dilakukan dalam buku tersendiri dan tentunya harus lebih jelas dengan hukum positiv saat ini. Sebagai buku referensi penunjang (teori), buku ini sudah cukup baik dan bisa dimiliki oleh semua kalangan khususnya pemerhati sistem kepabean di Indonesia. Selamat membaca!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-8925008278261040348?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/8925008278261040348/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=8925008278261040348' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/8925008278261040348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/8925008278261040348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2010/08/mengenal-hukum-kepabean-hingga.html' title='MENGENAL HUKUM KEPABEAN  HINGGA REKONSTRUKSI SISTEMNYA'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-8474758025150933784</id><published>2010-08-07T21:19:00.000-07:00</published><updated>2010-08-07T21:20:43.314-07:00</updated><title type='text'>IKLAN, HARUSKAH SELALU BEROBJEK PEREMPUAN?</title><content type='html'>Bukan tak mungkin berbicara mengenai perempuan sebagai objek komoditi pasar, karena memang seperti itulah keadaan yang terjadi pada perempuan kita. Media yang seharusnya berperan sebagai ruang penyalur citra justru menjadi wadah bagi para pengusaha dan persaingan pasar global yang menjadikan perempuan sebagai sumber penghasilan. Berangkat dari kenyataan sepertri iklan yang ditampilkan kepada masyarakat sebagai penikmat media, ditemui dan dapat dipastikan bahwa iklan tak jauh dari peran perempuan di dalamnya. Selalu ada sosok perempuan yang ditampilkan dalam sebuah iklan. Seolah-olah, jika tanpa perempuan, iklan dianggap tak menarik, ada sesuatu yang kurang dalam sebuah cerita iklan, seakan akan (atau lebih tepat, pada kenyataannya) tubuh perempuan dijadikan magnet besar dalam pasar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Konstruksi masyarakat terhadap sesuatu jelas mempengaruhi media massa, di sini media yang dimaksud ialah iklan. Demikian halnya jika iklan dianggap sebagai alat yang sangat berpengaruh di media massa, maka pernyataan Agus Maladi Irianto (Suara Merdeka edisi Minggu 16 Mei 2010 Hal. 19 Bianglala, LATAR) yang menyatakan bahwa audience hanya menelan apa saja yang disajikan media bisa kita rekonstruksi. Iklan merupakan salah satu unsur pembentuk (konstruksi) masyarakat kita. Jika iklan dianggap seolah-olah muncul tanpa ada maksud dan tujuan, itu jelas kurang tepat. Justru kita sadari bahwa bisa munculnya iklan itu jelas karena ada ‘sesuatu’ di dalamnya. ‘Sesuatu’ ini berasal dari konstruksi yang hidup dalam masyarakat tersebut. Mempertegas alasan bahwa masyarakat kita tidak buta terhadap konstruksi yang ada di tengah-tengah mereka. Jadi, apabila ketidakpedulian audience kita terhadap apa saja yang disajikan media ini hanya akan terjadi pada sebagian masyarakat kita, tidak semuanya mayarakat itu buta terhadap apa yang disajikan media. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kembali pada persoalan semula, jika perempuan dan iklan “yang tak mungkin tanpa maksud dan tujuan” tetap berlanjut pada era ini, maka anggapan masyarakat tentang perempuan akan semakin redup. Banyak sekali model iklan perempuan yang justru kurang mengangkat kodratnya, bahkan cenerung melecehkan dirinya sendiri karena hanya bermodalkan tubuh-tubuhnya tersebut. Perempuan dalam iklan selalu identik dengan cantik, molek, berkulit putih, berambut panjang dan hitam, bajunya indah, dan sebagainya. Iklan menjejalkan media yang kiranya merupakan angan-angan kita terhadap seuatu yang indah, bagus, menarik, sempurna! Namun kadang iklan lupa menampilkan sosok perempuan yang jelek, kotor, buruk, menyedihkan, hingga terpuruk. Iklan semakin menjadi media yang tidak peka terhadap situasi sosial dan riil dalam masyarakat kita. Masyarakat dibentuk oleh konstruksi tubuh indah tadi, sehingga anggapan terhadap –yang buruk- ini disingkirkan. Hal ini tak hanya bisa membutakan mata kita dengan lingkungan kita tapi juga membutakan mata hati kita terhadap pembodohan yang terjadi pada diri kita sendiri. Kita akan semakin tak menyadari bahwa kita ini sedang di bawa ke mana oleh media massa. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Iklan yang dibuat pasti memiliki tujuan dan maksud. Jangan hanya berobjekkan perempuan, karena perempuan yang tertera dalam media massa ini tak selalu dan tak selamanya “indah” seperti kelihatannya. Masih banyak persoalan perempuan di negeri ini yang bisa diangkat menjadi iklan atau menjadi bahan pembicaraan media massa. Tentu tujuannya terarah pada penyetaraan gender, misalnya. Iklan tidak hanya untuk mempromosikan pasar, tapi bisa dimanfaatkan untuk proses sosialisai, pencegahan, pengurangan, pengumuman, dan masih banyak lagi. Janganlah hanya sekedar menjadikan perempuan sebagai objek komoditi pasar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-8474758025150933784?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/8474758025150933784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=8474758025150933784' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/8474758025150933784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/8474758025150933784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2010/08/iklan-haruskah-selalu-berobjek.html' title='IKLAN, HARUSKAH SELALU BEROBJEK PEREMPUAN?'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-8012488604827252320</id><published>2010-08-07T20:54:00.000-07:00</published><updated>2010-08-07T20:58:06.516-07:00</updated><title type='text'>SOBATKU</title><content type='html'>Sobat,&lt;br /&gt;Maafkan aku, aku tidak menjadi sobatmu yang kuat.&lt;br /&gt;Yang hebat, yang tegar seperti apa yang kau katakan pada semua orang mengenai aku.&lt;br /&gt;Aku hanyalah manusia biasa yang punya banyak kekurangan.&lt;br /&gt;Tak sempurna.&lt;br /&gt;Tak bisa bangkit dari kerapuhan yang sementara ini.&lt;br /&gt;Aku tahu ini hanya sementara, tapi luka ini tak akan bisa hilang meskipun aku berulang mencobanya. &lt;br /&gt;Maafkan aku sobat, tak bisa menjadi contoh untuk dirimu. Membuatmu bingung dengan segala racu ku.&lt;br /&gt;Bukan maksudku membuatku tak paham, tapi hal yang sedang kualami memang tak bisa kupahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Birokrasi yang tengah terjadi hampir menjadi taraf politik. &lt;br /&gt;Begitu mengerikan. Aku sangat takut tehadap penyakit ini. Aku tak mau kau atau siapapun menjadi korban seperti aku. Jangan sampai karya tunas bangsa tersendat hanya karena birokrasi.&lt;br /&gt;Sekarang, penyakit ini mewabah, bahkan menular ke setiap jengkal jalan kita ke mana kita melangkah.&lt;br /&gt;Hati-hati sobat, kepentingan yang dipaksakan kadang menjadi politik yang buta.&lt;br /&gt;Buta nurani, seperti yang kukatakan beberapa saat yang lalu. Institusi nurani kita telah jebol. Jebol entah kemana!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hal ini sungguh menyakitiku, aku merasa bahwa ternyata menunjukkan yang terbaik sama sekali tak berguna bagi siapapun. Tapi ingat, tunjukkan yang terbaik pada dirimu sendiri. Itu kata-kataku yang selalu aku selipkan dalam tiap tidurku. Ingat sobatku, jangan berhenti berkaya, karena nantinya kita akan mendobrak dan menginjak birokrasi macam ini. Jangan pernah takut untuk melawan karena kita memang benar. Tunjukkan sobat! Tunjukkan kalau kita mampu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kau selalu berkata, bukankah ketaksempurnaan adalah bagian dari persahabatan. Sobat, katakan padaku apa itu ketaksempurnaan. Bagaimana kita bisa menentukan dan menilai ketaksempurnaan? Bagaimana sempurna itu? O, bukan. Salah pertanyaanku. Harusnya aku bertanya padamu, bagaimana aku mencapai kesempurnaan di mata mereka para birokrat busuk ini?&lt;br /&gt;Birokrat dengan uang yang ada di otaknya, tak ada ruang kosong selain uang dan ketenaran yang hendak dicari. Melupakan kewajibannya, yang seharusnya dan HARUS dijalankan karena ini amanah. Aku jadi ingat ternyata jika kita bicara kepedulian, rupanya hidup menjadi seperti ini karena tak ada kepedulian. Aku ingat sekarang. Kepedulian terhadap sesama, itulah kenapa Junghun muda itu crossboy. Ia menganggap tuhan itu alam. Alam dan sesama. Ketika ia mencintai alam dan sesamanya, berarti ia mencintai tuhan. Memang ini kejawen sekali. Tapi menurutku, hal yang dianutnya ini benar. Karena memang mempresentasikan keberadaan tuhan itu bisa melalui sesama kita. Alam, lingkungan sekitar kita. &lt;br /&gt;Jika tanpa ada rasa peduli, mungkinkah seseorang bisa tersakiti? &lt;br /&gt;Mungkin memang benar aku yang salah. Tak bisa memahami orang-orang yang tak peduli ini. &lt;br /&gt;Maafkan aku sobat. Maafkan sobatmu ini. &lt;br /&gt;Sobat yang tidak bisa memahami para birokrat di negeri kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-8012488604827252320?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/8012488604827252320/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=8012488604827252320' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/8012488604827252320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/8012488604827252320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2010/08/sobatku.html' title='SOBATKU'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-3376914260331201744</id><published>2010-03-18T21:06:00.000-07:00</published><updated>2010-03-18T21:07:47.978-07:00</updated><title type='text'>Perjuangan Pintar, Antara Kualitas dan Kuantitas</title><content type='html'>Buku adalah jendela dunia. Tanpa ada buku, kita tidak bisa mempelajari apapun. Begitu kata pepatah dari jaman dulu. Buku yang menjadi “jendela dunia” itu tentu berisi ilmu mengenai sesuatu hal penting untuk pembacanya. Ilmu pun bermacam jenisnya dilakoni sang penulis, hal ini dilakukan karena keinginannya untuk membagi ilmu yang dimilikinya. Munculnya aneka macam jenis buku dari yang tebal hingga yang tipis, dari yang bergambar hingga yang tak ada gambarnya, dari yang murah hingga yang mahal, dari yang bermutu hingga yang tak bermutu.  Keberadaan buku sebagai penunjang pembelajaran akademik maupun non-akademik menemani para peminat buku dari yang tua sampai yang muda, dari yang pemula hingga yang sudah ahli, dari yang mampu hingga yang tidak mampu. &lt;br /&gt;Menyangkut persoalan terakhir, bahwa kemampuan seseorang untuk memiliki (membeli) buku merupakan suatu polemik ironis di zaman ini, yang seharusnya orang-orang atau anak-anak yang kurang mampu dihadapkan pada persoalan mahalnya buku ajar yang harus mereka beli. Ada istilah, orang miskin dilarang pintar. Apakah hal ini akan mendasari masalah di atas tersebut?&lt;br /&gt; Jurang kualitas dan kuantitas yang ada membuat pihak-pihak di dalamnya seperti pemerintah, penulis, dan penerbit menjadi semakin dalam. Dua hal yang sedang terjadi sekarang ialah banyak orang-orang atau anak-anak sebagai generasi penerus, khususnya yang kurang mampu masih tidak bisa memiliki buku karena mahalnya harga buku tersebut dan keberadaan penerbit sebagai ‘makelar’ buku best seller atau buku berkualitas dengan harga yang lebih tinggi. Buku yang dianggap best seller berkisar dengan harga Rp 80.000,00. Persoalannya, apakah upaya ini akan membuat kalangan menengah ke bawah juga mengenyam ilmu, mengingat buku yang berkualitas sangat tinggi harganya?&lt;br /&gt; Kebijakan Pemerintah Kota Semarang beberapa waktu terakhir ini sunguh sangat perlu didukung oleh semua pihak, termasuk penulis dan penerbit, yaitu Festival Buku Murah yang sering diadakan di Gedung Wanita Semarang. Menurut saya, kegiatan semacam ini harus mendapat apresiasi tertinggi dari masyarakat dan perlu dikembangkan di kota-kota kecil sekalipun. Diskon atau pemotongan harga hingga 87% menjadi durian runtuh dari beberapa kalangan yang “kurang”. Kegiatan ini harus sering dilaksanakan mengingat banyak kalangan yang masih membutuhkan ilmu, yang tentu berasal dari buku. Jangan mementingkan kualitas buku bagus semata sehingga kalangan “kurang” tak mampu menimba ilmu. Kuantitas buku berkualitas juga masih bisa ditambah jika semua kalangan mau prihatin dan berjuang menyelesaikan masalah pendidikan negeri kita ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-3376914260331201744?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/3376914260331201744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=3376914260331201744' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/3376914260331201744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/3376914260331201744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2010/03/perjuangan-pintar-antara-kualitas-dan.html' title='Perjuangan Pintar, Antara Kualitas dan Kuantitas'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-7758537234380671581</id><published>2010-02-15T19:31:00.000-08:00</published><updated>2010-02-15T19:33:22.802-08:00</updated><title type='text'>TAIKO, I MEET YOU at SEMAWIS!</title><content type='html'>Pembukaan KOPI SEMAWIS kali ini lain daripada yang lainnya. Itu tuh, pusat kulirer, budaya, seni yang ada di Semarang khususnya di daerah Pecinan, gang-gang an yang banyak sekali namanya itu. Biasa pada tahun sebelumnya, panggung utama ada di Gang Warung, tapi tahun ini panggung utama ada di Gang Lombok, tepatnya di replika kapal Cheng Hoo. Jadi di atas kapal ada panggung. Di atas kapal itulah aku mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan. Aku semakin percaya kata-kata Oprah, “It’s very true that the way you think creates reality for yourself.”&lt;br /&gt;Setelah Kiai Kanjeng Road To Campuss beberapa bulan yang lalu, aku selalu memikirkan dan MERINDUKAN TAIKO yang sangat indah itu. Keren menurutku. Perpaduan gamelan Jawa dengan bedug dari kendang yang disajikan dengan irama atau dentuman khas Jepang serta penampilan pemainnya memakai YUKATA. That’s very cool and very unique, I think. &lt;br /&gt;Sejak saat itu aku selalu berpendapat dan memikirkan, kapan ya aku bisa lihat Taiko lagi... Aku kangen liat pertunjukan satu itu. Sumpah.&lt;br /&gt;Sampai pada akhirnya Pak TR alias Tjahjono Rahardjo menawariku untuk memainkan dubbing dalam wayang itu namun dalam bahasa Mandarin. Wow... Tentu ini bukan hal mudah dan sepele. Aku tahu ini tanggung jawab besar, berat, dan menantang, tentu saja. Aku harus bekerjasama dengan orang-orang yang SAMA SEKALI BELUM PERNAH AKU JUMPAI. Tapi aku selalu berpikiran kok, mereka sama seperti aku, mereka PASTI BISA MENERIMA AKU.&lt;br /&gt;Aku tak boleh mengecewakan mereka yang sudah memberi kepercayaan padaku. &lt;br /&gt;Sampai pada hari H atau H-1, mereka selalu memberikan tangan yang terbuka untuk menerimaku yang bukan SASTRA untuk bergabung dengan mereka. Ada Koh Kedo, Risky yang juga co-trainer alias Mas Gondrong, Lia, Danty, Cik Rushcka, sama Koh Karel yang dari Psikologi, dan tak lupa dalang dari Teknologi Pangan, Mas Carwin, pacarnya Chindy, temenku. Jelaslah aku sebenarnya tahu beberapa dari mereka, cuma belum kenal. Karena saat ketemu mereka, wajah-wajah mereka tak asing buatku. Kami cepat beradaptasi dan tak membedakan, kami berusaha menemukan chemistry seperti yang Kak May ajarkan ke kami para co-trainer. &lt;br /&gt;Saat hari H itu tadi, kami datang di tempat yang dituju pukul 17.00 tapi kami main pukul 20.30. Kehadiranku dan Risky memang didukung oleh Cik Michelle, yang sudah aku anggap cicikku sendiri, Eris si Upil, dan Ditha. Kehadiran mereka AMAT SANGAT membuat aku bersemangat dan tak mau mengecewakan mereka. Entahlah, rasa itu tak bisa dihilangkan begitu saja. Kami sudah seperti keluarga. Tak ada yang bisa membuat kami berpisah, itu yang sedang ingin aku teriakkan saat ini.&lt;br /&gt;Waktu sudah menunjukkan detik-detik pertunjukan kami mulai, tapi hujan mulai mengguyur kami yang sedang berdandan memakai YUKATA bagiA yang memakai (TAIKO). Tak ada ampun lagi, saat Bu Marie Elka Pangestu, Menteri Perdagangan kita dan Pak Walikota maju untuk meresmikan pembukaan acara KOPI SEMAWIS ini, hujan sudah tak memandang siapa saja saat itu. Deras sekali. Melihat teman-teman yang sudah mati-matian cantik dan cakep tapi KLEBUS BASAH KUYUP apalagi pake YUKATA yang tebel kaya gitu. Aku gak bisa bayangkan betapa berat baju itu... T.T &lt;br /&gt;Dan gak cuma pemain aja yang basah kuyup, tapi juga para dosen, kaya Pak TR, Pak Adhianggono, dan beberapa crew besar gamelan kami. Semuanya buasah kuyup... Betapa luar biasa keadaan waktu itu...Bisa dibayangkan???&lt;br /&gt;SEGAWON FOR CH**MBR**’e tenan!!! Buat yang tau artinya, mohon dimaklumi ya. Situasi saat itu bener-bener di luar kontrol dan yah, ternyata aku juga baru tahu kalo bermain sambil hujan adalah pengalaman pertama buat para temen-temen TAIKO. Bayangkan aja, aku yang dulunya ngefans banget istilahnya ama Taiko, tiba-tiba aku ada di satu panggung buat bermain sama mereka dan NASIB kami pun sama. Sama-sama basah dan REKOSO!!&lt;br /&gt;Lucunya lagi, ada banyak lucu waktu permainan dimulai, kami sama-sama tidak sadar kalo efek hujan atau air itu membuat kendang yang aseli terbuat dari kulit sapi menjadi empuk dan mempengaruhi kualitas suara saat dipukul. Dan tiba-tiba stik Karel, yang pemain paling hebat menurutku, jatuh karena terlalu licin. Dan gara-gara itu dia menyesal banget, dia gak nyangka akan ada insiden seperti itu. Tapi aku berusaha buat hibur dia kok, karena apa yang udah dia lakukan itu YANG TERBAIK. &lt;br /&gt;Belum lagi 4 wayang alias PUNAKAWAN yaitu Semar, Gareng, Petruk, Bagong yang terbuat dari kulit sapi juga tak mau kalah klebusnya. Sampe Mas Carwin bilang ke Chindy “Duh, Dek, wayangku dadi RAMBAK..” Sumpah, nelangsa banget situasi saat itu.&lt;br /&gt;Akhir kata aku cuman mau ngomong, buat semuanya, terimakasih udah kasi aku yang anak fakultas Hukum karena kesempatan buat main sama kalian dan mengenal kalian sebagai teman-temanku. Kalian semua hebat. I miss u all friend, long living Taiko all...&lt;br /&gt;Kapan-kapan kita harus ketemu lagi!! ^^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-7758537234380671581?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/7758537234380671581/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=7758537234380671581' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/7758537234380671581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/7758537234380671581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2010/02/taiko-i-meet-you-at-semawis.html' title='TAIKO, I MEET YOU at SEMAWIS!'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-6530358709901513817</id><published>2010-02-01T01:45:00.000-08:00</published><updated>2010-02-01T01:47:43.536-08:00</updated><title type='text'>What is JUSTICE?!</title><content type='html'>Tadi pagi jam 9 aku udah digugah emakku buat les Mandarin, yah emang gak salah sih, cuma 1 jam buat siap-siap. Itu aja yang setengah jam buat ngulet-ngulet di kasur. Jadi total bangun pukul 9.30. Hehehe...&lt;br /&gt;Jadi hari ini aku udah ada planning alias list, mau ngapain aja. Mulai tahun 2008 aku senang banget buat list tiap hari, jadi ada aturan jam sekian ngapain aja, dan aku harapannya sih planning itu isa tapat waktu dan tepat guna. Jadi bukan buat hal yang kurang berguna.&lt;br /&gt;Lha udah cepet-cepet mau berangkat masih disuru emak bantu bentar, terius dititipin uang buat beli minyak. Maklum, hari ini hari terakhir sale minyak goreng FILMA 2liter di Carrefour, DP Mall Semarang. Tapi emang heboh sih, harganya. Dari 24 ribu/2lt jadi 16rb/lt. Kan lumayan tuh kalo bisa dipasok dulu. Ehehe...&lt;br /&gt;Kemaren udah beli 4 liter, pikire mau beli 4 liter lagi, buat PERSEDIAAN IMLEK. Hohoho...&lt;br /&gt;Udah jam 10 kurang 10 aku baru berangkat les, sampe di sana, hadoh malah ternyata belum mulai. Tiwas cepet-cepet nek berangkat tadi. Eh, tapi kok SEPI ya?? Yang ada cuman kelas pagi, siangnya? Wadoh... Krik...Krik.. Ada apa ini? Lha benerrr.. ternyata dugaanku bener!! Les nya libur! Eh, kok nggak dibilangin sih? Lao shi nya gimana?? &lt;br /&gt;Minggu lalu katanya mau diliburin, tapi berhubung tanggal 14 Imlek, jadi tanggal 31 ada les. Coba SMS Cik Vera aja, temen les ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU : Cik, ada les ndak to hari ini?&lt;br /&gt;CIK VERA : Ndak ada kok, kemarin kan dibilangi Lao Shi nya dr FB (facebook) katanya hari ini ndak jadi les.&lt;br /&gt;AKU : WHAT??!! Kok gitu sih Cik?? Aku kan gak ada FB, kok dia ga ngabari aku? Huh, NDAK ADIILL... Aku thok ni yang dateng, lain’e ndak ada...&lt;br /&gt;CIK VERA : Oya? Kok gitu tho, dah kamu SMS Lao Shi nya ae, dimarah2in, gr2 infonya ga sampe kamu. Ni nomernya +6285640602xxx.&lt;br /&gt;AKU : Hahaha, ya udah lah Cik, gak papa, thanks ya Cik..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kejadian itu aku sempet mikir, hidup tu gak adil. Tapi emang sih, 2 hari ini aku selalu berpikiran keadiloan tu sebenarnya apa sih. Kok orang berkoar-koar ngomongin soal keadilan. Yang mereka maksud tentang keadilan itu apa? Apa yang mereka harapkan dari sebuah keadilan? Ya kenapa aku mikir ndak adil... Setelah aku tahu bahwa cerita yang sebenarnya adalah : Si Lao Shi ndak ngajar, pamitnya ke bagian Sekretariat, ngomongnya les kelasku ditiadakan karena BELIAU mau ada acara. Dan JANJINYA MAU SMS KE SEMUA MURID2NYA!!! HEBAT GAK THU?!&lt;br /&gt;Masalahnya SMS nya gak nyampe ke aku ama Zhou Lao Shi (KepLes-&gt;Kepala Les2an) di situ. Jelas yang marah2 Zhou Lao Shi nya dong. Hahaha.&lt;br /&gt;Aku jadi heran aja, apa ya kalo orang gak punya FACEBOOK terus gak bisa maju gitu? Jujur, aku sempet mikir hal itu gak adil banget. Mungkin buat aku, ya aku maklum lah, terus aku mikir aja gimana buat sodara-sodaraku yang AMPUN, komputer aja ndak punya apalagi FACEBOOK?! &lt;br /&gt;Bukan aku benci FB, bukan aku anti FB, banyak orang yang menawari aku membuat FB, tapi aku ndak tertarik sedikitpun dengan hal satu ini. Seandainya aku tau jawabannya, kalian bakal aku kasi tau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu jaman Ibu Kartini juga ndak ada FB to, Jangankan FB dah, listrik aja mungkin masih nyolong sana-sini, tapi buktinya Ibu Kartini juga bisa punya temen dari LUAR NEGERI malah! Ndak kaya FB pada umunya yang sering aku denger di sana-sini, yang justru menimbulkan keributan, kehancuran hubungan seseorang dengan orang lain, jangan munafik deh, jujur aja di antara kalian yang berpacaran atau statusnya SEDANG BERPACARAN DENGAN SI ANU, ATAU SI INI, tiba2 ada comment atau apalah dari si ANU, tiba-tiba muncul comment yang isinya bla..bla..bla... Terus si terjalin mulai menanyakan si anu tuh siapa, dan seterusnya. Kasus kayak gini udah banyak banget kutemui, dan gak cuma satu dua biji, tapi ratusan... Bukan menampik kenapa-kenapa, cuma, isa nggak sih buatlah jaringan atau status atau koneksi, rival, atau apalah yang sedikit ‘intelektual’. Jadi ndak cuma pamer foto narsis sana sini, comment-comment foto, ejek mengejek hal yang SEBENERNYA GAK PERLU. &lt;br /&gt;Yang kedua, jelas kalo udah ngurus hal yang satu itu, pasti pada lupa waktuuu. Itu udah jelas, pasti, dan ujung-ujungnya PERCUMA itu tadi. Menurutku lho...&lt;br /&gt;Ya aku mikir aja, masih banyak anak-anak, orang-orang, yang hebet-hebat, pinter, smart, cerdas, bisa hidup tanpa facebook, bisa punya temen buanyaaaak tanpa hal satu itu... Dan yang paling penting BISA PUNYA &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;MORAL DAN AKHLAK&lt;/span&gt; yang mereka dapet sendiri tanpa harus BERJAGA IMAGE lama-lama di depan komputer cuma untuk mengidolakan EKSISTENSI!!! Huah..... Mau eksis darimana kalo cuma ngandalin FB? Hahaha, lucu aja kalo nginget-nginget kejadian tentang FB yang sudah banyak orang cerita soal permasalahan mereka cuma gara-gara FB.&lt;br /&gt;IBU KARTINI PASTI MENANGIS lihat generasi penerusnya cuma isa nongkrong di depan komputer buat FB-an!&lt;br /&gt;Aku baca tulisan Pak Donny di JENTERA EDISI 13 TAHUN III JULI-SEPTEMBER 2006, beliau sempet nanyain sama kita, keadilan tu apa? &lt;br /&gt;Yang pertama, keadilan adalah memperlakukan setiap individu tanpa memandang STATUS SOSIAL secara sama, atau&lt;br /&gt;Yang kedua, keadilan adalah memperlakukan orang-orag yang berbeda secara berbeda. &lt;br /&gt;Kalo di hukum PAJAK nya Bu Uli, ini biasa disebut keadilan HORIZONTAL dan KEADILAN VERTIKAL.&lt;br /&gt;Tap bagi Pak Don, keadilan bukan persoalan memperlakukan 2 orang yang berkonflik secara sama/setara, melainkan MEMPERLAKUKAN SETIAP ORANG SESUAI DENGAN PERBEDAAN/KEBUTUHANnya.&lt;br /&gt;Lha aku jadi mikir aja, mampukah orang (termasuk lao shi ku itu) memunculkan keadilan versi ketiga? Karena memang buat aku, sampe jaman kapanpun, keadilan itu gak akan bisa tercapai kok, sulit banget buat menggapai keadilan jaman sekarang tuh. Benerrr....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-6530358709901513817?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/6530358709901513817/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=6530358709901513817' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/6530358709901513817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/6530358709901513817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2010/02/what-is-justice.html' title='What is JUSTICE?!'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-8200618502528927872</id><published>2010-02-01T01:44:00.001-08:00</published><updated>2010-02-01T01:44:35.319-08:00</updated><title type='text'>Dolan ke Rumah Ibu Kita KARTINI.....</title><content type='html'>Hari ini (27/1) kawan Mandela pergi ke Jeparaaa.... WOW.. Luar biasa....&lt;br /&gt;Kami ikut International Seminar gitu di rumah Raden Ajeng Kartini. Di sana pembicaranya ada Mr. Coté dari Master of History Lecture, Faculty in Australia sama Bu Cicik, dosen Psikologi Unika Soegijapranata Semarang. Tadi sempet ngira ‘dikerjain’ sama Pak Don gara-gara suru kumpul di kampus jam 6.18 (aku masih bingung kenapa harus lewat 18 menit?!), tapi kita berangkat pukul 7 jadinya. Yah bukan kenapa sih, asal Pak Don nya juga ontime, anak-anak gak gitu ndongkol. Hehehe. Ada aku, Tyas, Jo, Dhimas, Tya (bukan Mandela), Dede, ama Natalia. Asik sih acaranya, eh ketemu Meneer Daniel juga, dosenku Nederlandsche Less di Akaba. Ada Bu Inge juga dari Akaba. Seru banget acara di sana, buat ndapetin kursi ke sana aja susahnya minta ampun. Bukan buat aku nya si tapi buat 6 temen yang lain. Aku dapet rekomendasi acara ini emang dari Pak Don, lha dia moderatornya sih. Terus aku ngerasa gak enak aja mosok ada acara hebat gini aku sendirian yang berangkat. Udah gitu Pak Don bilang bakal ada mahasiswa dari Ausie gitu yang ikut. Hadoh, jadi ndak enak ati, mengingat kemampuan Bahasa Inggris pas-pas an, malah cenderung KURANG. Yup, KURANG!!&lt;br /&gt;Huhuhu...&lt;br /&gt;Lha minta 6 kursi cuman dikasi 1, akhirnya dengan sedikit ‘pemaksaan’ ke Pak Don, akhirnya kudapat tiket samping Pak Kusir yang sedang bekerja. HALAH!&lt;br /&gt;Ya masalahnya itu acara khusus buat MGMP Sejarah di Jepara sih. Jadi kalo ada mahasiswa yang ikut, mereka yang nggak mudeng bakal nggak ‘ngeh’ liat kehadiran kami yang tiba-tiba. Hehe..&lt;br /&gt;Waktu sampe di rumah R.A Kartini, rombongan bus kami langsung disambut bak raja dan ratu (secara gitu pembicaranya satu bus sama kita!) Huahh, kehormatan yang tiada kira bisa bertemu dengan orang-orang ‘aneh’ (begitu Pak Don menyebut mereka). Yah, seminar ini banyak mengupas tuntas soal Kartini, dari surat-suratnya, pemikiran, perasaan, dan banyaaaaak lagi, yang yah intinya kembali pada periode BIAS GENDER sejak jaman mula, yang dulunya namanya DIPINGIT sekarang hal itu berkembang biak jadi yang namanya PERBEDAAN GENDER. Ini memang bukan hal mudah untuk digubah, apalagi diubah. Jujur, ini permasalahan tak kasat mata tapi tak bisa hilang. Istilahnya ya mendarah daging gitu. Tapi pemilihan bahasa yang dipakai dalam surat Kartini kepada sahabat-sahabatnya memang menggunakan bahasa filsuf yang mengena di hati bagi para pembacanya. Banyak sekali ‘misteri’ yang diungkap, dan ga mungkin aku ceritain semua di sini satu per satu. PUEGEELL...&lt;br /&gt;Habis seminar kami lunch, habis itu kami dikasi kesempatan buat ‘mlaku-mlaku’ di semua, iya, SEMUA kamar R.A Kartini dari depan sampe belakang. Kamar tempat ia dipingit, tempat ia menulis surat, ruang keluarga, ruang tamu, sampai benda dan perkakasnya, lukisan, dsb semua masih ASELI tanpa sepuhan sedikitpun. Lantai nya, arsitektur, bangunan, plafon, dll, masih garapan manusia jaman dulu. Semua masih JADUL, JAMAN DULU bangett, tapi aseli KERENNN BANGET....!!&lt;br /&gt;Habis itu kami otw ke MUSEUM KARTINI. Di sana terbagi 4 ruangan, isinya benda-benda, foto, hasil karya Kartini dan kakak adiknya. Yah kami sempet foto-foto banyak di situ, apapun yang buat kami menarik, kami foto itu. Kami semakin sadar, ternyata INDONESIA itu memang ada suatu value yang gimana ya, culture kali ya? Dan untuk kehilangan itu, KAMI GAK RELA!&lt;br /&gt;Habis itu jam udah nunjukin pukul 3 atau 4, kami yang muda (ada provokator dari Widya Mitra + FH Untag, nyuru main ke Pantai Bandengan -&gt; Mas Danang, Bahasa Belanda Hukum e ciamiiik rek!), katanya pantainya bagus.... Atas rekomendasi Mas Danang ini, so, satu bus diboyong ke sono. Padahal di bus kami banyak yang sepuh, banyak dosen dari beberapa univ. Tapi kami percaya kok, mereka juga menikmtainya. Buktinya Mr. Coté juga ikut nongkrong nunggu bahkan fotoin kami waktu main aer (baca:keceh!) sama makan rambutan yang dibeli Pak Don di warung deket pantai. Ehehe, pemandangan langka aja. Lucu kalo diinget.&lt;br /&gt;Oya, waktu mau berangkat tadi Pak Don ngasi aku buku lagi, punya Ester Lianawati, juduknya KDRT. Ya beliau berharap banget aku bisa buat resensi buku itu, terus diterbitkan di surat kabar. Intinya ya beliau-beliau pingin mahasiswanya NULIS! MENULIS. YA, MENULIS!!&lt;br /&gt;Kaya Kartini tho, alat perjuangan waktu itu cuma dengan MENULIS! Lha mungkin Pak Don juga berharap aku bisa seperti Kartini kali, ya?? AMIIINN...&lt;br /&gt;Thank You buat Mr. Donny Danardono, buat segala yang sudah Mr. kasih ke aku, aku semakin semangat buat nulis lagi. Tunggu ya hasil karyaku!!! ^o^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-8200618502528927872?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/8200618502528927872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=8200618502528927872' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/8200618502528927872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/8200618502528927872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2010/02/dolan-ke-rumah-ibu-kita-kartini.html' title='Dolan ke Rumah Ibu Kita KARTINI.....'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-1359729079747104247</id><published>2010-02-01T01:39:00.000-08:00</published><updated>2010-02-01T01:41:36.095-08:00</updated><title type='text'>MUBES ANTIK</title><content type='html'>Hariku ini luar biasa, kemarin malem (25/1)  dapet SMS dari Kadiv Mandela, si Dhimas, katanya besok malem (26/1) alias hari ini akan ada MUBES GLORY. Tapi jam 18.30 alias setengah tujuh malem. Ya elah, malem-malem kok rapat? Ya aku sih maklum aja, mungkin bakal ada hal yang penting buat dirapatin. Tapi kok malem yah?&lt;br /&gt;Aduh.....&lt;br /&gt;Malem-malem ke kampus, sepinyua tiada tara, kucari teman yang bisa diajak bareng. Sapa yah... Coba SMS Ditha deh..&lt;br /&gt;Aku : Ditt, besok bareng ya berangkatnya. Males deh kalo sendirian. &lt;br /&gt;Ditha : Ok, Sil. Sipp...&lt;br /&gt;Maklum, rumah Ditha kan di Sampangan tuh, sejalan kalo mau ke kampus. Ehehe...&lt;br /&gt;Lumayan, ada temen ngobrol di jalan. Jadi gak sepi.&lt;br /&gt;Besoknya alias hari ini...&lt;br /&gt;Jam 17.45&lt;br /&gt;Aku : Dit, siap ya, setengah jam lagi aku berangkat.&lt;br /&gt;Ditha : .... (nda dibales)&lt;br /&gt;Jam 17.46&lt;br /&gt;Aku : Yas, ujan ndak rumahmu? Tempatku hujan. &lt;br /&gt;Tyas : Ndak ik, tapi aku nda ikut Mubes, Sil. Ada urusan di gereja. Aku udah SMS Bagus ama Dhimas.&lt;br /&gt;Aku : Yah... Ya udah deh, ga papa... Sip..&lt;br /&gt;Jam 17.50 &lt;br /&gt;Aku : Kang Radith, berangkat ga??&lt;br /&gt;Radith Cabul : Enggak Neng, abis ngumuminnya mendadak sih. Aku ada acara sama Tanteku. Jadi gak bisa dateng, deh. Kamu berangkat?&lt;br /&gt;Aku : Iya nih mau berangkat, tapi kok ujan ya Kang? &lt;br /&gt;Radith Cabul : Ya udah, hati2 ya say...&lt;br /&gt;Jam 18.00&lt;br /&gt;Ditha (telpon) : “Siill.. Omahku udan deres banget, lampune mati sisan...!!”&lt;br /&gt;Aku (ngangkat telpon) : “Dah daritadi kali, Dit.. Kamu kemana aje..”&lt;br /&gt;Ditha (masih telpon) : “Yah tadi aku lagi mandi, tau2 mak pett lampunya mati... Pie??”&lt;br /&gt;Aku (masih jawab telpon) : “Ya udah, pie apane? Yo tetep mangkat laaa..”&lt;br /&gt;Ditha (telpon) : “Aku ga ono jas ujan he...”&lt;br /&gt;Aku (telpon) : “Aku ono, dah pake punyaku aja... Aku me berangkat ki...Siap2 yo..”&lt;br /&gt;Ditha :  “Okeee..”&lt;br /&gt;Jam 18.15&lt;br /&gt;Aku (SMS) : Dit, aku di depan rumahmu (ampun sepanjang jalan Pamularsih-Sampangan peteng, lampune matek kabeh)&lt;br /&gt;Ditha (TERIAK) : Sekkk....&lt;br /&gt;Ditha pun menghampiri aku yang di luar, seraya berkata “ Inilah tubuhku dan darahku...” HALAAAHHH...!!&lt;br /&gt;Ditha : “Sil, masuk sek, motormu taruh rumahku aja, kita berangkat naek taxi aja. Nunggu taxi ne adikku meh pulang oq.”&lt;br /&gt;Aku : “O, gitu, ya udah ga papa nih?”&lt;br /&gt;Ditha : “ Yup..”&lt;br /&gt;Akhirnya taxi yang dimaksud pun tiba, dan dalam perjalanan menuju kampus, yang artinya sepanjang SAMPANGAN-UNIKA memang PETENG NDEDHET alias GELAP GULITA. Ampun dah aku ndak bisa bayangin tu kalo aku naek motor, dalam suasana hujan deras gini... Brrrr....&lt;br /&gt;Baru sampe depan gerbang kampus, aku ulangin ni ya biar jelas, DEPAN GERBANG KAMPUS!!&lt;br /&gt;Bagus SMS Ditha, bunyinya &lt;br /&gt;“TEMAN-TEMAN, MUBES HARI INI DIPENDING SAMPAI BESOK HARI RABU TANGGAL 27 JANUARI 2010 PUKUL 5 SORE BERTEMPAT DI THOMAS AQUINAS. HAL INI DILAKUKAN MENGINGAT KEADAAN DAN CUACA YANG TIDAK MEMUNGKINKAN HARI INI.”&lt;br /&gt;Ammmmmppppppppuuuuuuuuuuuuuuunnnnnnnnnn!!!!!!!&lt;br /&gt;Grrr....&lt;br /&gt;Huahahaha......&lt;br /&gt;Kruukk kruukkk...&lt;br /&gt;Mak jannnnn... (ini kata-kata favourite Radith)&lt;br /&gt;Aku dan Ditha berpandang-pandangan dalam taxi yang begitu gelap malam ini. &lt;br /&gt;“Pie, Sil? Mulih po terus?”&lt;br /&gt;“Nonton kapel sik wae ya, nek mati lampu dewe mulih wae.”&lt;br /&gt;“OK.”&lt;br /&gt;Begitu sampai di kapel, lha TENAN THO? Evaluasi ATGW Gelombang VI masih berlangsung, dan yang membuat suasana makin romantis. WHAT?? ROMANTIS? MISTIS kalee.... Itu kaya api unggun, jadi di lingkeran gitu (-.-a&lt;br /&gt;Di tengahnya ada pencahayaan LILIN gitu. Jiahh......&lt;br /&gt;Bisa dibayangkan? Hahaha.... Nda ada yang dateng anak GLORY selain kita...&lt;br /&gt;Ada juga tu komen2 anak-anak waktu SMS yang ‘kecele’ di malam yang sunyi ini..&lt;br /&gt;Yosia : ITU LEBIH BAIK&lt;br /&gt;David : Arrghh... Aku daritadi sore di kampus, nunggu rapat ini, eh ndak jadi.... Kok baru bilang sekarang sih..&lt;br /&gt;Aku : Hahahahaha... Besok kita Mandela mau ke Jepara.. Mungkin nggak bisa ikut MUBES dulu.. Ampuunnnnn......&lt;br /&gt;Hadoh...&lt;br /&gt;Malam ini begitu RUARR BIASAAA... Terlalu banyak perasaan di malam ini... Sulit diungkapkan dengan kata-kata. Cuma ya kalo belum nulis kok aneh gitu rasanya. Hari ini banyak kejadian aneh, lucu, konyol.... Huaaahhh... TIDUR DULU ahh...&lt;br /&gt;^^ GOOD NIGHT ALL....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-1359729079747104247?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/1359729079747104247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=1359729079747104247' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/1359729079747104247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/1359729079747104247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2010/02/mubes-antik.html' title='MUBES ANTIK'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-2644422772203353023</id><published>2010-01-15T06:20:00.002-08:00</published><updated>2010-01-15T06:21:51.306-08:00</updated><title type='text'>ATGW Gelombang II</title><content type='html'>Beberapa saat yang lalu aku sempet nginget-nginget peristiwa waktu SD. Beberapa temen sekelas yang 6 tahun sudah menemani aku di SD PL Bernardus. Salah satunya aku sempet keinget samap Duo D. Donny dan Davin. 2 orang temanku ini tidak pernah terpisah dari pasangannya. Seolah-olah udah kaya soulmate gitu. Kemana ada Donny, di situ ada Davin. Dan begitu sebaliknya. Konon, selidik punya selidik, mereka itu bersaudara. Jadi ya begitulah. Hehehe. Meskipun kebanyakan serba beda, tapi ada yang menjadi keunggulan pasangan ini (lho, emang pacaran?). Ya, mereka sama-sama rajin dan tergolong anak yang pinter. Jadi ya, lumayan bisa diandalkan lah kalau dulu ada masalah tanya PR sama ulangan. Lagian papa Davin yang juga Oom nya Donny itu kenal sama papi mamiku. Lha...&lt;br /&gt;Semenjak kelulusan SD, kami pun banyak yang berpisah karena harus melanjutkan studi ke SMP (wuejiaan...). Jadi aku ke Maria Mediatrix, mereka (berhubung pintar dan rajin) ya ke Dominico Savio. Begitu... &lt;br /&gt;Sejak saat itu, kami tidak pernah bertemu lagi.&lt;br /&gt;Lha kenapa aku sampai mengingat Donny dan Davin itu, karena beberapa waktu yang lalu aku mengikuti ToT (Trainning of Trainee) ATGW (Awaken The Giant Within), itu lho, pelatihan pengemabangan kepribadian mahasiswa UNIKA Soegijapranata, yang hukumnya wajib buiat tiap mahasiswa baru, ada temen yang sama-sama ikut acara itu, tapi aku ndak gitu kenal. Namanya Donny juga. Lha, sempet aku mikir juga kok aku kayak’e ndak asing sama wajah orang ini. Ya ndak ada ciri-ciri lain orang ini sih selain pake kacamata dan agak gemuk.&lt;br /&gt;Aku jadi teringat wajah Donny waktu SD gitu, ya pake kacamata, tapi kurus.&lt;br /&gt;Hari Senin kemarin ndilalah aku dapet jatah sekre gelombang 2 sama dia, tapi dia ne play, jadi co-trainer e. Tapi waktu itu ndak ada feel opo-opo sih soal dia. Baru waktu besok sore ne mau pulang tiba-tiba mak nyut aku keinget dia. Terus waktu sampe di rumah aku langsung SMS dia, “Lho, Don, SMP mu Domsav?”, eh dia jawab e “Lho, iyo, kan dewe 1 kelas waktu SD, Sil.... Hehehehe...” &lt;br /&gt;YIAHHHHHHHHH..................!!!!!!!!!!!!! Nadjubilah, malu bukan kepalang aku ternyata orang yang tak duga selama ini emang bener, sumpret aku pangling sama ni anak, habis bentuk’e dah beda banget, ya ciri-ciri kacamata ne yang aku ndak lupa. HADOH...... Jadi ndak enak ati sama de’en.... Kruuuukkk.... (-.-!)&lt;br /&gt;Owalah Doonn... Hik2, maap bangetttt.... Aku bener-bener pangling, kok kamu inget yo? Opo jangan-jangan wajahku yang cantik ini? Atau o, paling dia sadar kalo nama Silvani itu di Semarang cuman satu kali, ya? Ehehehe.. Ternyataaaa..........&lt;br /&gt;Besok gelombang 6 kami ketemu lagi, tapi kayanya beda kelas. Aku C, dia ndak tau tu kelas apa. Yang jelas jadi sekre kemarin bener-bener cuapppeeeekkkk.... Aku cuman tidur 15menit, gara-gara bikin movie maker... Dah gitu ndak selesai pula.. Ini gara-gara program e terlalu canggih kali, ya? Aku bikin semaleman ndak selesai, njuk dibantu sama Dhina, Ko AW, Cik Vanny, Gideon, dan sebagian besar temen yang bisa. Sampe manggil Radith ‘Cabul’ buat ngasi program susulan yakni Picasa, konon, program ini paling guampang kalo udah gak bisa pake movie maker.. Hik..Hik... Tapi ya itu lah, cerita atau pengalaman heroik ku di awal tahun... Gilaaaaa.......! Hehehe...                 &lt;br /&gt;Makasi ya semuanya udah bantuin aku bikin movie maker.... Oya, ada satu cerita lagi adik trainee nya Donny sing nuakal e hadooh, aku dijiwit jal mbuh tu gemes kali liat aku. Hihihi, yang pasti Gelombang 2 FANTASTIC abiss....!!! Aye.. Aye.. Aye...!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-2644422772203353023?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/2644422772203353023/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=2644422772203353023' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/2644422772203353023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/2644422772203353023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2010/01/atgw-gelombang-ii.html' title='ATGW Gelombang II'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-4634281454600322676</id><published>2010-01-15T06:20:00.001-08:00</published><updated>2010-01-15T06:20:26.023-08:00</updated><title type='text'>Aku, Movie Maker, dan Mamiku</title><content type='html'>Aku, Movie Maker, dan Mamiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya 'nih lagi bingung mau nyari ilmu bikin video dari foto-foto gitu. Kaya bikinan Koh AW, waktu ToT (Trainning of Trainee) kemarin. Lah, mulai deh nyari list di phone book, kira-kira sapa yah yang bisa menguasai ilmu tersebut. Jelas dong nomer satu yang aku tanya ya yang bersangkutan, Koh AW. Namun beliau justru ngakak and say, “Weh, itu aku juga lagi blajar kok, Sil.. Kamu belajar sama yang udah hebat aja, jangan sama aku, nanti kalo udah bisa, aku ajari ya!” Jiahh... Ni orang.... &lt;br /&gt;Duh.... Gimana ya....Mulai deh dari ingatanku sapa aja yang bisa ngutak-atik komputer beserta perangkatnya. List di phone book HP dari A-Z kutelusuri di samping Pak Kusir yang sedang bekerja... Haiyaahh..&lt;br /&gt;For the first, Koh Hendra, spesialis komputer lengganan (baca:langganan), meskipun Beliau susahhhhh sekali dihubungi, namun kepastian kadang tak didapat. Lho... Hahahaha.  “Koh, bikin video dari foto gimana ya?” &lt;br /&gt;Aduh yang udah tau cara bikin video dari foto, sapa aja dehh... Kontak saya ya..... Jangan ngetawain dong.... Sini emang bener-bener gak bisa, jangan dikatain gaptek dong !! Hiks...Hiks... T.T&lt;br /&gt;“O, itu biasa pake Movie Maker ato ULEAD, Van..” (aku bacanya ulet.. Ulet keket..)&lt;br /&gt;“HADOH aku ndak tau wis koh pake program apa namane, yang penting isa bikin video dari foto! Grr....”&lt;br /&gt;“Iya pake itu, tapi kudu ada master’e, aku ndak nduwe..”&lt;br /&gt;Mulai lagi nyari anak-anak IKOM yah ato seenggaknya yang bisa bau-bau komputer lah... Si Ary nih, temen SMA, yang sangat bisa saya andalkan... “Hahaha Pun, itu pake Movie Maker, itu kan bawaan dari Windows..”&lt;br /&gt;Lha kok di tempatku ga ada ya? Jiah... Daku baru ingat notebook saya memakai Windows Seven.. Nadjubillah.... GA ADAA....&lt;br /&gt;SMS Radith si Tukang Panci aje, dia kan hobi tuh ngadepin komputer ampe matanya jadi 4... Mestinya mampu dong ama hal-hal kaya gini... Eh taunya dia ga spesialisnya, katanya kudu kontak Yossia, tapi yah, ga enak dong nggangguin orang yang masih berduka... &lt;br /&gt;SMS Pam2 ama Ivan aja.. Mereka kan juga anak IKOM... Tapi yang kudapat ternyata jawabannya sama, huhu... Mereka bisa tapi ga ada masternya...Hadohhhh.... Adakah sebuah kepastian kali ini???&lt;br /&gt;Tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk... Berpikir Sill....Berpikirrr... Ayo...ayo... &lt;br /&gt;Hm, Mba Ay kali bisa ya, dia kan pinter tu komputer2 gitu...&lt;br /&gt;Tapi uli, tapi eh tapi jawabannya juga kurang memuaskan.. Hik T.T&lt;br /&gt;Katanya aku suru belajar sama adeknya Mas Yoji... PIUS??? Hahaha, orak mungkin banget wong kui ngerti komputer... (Nek ditanya soal politik dan Quo Vadis Pancasila de’en malah ngerti..!)&lt;br /&gt;O, ternyata yang dimaksud Mba Ay tuh adeknya Mas Pius lagi... Yang cewek.. Tapi aku kan ga kenal... Mosok tiba2 tak culik terus tak suru ngajari pake Movie Maker. Lah, iso dibrakot Mas’e aku rek...&lt;br /&gt;Kruk...Kruk... (suara aku berpikir keras..), hm... &lt;br /&gt;Sementara jam sudah menunjukkan pukul 12 malam dan aku masih belum tidur sambil minum es sirup, nonton Quickly Express (itu lho film’e Tora ama Aming yang jadi gigolo) hehehe, tiba-tiba aku dikejutkan oleh suara mami yang memanggil namaku berulang-ulang.. Waduhh... Napa ini...&lt;br /&gt;Beliau kutemui di kasur dalam keadaan pucat pasi, keringat dingin, dan aduh aku ga tau istilahnya, tapi beliau merasakan badannya sangat ringan dan kesemutan (basa jawa:gringgingen) yang penyebabnya aku juga ga tau! Duerrrrr.... Lha bingung aku wadoh nopo iki....&lt;br /&gt;Beliau minta diambilkan air panas, yang untungnya ada termos listrik (yang disetrum itu lho, mirip dispenser tapi khusus air panas) untuk merendam tangan dan kakinya yang mulai kesemutan itu. Waduh... Sumpah inilah kepanikanku di pagi buta pertama kali. Aku menilai itu gejala pingsan, karena aku sudah pengalaman nonton orang mau pingsan, ya gitu itu. Rasa kesemutan mulai dari dagu menuju telinga juga, setelah itu pandangan jadi kabur, dan tiba-tiba.. Bruukk...!&lt;br /&gt;Ini mamiku kenapa coba? Pingsan juga enggak, tapi ngeliatnya aku juga udah panik. Langsung deh aku ambil HP telpon Oom ku yang (untungnya) belum tidur... &lt;br /&gt;Sementara nunggu my uncle dateng, aku buatin teh anget manis gitu, biar ada anget-anget yang masuk di badan mami gitu... Dan untungnya lagi, rumah oom ku ndak jauh dari rumah ini, langsung deh kita ber-5 (oom, tante, anaknya, mamiku, dan anaknya, aku) menuju ke RS Elisabeth yang untungnya lagi, gak jauh dari rumah.. Fiuhh.. UGD menyambut dengan pintu terbuka, suster juga langsung siap. Siap ini tentu siap mengarahkan kami-yang tidak penderita ke bagian administrasi. Yah, biasalah.. Birokrasi Indonesia.&lt;br /&gt;Cukup lama mami di UGD dan kami berempat menunggu di luar, karena kami yang tidak boleh masuk ini tentu tidak muat masuk di dalam tempat pemeriksaan itu. Apalagi adikku, Olin juga masih kecil. Kasian kalo ada virus-virus nakal yang nempel di tubuh gadis kecil itu.. Hiahh..&lt;br /&gt;Kami bertiga (aku, Olin, dan maminya) duduk di tempat tunggu, belakang UGD, yang ada beberapa baris kursi dan sebuah TV berukuran 14”.  Kami duduk di situ, sementara Papi Olin alias oomku mengurus admin di luar. Suasanan RS Elisabeth sangat sepi, tak ada orang selain kami, tak ada orang lewat satupun. Suasana senyap itu ditambah sedikit cekaman dari pemandangan kursi dorong dan kasur-kasur yang bergeletak di sepanjang lorong dekat UGD. TV yang kami tonton sedang memutar acara Bioskop TransTV yang aku ga tau judulnya apa, yang jelas ceritanya anak autis yang diburu karena bisa memecahkan kode FBI. &lt;br /&gt;Tiba-tiba “Pettt....”&lt;br /&gt;TV nya matek. Mati. Wafat. Meninggal dunia. &lt;br /&gt;Aku berpandang-pandangan dengan tanteku, “Van, TV ne kok mati, mbo matiin?”&lt;br /&gt;“Heh? Endak, mana aku bawa remote? Orang TV nya di atas.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zzzzzzzzzzzz.... langsung merinding bulu kudukku... Jiahh... Pie iki....&lt;br /&gt;Hadoh,, jangan-jangan...!!  Aku langsung melihat ke belakang, samping, depan atau semua sudut lah, tak ada siapa-siapa. &lt;br /&gt;Wuaaaa............. Kami bertiga tersenyum aneh melihat suasana ini.&lt;br /&gt;Tiba-tiba dari lorong muncul Pak Satpam yang waktu kutanyai, beliau juga tidak tahu. Heh?!&lt;br /&gt;Kok aneh..&lt;br /&gt;Ya kami pun menghibur diri dengan mencairkan suasana, kalo outbond ya namanya ice breaking. “O, timernya habis, jadi TV nya mati. Gitu..”&lt;br /&gt;Waktu Pak Satpam itu kembali ia pun menjelaskan, “Iya Dek, ada timer nya kok, hehe. Hidupnya besok pagi.” &lt;br /&gt;Woooo lhadalah.... Tiwas e deg-deg an tak kira......... Pikiranku udah semrawut waktu itu. Duh buyung...&lt;br /&gt;Setelah insiden TV itu selesai, ternyata pemeriksanaan mami juga udah selesai. Katanya dokter, jantung mami kurang aliran oksigen... Hm, habis mami kalo tidur sering telungkup sih, kudunya agak terlentang kali ya?? Hehehe, tapi sudah agak mendingan lah. Cepet sembuh ya Mam..... ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sepulangnya dari RS aku masih saja memikirkan movie maker itu, dan akhirnya esok paginya (setelah aku tidur dan membolos les mandarinku) hehehe, aku inget satu nama yang tiba-tiba muncul di otakku. Oya, Agung. Dia kan jenius tuh, hehehe. Untungnya lagi, aduh betapa beruntungnya aku kenal sama Agung.. Beliau bersedia mengajari aku n ngasi aku program-program sejenis.. Huahh... Akhirnya.. &lt;br /&gt;Semoga besok pagi aku bisa ya, soalnya waktunya mepet, ini belajar movie maker juga buat ATGW kok, amit-amit jadi sekre tapi ga bisa megang T.I... Hik hik...&lt;br /&gt;Thank you ya Gung..!! Semoga besok berjalan lancer lancerrr... Sore juga ada rapat GLORY..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-4634281454600322676?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/4634281454600322676/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=4634281454600322676' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/4634281454600322676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/4634281454600322676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2010/01/aku-movie-maker-dan-mamiku.html' title='Aku, Movie Maker, dan Mamiku'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-3585853501502334967</id><published>2009-11-15T15:58:00.000-08:00</published><updated>2009-11-15T16:17:37.909-08:00</updated><title type='text'>Aku Bukan Atheis</title><content type='html'>Surat Seorang 'Atheis' :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Aku bukan atheis seperti yang kau pikir. Aku bukan atheis seperti yang kau kira.&lt;br /&gt;Aku selalu menanyakan kebenaran agama yang bagiku semua memang sudah benar. Aku hanya butuh waktu untuk menemukan kembali Tuhanku. Dan kamulah orang yang paling tepat. Meskipun kamu enggan kenal dengan aku. Aku yang atheis seperti yang kau kira. Saat kamu menangis sejak mengenal aku, ketahuilah bahwa aku sudah menangis sebelum aku mengenalmu. Saat aku mencintai Tuhanku, aku begitu katarsis, mengagung-agungkan nama-Nya, sehingga aku lupa bahwa aku sebenarnya hanyalah mahkluk tak kasat mata yang bersuara. Tapi tak ‘ada’ bersama saat Ia membutuhkan aku. Saat aku kecewa, aku baru sadar bahwa betapa Ia sangat membenci aku. Dan aku sempat berpikir untuk lebih membenci-Nya lebih-lebih daripada Ia membenci aku. Tapi aku tak bisa. Ini karena aku terlalu mencintai Ia berlebih. Begitu aku tergila-gila pada-Nya. Tapi aku tetap tak bisa. Dan selalu tak bisa. Aku terlalu takut dengan Ia, aku terlalu mencintai Ia, sehingga Ia merupakan sesuatu yang memang tak bisa aku batasi hanya dengan sekedar kata. Aku bukan siapa-siapa! Aku selalu ingat itu. Dan aku temukan betapa kamu menghinaku seolah-olah aku atheis penyembah berhala sejati. Dan betapa penghakimanmu sangat-sangat membuat aku sakit. Sakit pikiran mengenai konsep ketuhanan itu. Langsung kutemukan bahwa aku selama ini semakin salah dan tak berguna. Untuk menyebut-Nya pun kau sudah tak perkenankan lagi. Betapa itu sangat lucu dan mengagumkan! Fantastik!&lt;br /&gt;      Siapa aku, siapa kamu. Itu yang seringkali kau katakan padaku. Dan hitung berapa kali aku mendapat penolakan darimu. Sedangkan aku lebih suka berdiam diri dan simpul senyumku tak pernah hilang. Kamu tak pernah tahu betapa proses itu sangat sangat sangat melelahkan. Tapi aku merasa untung jika kau membuatku seperti ini. Karena aku selalu lebih gampang menulis. Dan orang terdekatku selalu meminta aku selalu sedih dan yang menurutnya itu menguntungkan dia. Ada-ada saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-3585853501502334967?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/3585853501502334967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=3585853501502334967' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/3585853501502334967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/3585853501502334967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2009/11/aku-bukan-atheis.html' title='Aku Bukan Atheis'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-3531299078617135579</id><published>2009-10-31T22:48:00.001-07:00</published><updated>2009-10-31T22:48:54.226-07:00</updated><title type='text'>Tanyakan Pada Aku</title><content type='html'>Aku tak pernah tau apa yang ada di otakmu&lt;br /&gt;Apa yang kau pikir dan rasakan&lt;br /&gt;Akankah manusia dapat hidup bahagia&lt;br /&gt;Jika hidup di dunia seperti ini?&lt;br /&gt;Saat orang berlomba untuk mempertahankan hidup&lt;br /&gt;Seberapa kuatkah orang itu untuk menjadi ‘orang’&lt;br /&gt;Hanya yang aku risaukan, kau memang tak paham&lt;br /&gt;Tak mengerti dengan pola berpikir umumnya&lt;br /&gt;Yang mengalah hanya segelintir kenyataan &lt;br /&gt;Dan tentu kepercayaan&lt;br /&gt;Yang pudar dan munafik dengan diri sendiri&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-3531299078617135579?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/3531299078617135579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=3531299078617135579' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/3531299078617135579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/3531299078617135579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2009/10/tanyakan-pada-aku.html' title='Tanyakan Pada Aku'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-8847815884257189298</id><published>2009-10-31T22:46:00.000-07:00</published><updated>2009-10-31T22:47:57.853-07:00</updated><title type='text'>Masih Tentang Itu</title><content type='html'>Di sudut hitam masih kurasa sendiri&lt;br /&gt;Ada sesuatu yang lepas, hilang, bahkan mampus&lt;br /&gt;Jaman sudah berubah&lt;br /&gt;Di mana teori gagal dalam kampanyenya&lt;br /&gt;Berkutat pada paradigma kebobolan&lt;br /&gt;Yang mengagungkan sebuah andai&lt;br /&gt;Padahal justru andai yang merogoh kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tak begitu!&lt;br /&gt;Jika hidup menjadi masalah&lt;br /&gt;Apakah salah jika kita bermimpi&lt;br /&gt;Mencari yang lepas&lt;br /&gt;Mengembalikan yang hilang&lt;br /&gt;Dan menghidupkan yang mampus?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-8847815884257189298?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/8847815884257189298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=8847815884257189298' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/8847815884257189298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/8847815884257189298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2009/10/masih-tentang-itu.html' title='Masih Tentang Itu'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-1354714847877047490</id><published>2009-09-30T04:48:00.001-07:00</published><updated>2009-09-30T04:49:07.580-07:00</updated><title type='text'>Revisi Antara Nalar, Berbicara, dan Berbuat by Donny Danardono</title><content type='html'>Antara berbicara dan berbuat, tentu orang lebih suka berbuat. &lt;br /&gt;Karena dengan berbuat, dapat ditunjuk langsung kemampuannya. &lt;br /&gt;Ketua BEM saya pernah berkata: “sedikitlah berbicara, banyaklah berbuat”.&lt;br /&gt;Orang sering dianggap tidak mampu berbuat apa-apa, jika hanya bicara.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tapi kukira ada satu hal yang kita lewatkan dari 2 hal tersebut. &lt;br /&gt;Kukira, menalar yang paling penting. Sebab, kita tahu, sebelum bicara, tentu berpikir dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikir adalah utama.&lt;br /&gt;Tanpa berpikir, orang tidak dapat berbicara dan berbuat dengan baik. &lt;br /&gt;Dengan berpikir, menggunakan nalar tentunya, orang dapat menggunakan hatinya dengan baik. Hati. Bukan perasaan. Hati berbeda dari perasaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketika menggunakan nalarnya, seseorang menggunakan otak logika, di mana semua kembali pada apa, mengapa, siapa, bagaimana. Keempatnya erat terkait. Tidak pernah lepas dari sangkarnya. Menggunakan otak, menggunakan hati, menggunakan pikiran, menggunakan ilmu; sehingga  orang mampu berbicara dan berbuat. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tapi jangan sekali-kali menggunakan teori orang lain untuk menalar. Pakai saja kemampuan otak sendiri untuk membuat sebuah teori. Karena melalui teori yang berasal dari diri, orang akan tertuntun mengenali prinsip hidup dan kepribadiannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari sebuah teori orang dapat mengerti kita tanpa kita berbicara atau bahkan berbuat terlalu banyak...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pertanyaan terakhir, mampukah seseorang bepikir - menggunakan nalarnya - tanpa menggunakan kata? –donnydanardono-&lt;/em&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kepada Saya &lt;br /&gt;Anda boleh menulis puisi&lt;br /&gt;Untuk atau kepada siapa saja&lt;br /&gt;Asal jangan sampai lupa&lt;br /&gt;Menulis untuk atau kepada saya&lt;br /&gt;Siapakah saya? Saya adalah kata&lt;br /&gt;Joko pinurbo2006&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-1354714847877047490?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/1354714847877047490/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=1354714847877047490' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/1354714847877047490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/1354714847877047490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2009/09/revisi-antara-nalar-berbicara-dan.html' title='Revisi Antara Nalar, Berbicara, dan Berbuat by Donny Danardono'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-2880325484818552172</id><published>2009-09-30T04:45:00.000-07:00</published><updated>2009-09-30T04:46:36.468-07:00</updated><title type='text'>Revisi Dewasa by Donny Danardono</title><content type='html'>Dewasa? &lt;br /&gt;Apa batas seseorang dikatakan dewasa? &lt;br /&gt;Kukira, kedewasaan tak hanya bersegi fisik.&lt;br /&gt;Ku akui kalau diriku belum dewasa.&lt;br /&gt;Mungkin secara raga iya, tapi secara mental, belum. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa itu apa definisinya? &lt;br /&gt;Kukira ia kadar kestabilan diri. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Udah, &lt;br /&gt;kapan sebagai orang, sebagai manusia, kita stabil dalam setiap sesi hidup. &lt;br /&gt;Setiap masalah yang dihadapi, setiap peluang yang ada. Tidak kemrungsung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia ini, yang paling sulit ditaklukan ialah diri. &lt;br /&gt;Ya.&lt;br /&gt;Jika, secara psikologis, seseorang tidak sehat, seluruh kehidupannya tak menarik dikunjungi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kadang aku bingung, &lt;br /&gt;kenapa selalu berpikir negatif?&lt;br /&gt;Kenapa tidak memandang permasalahan dari banyak sisi?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku benci jika otakku tidak bekerja. &lt;br /&gt;Mati grek. &lt;br /&gt;Aku tahu hal itu tak membantuku tumbuh menjadi manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku benci menganggur. &lt;br /&gt;Karena pengangguran memuakkan, &lt;br /&gt;tidak berguna untuk siapa-siapa. &lt;br /&gt;Ia parasit kehidupan!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hoi, dunia tu luas! &lt;br /&gt;Gak selebar daun kelor!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yo ngerti, tapi dunia tu belum tak taklukin! &lt;br /&gt;Aku masih pengeenn ngerti yang aku gak ngerti! &lt;br /&gt;Aku dibunuh perlahan-lahan sama rasa penasaran kaya gini. &lt;br /&gt;Semakin nganggur, semakin bosan, &lt;br /&gt;ujung-ujungnya mikir jelek. &lt;br /&gt;Negative thinking! &lt;br /&gt;AAARRRGHHHH!!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku ndak mau digerogoti penyakit ini, &lt;br /&gt;aku harus ubah pikiran-pikiran jelekku. &lt;br /&gt;Tapi dari mana?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya dari mulai berpikir positif tho yo….. (yang ini kata temen SMP ku)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedewasaan tu sebenernya hanya cara pandang, &lt;br /&gt;coz ga sepenuhnya orang dewasa bisa 100% dewasa … &lt;br /&gt;(yang ini kata temen kuliahku)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tesis : Negative thinking datang waktu kita sendiri. Tapi belum tentu waktu ada masalah. Bisa iya, bisa tidak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Anti tesis : Negative thinking datang pas kita tidak sendiri. Biasanya kalo ada masalah kita langsung kemrungsung, bingung dulu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku takut menjadi filosofis, filsafati.&lt;br /&gt;Terlalu mengajukan apa, kenapa, mengapa begitu, mengapa begini? &lt;br /&gt;Aku suka mengejar apa yang seharusnya menjadi hak-ku! &lt;br /&gt;Jawabanku! Aku tak gampang menyerahkan hidupku pada takdir. &lt;br /&gt;Memang takdir tidak bisa diubah, tapi nasib bisa diubah! [apa beda ‘takdir’ dari ‘nasib’? dd]&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hidup selalu memilih, &lt;br /&gt;dilema yang sarkastis! &lt;br /&gt;Menghadapi polemik-polemik membosankan sekaligus menantang!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sedangkan kehidupan itu kejam. &lt;br /&gt;Tertawalah.&lt;br /&gt; Sebab seluruh dunia akan tertawa denganmu.&lt;br /&gt; Jangan menangis. &lt;br /&gt;Sebab kamu akan menangis sendirian.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dunia diatur oleh hukum. Namanya hukum alam. Hukum rimba. Yang luar biasa kejam dan licik. Homo homini lupus. Seseorang adalah serigala bagi lainnya. Bener? Betul? Ya! Kalau semua orang tidak berpikir seperti itu, sepertinya tukang parkir dan tulisan HARAP KUNCI SEPEDA MOTOR tidak dibutuhkan lagi! Hehehe…&lt;br /&gt;Dari situ bisa dilihat, sebenarnya manusia selalu berpikir negatif dulu. &lt;br /&gt;Aku bilang: “BISA DILIHAT”. Aku tidak buru-buru menyimpulkan. &lt;br /&gt;Pertanyaanya: Bisakah  ini ku sebut  dewasa? &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apa iya kita belum menaklukan yang kita pengeni? &lt;br /&gt;Kata temenku  lagi, kita belum tau, karena kita belum mencapai itu. &lt;br /&gt;Kita jadi seperti ini, karena dibentuk lingkungan.&lt;br /&gt;Kenapa kita tidak berani bermimpi dan… &lt;br /&gt;yah, katakanlah itu suatu mimpi, keinginan, niat, cita-cita, bualan kalau perlu!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-2880325484818552172?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/2880325484818552172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=2880325484818552172' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/2880325484818552172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/2880325484818552172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2009/09/revisi-dewasa-by-donny-danardono.html' title='Revisi Dewasa by Donny Danardono'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-8411480033288679341</id><published>2009-09-30T04:40:00.000-07:00</published><updated>2009-09-30T04:44:13.392-07:00</updated><title type='text'>Ikhlas 2</title><content type='html'>Teruntuk yang tidak pernah terlihat, tidak pernah kujumpai, tidak terwujud, seorang penting, untuk yang menyakitiku, untuk yang mengubahku menjadi lebih kuat, tegar, untuk setiap halangan, rintangan, dan masalah yang terus menemaniku -karena hidup adalah masalah-, dan untuk yang membuat diriku menjadi seperti ini, termasuk waktu, tempat, dan proses.&lt;br /&gt; Tidak jauh mengenai ikhlas. Sebuah tulisan kecil dari pemikiran dan pengalaman yang terjadi. Nyata, tanpa tedeng aling-aling. Yang mengajariku membuat kata-kata bualan, munafik, gersang hingga subur, nyata, hemat bermanfaat.&lt;br /&gt; Untuk menjadi seseorang yang cantik, untuk menyebut bahwa &lt;em&gt;I’m Beautiful &lt;/em&gt;dan disebut &lt;em&gt;You’re Beautiful&lt;/em&gt;... Tidak segampang pada konsep &lt;em&gt;Blackberry&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;rebonding&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;make up &lt;/em&gt;minimalis, &lt;em&gt;high heels&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;mani-paddicure&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;spa&lt;/em&gt;, etc. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;James Blunt at You’re Beautiful :&lt;br /&gt;But I won't lose no sleep on that,&lt;br /&gt;'Cause I've got a plan&lt;br /&gt;You're beautiful. You're beautiful.&lt;br /&gt;You're beautiful, it's true.&lt;br /&gt;'Cause I'll never be with you.&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Membuat diri menjadi cantik yang sebenarnya memang tidak cantik, bukankah itu ironi munafik seseorang yang tidak mampu menerima keadaan? Menerima. Selalu pada teori menerima! Itu sudah definisi dari ikhlas. Untuk mempercayai apa yang ada, meskipun hal itu seperti ditikam belakang oleh mata pisau.&lt;br /&gt; Teruntuk yang kusebut, &lt;br /&gt;Diriku berterimakasih terhadap semuanya,&lt;br /&gt; Pada yang tak terlihat tapi ada.&lt;br /&gt;Pada yang tak bisa dipercaya tapi nyata ditemui.&lt;br /&gt; Pada yang menyakitiku -terimakasih- untuk kesakitan yang membuatku menjadi lebih kuat.&lt;br /&gt; Pada penyakitku tentu saja -yang selalu menggerogoti tidurku tiap malam- saat aku tertidur lelap.&lt;br /&gt; Pada yang telah meninggalkanku, aku tidak tahu harus berkata apa. Dari dirimulah aku dapat membenci Tuhan, kecewa terhadap-Nya, namun di sisi lain dengan perginya dirimu ke -negeri entah berantah- itu  aku justru melek dengan arti-arti sekitarku.&lt;br /&gt; Tahu arti ikhlas -yang meskipun detik ini aku tidak mampu mengikhlaskannmu-, ini dari hati yang terdalam.&lt;br /&gt; Kalau dari mulut, jelas aku mampu tegar- meskipun aku melakukan teater luar biasa di situ untuk meyakinkan -aku baik tanpamu-.&lt;br /&gt; Tapi kau memang tak pernah kembali, bukan karena kau tak mau, atau apa, entahlah. Aku yakin, kau tentunya juga tidak ikhlas. Aku yakin kau tak ikhlas.&lt;br /&gt;Pada hal-hal ramai yang menemaniku, termasuk hujan, yang tergila-gila menemaniku saat duka. Tidak tahu kenapa ia tidak pernah membolos saat mata kuliah sedihku ini. &lt;br /&gt;Mencoba mengikhlaskan kalian dengan senyuman yang -jika agenmu adalah aku- tentu harganya sangat mahal. Jadi aku tidak menjual banyak-banyak padamu.&lt;br /&gt; Oya, terhadap 3 sobat kentalku, bunga tidur -media pertemuanku dengan ‘yang tidak mungkin terulang’- , angan, dan kenangan. &lt;br /&gt;Tidak lupa tetangga terbaikku yang selalu menyapa, kegagalan dan sepupunya, si putus asa.&lt;br /&gt;Yah, beruntungnya aku tidak mengenal penyesalan. Jadi hidupku sekarang cukup puas dan mapan meskipun banyak rasa kecut dan pait -seperti aku mendefinisikan kopi-. Tapi aku tidak mau berhenti untuk mempelajari keindahan di setiap rasa itu.&lt;br /&gt;Menjadi cantik konsep Blackberry mungkin bukan jalanku, -aku juga tidak tahu kenapa- , kadang ada hal yang sulit aku menjelaskannya. Padahal rumusan menghitung luas khatulistiwa dapat dijelaskan, ya?&lt;br /&gt; Dari kalian aku mampu mengucapkan maaf, tolong, dan terimakasih. Dari jatuh aku mampu menghargai sesutu. Dan dari ikhlas aku (mampu) menerima kalian.  Alam, aku milikmu, sepenuhnya aku milikmu, dan aku tidak akan menentangmu.&lt;br /&gt;Karena aku dan kamu, dia, juga ruh yang tidak mungkin menentang alam.&lt;br /&gt; Bagiku &lt;em&gt;’cause I’ll never be with you’ &lt;/em&gt;adalah cara aku menjadi cantik, karena ikhlas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-8411480033288679341?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/8411480033288679341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=8411480033288679341' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/8411480033288679341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/8411480033288679341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2009/09/ikhlas-2.html' title='Ikhlas 2'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-1236751451012607701</id><published>2009-09-19T12:37:00.000-07:00</published><updated>2009-09-19T12:39:30.940-07:00</updated><title type='text'>Aku Tahu</title><content type='html'>Karena aku tahu apa yang kamu pikirkan mengenai keputusanku&lt;br /&gt;Karena aku tahu kau begitu mengasihiku&lt;br /&gt;menyayangku&lt;br /&gt;mencitaku&lt;br /&gt;Karena aku tahu betapa kau enggan aku menjadi seperti itu&lt;br /&gt;Tapi aku tidak memungkiri apa yang menjadi keputusanku bisa jadi salah&lt;br /&gt;Kamu terlalu khawatir,&lt;br /&gt;bimbang,&lt;br /&gt;ragu,&lt;br /&gt;dan makin tidak percaya padaku&lt;br /&gt;Tapi setidaknya kau mau mendengarkan pendapatku&lt;br /&gt;pikiranku&lt;br /&gt;dan perasaanku&lt;br /&gt;Yang kadang aku masih ragu dan tidak mengerti realiti,&lt;br /&gt;mengapa begini, mengapa begitu&lt;br /&gt;Bahasa masih menjadi monsternya&lt;br /&gt;Ketika sebuah arti mengenai bahasa belum diketahui&lt;br /&gt;Mengapa setan tidak dibaca tuhan?&lt;br /&gt;Siapakah yang mengartikan huruf?&lt;br /&gt;Dan bagaimana huruf mampu menjadi sebuah kata&lt;br /&gt;lalu menjadi kalimat&lt;br /&gt;lalu menjadi paragraf&lt;br /&gt;setelah itu&lt;br /&gt;alinea?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah bahasa menjadi kacau sejak allah murka&lt;br /&gt;mengguncang menara Babilonia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baudrillard mengatakan : kita tak bisa mencintai yang "sama" habis-habisan,&lt;br /&gt;tapi&lt;br /&gt;kita juga tak bisa memeranginya habis-habisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Girrard mengatakan : ...bahwa sesuatu pun dijadikan korban, &lt;br /&gt;agar bencana tak terjadi.&lt;br /&gt;Korban itu adalah selembar kaus. Di akhir pertandingan, Ronaldo atau Klose akan mencopotnya&lt;br /&gt;dan memberikannya kepada pemain lawan. Benda ini identitasku, ia bagian dari narsisme dalam diriku, &lt;br /&gt;ia berbau keringatku dan kena sedikit panu di kulitku, tapi ia kulepas,&lt;br /&gt;kuberikan padamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pramoedya Ananta Toer mengatakan : "...ah ya, apa pula salahnya mati?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa adalah sejarah yang penuh dengan cerita sesat, makna yang berkelok, dan ambigu, rambu-rambu palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi mengenai L'homme revolte : "Aku berontak, maka kita ada."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena-karena itu muncul membelah diri seperti amuba&lt;br /&gt;yang sebenarnya, &lt;br /&gt;--tak sadarkah kau--&lt;br /&gt;bahwa kita sekarang sedang dipermainkan oleh bahasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bilang pemikiran yang selalu salah, tapi kau bayangkan betapa hal ini bahasa lebih luar biasa&lt;br /&gt;berdosa&lt;br /&gt;daripada pemikiranku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah ya, satu lagi.&lt;br /&gt;Apakah menurutmu, pemikiranku selalu berdosa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu kau begitu &lt;br /&gt;Karena aku tahu apa yang kamu pikirkan mengenai keputusanku&lt;br /&gt;Karena aku tahu kau begitu mengasihiku&lt;br /&gt;menyayangku&lt;br /&gt;mencitaku&lt;br /&gt;Karena aku tahu betapa kau enggan aku menjadi seperti itu&lt;br /&gt;Tapi aku tidak memungkiri apa yang menjadi keputusanku bisa jadi salah&lt;br /&gt;Kamu terlalu khawatir,&lt;br /&gt;bimbang,&lt;br /&gt;ragu,&lt;br /&gt;dan &lt;br /&gt;aku semakin tahu kau sulit mempercayai keputusanku&lt;br /&gt;untuk mengejar mimpiku&lt;br /&gt;cita-citaku&lt;br /&gt;keinginanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan prinsip hidupku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-1236751451012607701?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/1236751451012607701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=1236751451012607701' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/1236751451012607701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/1236751451012607701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2009/09/aku-tahu.html' title='Aku Tahu'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-3456126339774561035</id><published>2009-09-19T03:03:00.000-07:00</published><updated>2009-09-19T03:13:53.371-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Selamat buat temanku...&lt;br /&gt;Selamat atas kelahiran putramu sehari yang lalu...&lt;br /&gt;Selamat menempuh hidup baru...&lt;br /&gt;Selamat atas kedewasaan otakmu...&lt;br /&gt;Selamat atas pertarunganmu dengan-Nya, yang ternyata kau memenangkan pertandingan ini...&lt;br /&gt;Selamat atas semuanya...&lt;br /&gt;Betapa aku bangga terhadapmu...&lt;br /&gt;Terhadap kekuatanmu, &lt;br /&gt;pemikiranmu,&lt;br /&gt;yang sangat sangat luar biasa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau inspirasiku, &lt;br /&gt;kau yang mengajariku arti hidup&lt;br /&gt;arti kematian&lt;br /&gt;dan arti kehilangan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat teman atas hal itu...&lt;br /&gt;Aku di sini tulus mengucapkan rasa-rasa tersebut...&lt;br /&gt;dan mendoakan supaya hidupmu-yang masih jauh- itu terus berlangsung,&lt;br /&gt;terus indah,&lt;br /&gt;terus menghidupi aku yang tak hidup ini...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-3456126339774561035?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/3456126339774561035/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=3456126339774561035' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/3456126339774561035'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/3456126339774561035'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2009/09/selamat-buat-temanku.html' title=''/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-2597138528881032402</id><published>2009-09-19T02:59:00.000-07:00</published><updated>2009-09-19T03:00:40.357-07:00</updated><title type='text'>Loyalitas Kerja</title><content type='html'>Sebagaimana dalam sebuah komitmen, sebuah perjanjian kerja yang ditandai dengan kontrak, pasti tidak jauh dari kesepakatan bersama untuk memperoleh hasil yang maksimal dalam bekerja. Kualitas dalam kerja berlomba-lomba untuk menunjukkan bahwa loyalitas bekerja merea yang paling ideal.&lt;br /&gt; Loyalitas merupakan komitmen utama yang harus ditangkap konsumen sehingga dalam kaitannya, pengembangan Sumber Daya Manusia juga terus ditingkatkan. Merupakan suatu keberadaaan yang sungguh-sungguh dan konsisten sehingga tujuan perusahaan -yang mencari keuntungan- memang menguntungkan perusahaan tersebut.&lt;br /&gt; Untuk mencapai kadar loyalitas tinggi tentu saja hal pelatihan pengembangan diri tidak boleh hanya ditanamkan pada satu pihak “buruh” atau “majikan”. Pekerja atau pengusaha. Demi mempertahankan  dan meningkatkan kualitasnya,  kedua unsur perusahaan ini dapat mengembangkan dirinya untuk menjadi seorang pemimpin sejati dalam perusahaannya. &lt;br /&gt; Apabila hal pemahaman “pemimpin” masih belum seimbang, maka kredibilitas, integritas, dan kematangan pribadi pimpinan di mata seorang pekerja masih nol besar. Jadi  kesimpulannya loyalitas dalam bekerja dilihat dari apa dan siapa. Contohnya loyalitasjuga tidak jauh dapat dipengaruhi oleh semangat. Dan semangat mendapatkan benefit. Kejelasan hak dan tanggung jawab yang diterima sangat mempengaruhi loyalitas dalam bekerja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-2597138528881032402?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/2597138528881032402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=2597138528881032402' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/2597138528881032402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/2597138528881032402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2009/09/loyalitas-kerja.html' title='Loyalitas Kerja'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-566429391878620481</id><published>2009-09-15T18:03:00.000-07:00</published><updated>2009-09-15T18:04:41.738-07:00</updated><title type='text'>IKHLAS</title><content type='html'>Bagaimana sebuah ikhlas dipertanyakan?&lt;br /&gt;Ilmu keikhlasan sering saya jumpai. Boleh dibilang ini ilmuyang paling susah setelah ilmu bahasa. Mendefinisikan sebuah ikhlas tentu tidak jauh dari peran serta jiwa besar di dalamnya. Mengikhlaskan sesuatu, dalam ajaran Islam, sangat-sangat berat dan memerlukan suatu daya “nrimo” yang lapang, luas, dan tanpa pamrih. Mengajak hal-hal yang bertentangan dengan pikiran, hati, dan emosi untuk memberi kesempatan terhadap jiwa untuk memberikan suaranya.&lt;br /&gt;Ikhlas berarti mempercayai bahwa Tuhan akan memberi kita sesuatu yang lebih baik, lebih banyak, dan lebih berharga dari yang sebelumnya. Padahal ada jiwa yang kadang begitu sulit untuk ikhlas/mengikhlaskan sesuatu, sehingga ada suatu dilema yang ujung paling mengerikan adalah tidak percaya lagi pada Tuhan.&lt;br /&gt;Tentu hal barusan bukan ikhlas namanya.&lt;br /&gt;Ikhlas itu tulus, tak terperi, mampu mengatakan “Yo wes, meh piye neh???” (“Ya sudah, mau apa lagi?”&lt;br /&gt;Seakan-akan hal itu adalah pilihan hidup dan mati yang hanya terjadi 1x di dunia!&lt;br /&gt;Seakan-akan pemberi kuasa tidak mengijinkan kita untuk menghirup udara kedua dan ketiga setelah hal tersebut terjadi! Sesungguhnya, siapakah itu yang ironis dan licik?&lt;br /&gt;Ikhlas bukan membutuhkan mata, apalagi hati.&lt;br /&gt; Ikhlas adalah mempercayai bahwa dengan merelakan sesuatu, kita akan lebih bahagia, lebih indah. Secara teoritik yang munafik.&lt;br /&gt;Apa mampu kita bahagia dengan luka menganga, hati hancur berkeping-keping, dan jalan terseok-seok?&lt;br /&gt;Tentu sulit.&lt;br /&gt;Tapi dengan sebuah ikhlas, itulah hal yang membuat penderitaan tersebut justru menjadi lebih indah. Sangat indah. Dan di sini peran Tuhan akan menjadi anugerah, bukan sekedar pencabut kebahagiaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-566429391878620481?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/566429391878620481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=566429391878620481' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/566429391878620481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/566429391878620481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2009/09/ikhlas.html' title='IKHLAS'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-8928034286044246553</id><published>2009-09-15T17:55:00.000-07:00</published><updated>2009-09-20T08:51:54.762-07:00</updated><title type='text'>REVISI PAHLAWAN</title><content type='html'>Aku masih duduk terpaku di trotoar Pahlawan.&lt;br /&gt;Mencoba menyadari semua yang lewat.&lt;br /&gt;Tanpa kutahu, alam tak ramah lagi.&lt;br /&gt;Merunduk dan menangis, &lt;br /&gt;selalu sakit perasaan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bertahan, &lt;br /&gt;mengumpulkan serpih kesedihan dan semangat &lt;br /&gt;yang aku sendiri tak tahu tercecer di jalan apa.&lt;br /&gt;Aku lupa nama jalan itu.&lt;br /&gt;Aku bahkan lupa bagaimana sebuah kesedihan bisa menyerpih, hilang. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Barangkali ada toko yang menjual semangat? &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kadang ada saat sebuah semangat mendapat sebungkus kesedihan.&lt;br /&gt;Aku tidak memilih yang itu.&lt;br /&gt;Aku akan membeli sebuah semangat yang terkemas dan terpajang apik di etalase.&lt;br /&gt;Dan aku berusaha tak melirik sebungkus kesedihan yang didiskon besar-besaran di pojok etalase itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm…&lt;br /&gt;Hanya nanti, lewat tengah maghrib, akan kubeli dan kupakai menuju kedewasaan otakku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ssstt… &lt;br /&gt;Yang tadi rahasiaku denganmu! &lt;br /&gt;Jangan katakan pada siapapun!&lt;br /&gt;Mungkin akan kuberikan bonus kesedihan itu kepada yang belum merasakannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kubenahi dudukku &lt;br /&gt;Sampai, akhirnya, kupindahkan bokongku ke sudut sore yang sepi.&lt;br /&gt;Tanpa ramai, tanpa kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluh, seperti biasanya, masih menyelimuti tubuhku.&lt;br /&gt;Tubuhku, seperti biasanya, tak tertutup selembar selimutpun.&lt;br /&gt;Aku, seperti biasanya, masih merancukan kata.&lt;br /&gt;Aku, seperti biasanya, masih tak memahami kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku,&lt;br /&gt;serpihan sedih,&lt;br /&gt;dan semangat.&lt;br /&gt;Masih saling berkejaran di Simpang Lima .&lt;br /&gt;Tanpa peduli kata-kata yang merecoki hidupku!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-8928034286044246553?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/8928034286044246553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=8928034286044246553' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/8928034286044246553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/8928034286044246553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2009/09/revisi-pahlawan.html' title='REVISI PAHLAWAN'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-3996856688696356167</id><published>2009-09-04T05:35:00.000-07:00</published><updated>2009-09-04T05:36:45.095-07:00</updated><title type='text'>Menyoal Keseriusan Pekerja Outsourcing</title><content type='html'>Menyoal Keseriusan Hak Pekerja Outsourcing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pengaruh globalisasi yang mengidolakan instanisasi menyebabkan adanya perubahan pola hubungan kerja. Baik dari sisi pekerja atau pengusaha sendiri. Desakan persaingan global membuat perusahaan menambah metabolismenya, sehingga hak pekerja dipertanyakan keseriusannya. Pekerja dituntut mengerahkan tenaganya tanpa mengingat hak yang sepatutnya diterima. Cerita lama, pekerja selalu kalah dalam hal berselisih dengan pengusaha. &lt;br /&gt; Pekerja outsourcing dalam memperoleh haknya, sangat tidak sebanding berimbang dengan pekerja tetap pada sebuah perusahaan. Kebijakan memahami hak pekerja outsourcing masih nyata terlihat belum terpenuhi. Sebelum membicarakan tentang hak pun, keberadaan mereka di perusahaan masih rancu dalam hal pekerjaan mana, maksudnya kerancuan pembagian kerja hingga pemberian perintah masih menyudutkan pekerja outsourcing yang di mana mereka tidak seharusnya mengerjakan pekerjaan yang bukan kewajibannya. Pekerja outsourcing, lama kelamaan disamakan kewajibannya dengan pekerja tetap, namun tidak pada hak-haknya.&lt;br /&gt; Upah dan fasilitas kerja seperti tunjangan dan subsidi tidak didapat oleh pekerja outsourcing. Bahkan jaminan kecelakaan kerja diberikan oleh Jamsostek, bukan perusahaan di mana ia bekerja. Keseriusan hak pekerja outsourcing memang patut dipersoalkan, mengingat hal di atas. Belum lagi ujung akhirnya jika hal ini dibiarkan terus mengalir, kesenjangan antara pekerja tetap dan pekerja outsourcing, masihkah dapat menimbulkan ketentraman mereka? Perbedaan tingkat kesejahteraan antara mereka jelas terlihat.&lt;br /&gt; Perluasan dan perkembangan produk outsourcing mengakibatkan makin kecilnya jumlah anggota lembaga penaungan pekerja/buruh (Serikat  Buruh). Kelemahan di sektor ini yang semakin membuat posisi pekerja outsourcing menipis karena mereka dituntut menaati hukum pabrik yang kaku, universal, individualistis tanpa pengayoman perusahaan dan Serikat Buruh.&lt;br /&gt; Tulisan ini diharapkan bahwa memang hak-hak pekerja outsourcing belum terpenuhi secara maksimal. Oleh karena itu betapa perlindungan dan pengayoman terhadap pekerja outsourcing harus diperjuangkan. Pekerja tidak boleh hanya terpaku dan bergantung pada tuntutan namun juga pada keberadaan hak yang mesti diperolehnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-3996856688696356167?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/3996856688696356167/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=3996856688696356167' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/3996856688696356167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/3996856688696356167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2009/09/menyoal-keseriusan-pekerja-outsourcing.html' title='Menyoal Keseriusan Pekerja Outsourcing'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-4080906073243687625</id><published>2009-09-04T05:33:00.000-07:00</published><updated>2009-09-04T05:35:04.932-07:00</updated><title type='text'>Antara Berbicara, Berbuat, dan Nalar</title><content type='html'>Antara berbicara dan berbuat, tentu orang lebih suka berbuat. Karena dengan berbuat, seseorang dapat menunjukkan langsung kemampuannya tanpa panjang lebar. Ketua BEM saya pernah berkata bahwa sedikitlah berbicara, banyaklah berbuat.&lt;br /&gt;Orang sering dianggap tidak mampu berbuat apa-apa jika hanya banyak bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi menurut saya ada satu hal yang kita lewatkan dari 2 hal tersebut. Menurut saya, hal menalar ialah yang paling penting sebab kita ketahui sebelum orang berbicara tentu dia lebih dahulu berpikir.&lt;br /&gt;Berpikir adalah yang utama, tanpa berpikir, orang tidak akan dapat berbicara dan berbuat dengan baik. Dengan berpikir menggunakan nalar tentunya, orang dapat menggunakan hatinya dengan baik. Hati. Bukan perasaan. Hati dan perasaan itu berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menggunakan nalarnya, seseorang menggunakan otak logika, di mana semua kembali pada apa, mengapa, siapa, bagaimana. Keempat hal itu saling berkaitan erat. Tidak pernah lepas dari sangkarnya. Menggunakan otak, menggunakan hati, menggunakan pikiran, menggunakan ilmu, sehingga  orang tersebut mampu berbicara dan berbuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jangan sekali-kali menggunakan teori seseorang untuk dinalar. Pakai saja kemampuan otak kita sendiri untuk membuat sebuah teori. Karena dari teori yang berasal dari diri kita inilah yang menuntun orang mampu mengenal prinsip hidup dan pribadi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari teori orang dapat mengerti kita tanpa kita berbicara bahkan berbuat terlalu banyak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan terakhir, mampukah seseorang mampu bepikir menggunakan nalarnya tanpa menggunakan kata? –donydanardono-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Saya &lt;br /&gt;Anda boleh menulis puisi&lt;br /&gt;Untuk atau kepada siapa saja&lt;br /&gt;Asal jangan sampai lupa&lt;br /&gt;Menulis untuk atau kepada saya&lt;br /&gt;Siapakah saya? Saya adalah kata&lt;br /&gt;Joko pinurbo2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-4080906073243687625?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/4080906073243687625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=4080906073243687625' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/4080906073243687625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/4080906073243687625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2009/09/antara-berbicara-berbuat-dan-nalar.html' title='Antara Berbicara, Berbuat, dan Nalar'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-2568487099086786240</id><published>2009-09-04T05:31:00.000-07:00</published><updated>2009-09-04T05:33:19.864-07:00</updated><title type='text'>Teror Berakibat Makin Banyak Homo Homini Lupus</title><content type='html'>Teror berakibat makin banyak Homo Homini Lupus.&lt;br /&gt; Aksi teror bom yang ditebar kawanan “X” yang kita belum tahu siapa itu pada beberapa hari lalu di Jakarta (J.W. Marriot dan Ritz Carlton) membuat banyak akibat di semua kalangan. Kejahatan terhadap nyawa, psikis seseorang, hingga perekonomian dunia internasional menjadi semrawut. Nyawa, sudah pasti melayang akibat bom tersebut. Dalam 1 menit nyawa 9 orang melayang dengan sangat cepat, dahsyat, luar biasa!&lt;br /&gt; Yang tidak meninggal tentu harus bersyukur meskipun bentuk raga juga tak karuan rasanya. Luka-luka, luka batin, luka psikis, luka jiwa, atau apalah namanya, menimbulkan perasaan was-was, takut, serta tidak nyaman seseorang. Di semua kalangan! Tidak hanya Presiden yang geram dan mengutuk keras aksi teror bom tersebut, jejeran artis hingga masyarakat biasa (seperti saya tentu saja) juga merasakan hal itu. Benar ‘kan? Jangan munafik. Akuilah hal itu memang sedang Anda rasakan. Siaran media massa non-stop memberitakan cerita ini. Mengerikan! Yang pertama ada dalam pikiran kita : siapakah yang tega melakukan hal ini? Yang kedua adalah bagaimana ‘sih pemikiran pengebom itu?  Rasanya mustahil di telinga kita yang setiap saat dihadapkan pada fakta-fakta baru tentang pasca pengeboman. Hidup selalu untuk memilih, dilema yang sarkastis! Menghadapi polemik-polemik membosankan sekaligus menantang!&lt;br /&gt;Sedangkan kehidupan itu kejam. Tertawalah sebab seluruh dunia akan tertawa denganmu tapi jangan kamu menangis, sebab kamu akan menangis sendirian.&lt;br /&gt; Ketika saya mendapat pelajaran Sosiologi, saya belajar utnuk memahami tiap kata Satjipto Rahardjo, guru besar Sosiologi di Universitas Diponegoro. Ya, tiap kata yang terdapat di tiap kalimat yang dilontarkan beliau ini! Untuk memahami kalimat yang diucapkannya memang tidak mudah, maka saya mempelajarinya tiap kata. Jika penafsiran saya benar mengenai kalimatnya, saya juga hendak memahami kalimatnya yang sering tertuang dalam definisi-definisinya mengenai kosa kata beliau. Tentu hal ini sangat tidak mudah. Pemikiran tajam beliau ini kadang sangat susah dipahami. Sosiologi kerap saya temui di manapun saya berada. Mempelajari tentang tingkah laku manusia, masyarakat, individu, ataupun kelompok. &lt;br /&gt; Ketika dunia berpikir kencang mengenai sebab akibat yang kocar-kacir saya hanya kembali kepada sosok Thomas Hobbes mengenai teorinya Homo Homini Lupus, manusia sebagai serigala bagi orang lain.&lt;br /&gt; Dunia diatur oleh sebuah hukum. Namanya hukum alam. Hukum rimba. Yang luar biasa kejam dan licik.&lt;br /&gt; Jika saya sebut Anda serigala, marahkah Anda? Bagaimana reaksi Anda? &lt;br /&gt;Jika Anda memang bukan “serigala”, sepertinya tukang parkir dan tulisan HARAP KUNCI SEPEDA MOTOR tidak dibutuhkan lagi!&lt;br /&gt;Buat apa Anda mengunci sepeda motor Anda di tempat parkir? Jika Anda tidak menganggap orang lain akan mencuri motor Anda, buat apa Anda mengunci sepeda motor Anda? Saya setuju dengan teori ini dan saya percaya 100 persen jika Anda menganggap seseorang sebagai bahaya bagi Anda. &lt;br /&gt; Jika kembali dalam kasus kriminal hingga genosida kebanyakan, yang sering menjadi gangguan pemikiran saya bukan pada akibat, melainkan pada sebab. Bukan maksud saya untuk mengantitesiskan ada sebab maka ada akibat atau ada akibat karena ada sebab. Jika saya balik, ada akibat maka ada sebab dan ada sebab karena akibat. &lt;br /&gt; Menurut saya, homo homini lupus  yang ditebar oleh teror bom ini termasuk yang terakhir. Dalam masyarakat kita terdiri dari banyak golongan, kelompok, yang tentunya di dalamnya tidak ada individu yang sama persis. Individu-individu inilah yang membentuk sebuah kelompok, golongan, strata, populasi, atau komunitas.Dalam perbedaan-perbedaan itu ditemukan adanya beberapa kesamaan yang ada. &lt;br /&gt; Pasti. Saya jamin. Keadaan yang sama ini kadang membuat orang malah berpikir curiga dan punya kehendak untuk menjadikan kawannya itu lawan. Ada lagi rasa ingin untuk menjatuhkan lawannya itu jika ada kesempatan. Munafik jika Anda tidak mengakui hal ini. &lt;br /&gt; Sama pula dengan pemikiran para gembong teroris yang melakukan jihad. Para pengantin-sebutan yang digunakan oleh para pelaku bom bunuh diri- dibuat sepercaya mungkin bahwa melaksanakan pengeboman terhadap tempat atau kawasan yang berbau “Amerika” adalah sesuatu yang luar biasa, mendapatkan pahala dan diterima dalam pangkuan Allah SWT. Kurang lebih begitu big line nya.  Di atas tadi saya bilang bahwa ada sebab karena akibat. Saya percaya penuh mereka melakukan hal itu pasti ada akibat yang dterima berkat sebab yang mereka dapat. Lha, pusing ‘kan?&lt;br /&gt; Mereka itu pintar ‘kok. Saya jamin, mereka bukan orang sembarangan atau orang bodoh yang hanya mencari sensasi masuk tipi. Ahli merakit dan memasang bom paling tidak butuh ahli yang tingkatannya paling tidak Strata 1. Bukan orang sembarangan yang tau istilah-istilah bahan yang dipakai untuk menghancurkan gedung. Terus, jadinya ‘kok pintar yang tidak bijaksana gitu? Pintar yang tidak tersalurkan dan menguntungkan. Atau cuma pemikiran mereka yang mungkin kita orang umum dan awam kurang mudheng! &lt;br /&gt;Perbuatan semacam ini disebut sebagai teror, di mana masyarakat kita menjadi resah dan gelisah. Merasa tidak aman dan nyaman terhadap keadaan yang ada. Berakibat pula pada masyrakat yang tidak tahu apa-apa, semakin menjadi-jadi rasa was-was itu. Mau ke mall, takut. Tidur hotel bergengsi, apalagi. Punya tetangga buaaaaiiikkkkk’e nda karuan juga ternyata membuat kita justru merasa aneh. Saya yakin penduduk sekitar Temanggung yang berdekatan dengan rumah NMT tidak tahu bahwa rumah tetangganya itu sarang teroris. Wow!&lt;br /&gt; Virus-virus ini telah menimbulkan dampak yang paling besar menurut saya. Yaitu homo homini lupus makin merebak. Rasa curiga terhadap orang lain meningkat. Antar manusia menganggap bahwa keamananya sebagai masyarakat sudah pupus, tidak ada lagi. Jangankan percaya terhadap hal-hal baru, untuk percaya pada hal-hal lama pun kadang masih agak sulit. Jika sudah begini, sebenarnya di mana pokok permasalahannya?&lt;br /&gt; Dalam kenyataanya sebelum terjadi kehidupan memang teori homo homini lupus sudah ada, hal ini memang dibutuhkan, saya tidak menampik teori ini karena dengan adanya homo homini lupus, masyarakat kita dapat bertahan hidup. Tentu saja jika homo homini lupus dilakukan secara stabil dan sehat  karena nantinya dalam proses ini akan ada persaingan dalam kehidupan mereka. Bila mau bicara tentang persaingan, tentu masalah persaingan dengan konteks bertahan hidup memang berat. Tapi bisakah hal curiga itu mulai dikurangi dan menggantinya dengan banyak positiv thinking? Saya yakin ‘kok homo homini lupus berkurang. Semoga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-2568487099086786240?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/2568487099086786240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=2568487099086786240' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/2568487099086786240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/2568487099086786240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2009/09/teror-berakibat-makin-banyak-homo.html' title='Teror Berakibat Makin Banyak Homo Homini Lupus'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-1803761403676993488</id><published>2009-09-04T05:28:00.000-07:00</published><updated>2009-09-04T05:30:59.428-07:00</updated><title type='text'>Pernah Bayangin Nikah Muda?</title><content type='html'>Pernah bayangin nikah muda?&lt;br /&gt;Dalam benak kita di jaman serba modern ini nikah muda dianggap sesuatu yang “Aduh, gimana gitu..” Apalagi kalau disertai embel-embel udah MBA (Married By Accident) alias keelakaan atau hamil di luar nikah. Duh, bayangin aja udah ngeri, apalagi kalo ngadepin masalah gitu, kayaknya aduh mak.. Belum siap dehh..&lt;br /&gt;Dituntut tanggung jawab dan kewajiban yang sangat besar. Pertanyaannya, mampu nggak kita ngadepin kaya gitu?&lt;br /&gt;Kalo enggak sih ya mending ga usah, ga usah coba-coba!&lt;br /&gt;Kalo pun udah berani nyoba itu juga harus siap nerima segala resikonya, apapun itu!&lt;br /&gt;Aku punya temen, sebut aja namanya Mawar (duh, kaya di surat kabar aja!), dia seumuran sama aku, malah lebih muda beberapa bulan daripada aku.&lt;br /&gt;Kehidupan dia dari remaja udah gak normal aku pikir. Ya, orangtuanya cerai terus ibunya menikah lagi, Mawar dan adik perempuaanya ikut bersama ayahnya. Mawar mempunyai seorang kekasih, cukup lama menjalin hubungan dengan pria ini yang juga kakak kelas kami. Sebut saja namanya Robert. &lt;br /&gt;Namun setelah lulus SMU, Robert melanjutkan studinya di Negeri Bambu.&lt;br /&gt;Berat hati Mawar melepas kepergian sang kekasih yang telah menemani hidupnya selama 3 tahun belakangan ini. Kasih memang tak mengenal jarak, hubungan mereka tetap berjalan sehalus dan serapi mungkin. Alat komunikasi canggih seperti Handphone hingga internet tidak pernah absen menemani hari-hari mereka. Foto terbaru mereka selalu dikirim kepada pasangannya. Mereka selalu berkomunikasi dengan sangat baik, menurutku. &lt;br /&gt;Dan mereka selalu menjaga komitmen mereka masing-masing. Aku sangat salut dengan mereka. Saling percaya dan saling mencintai. &lt;br /&gt;Tapi, nah ini yang tidak enak.. Karena pada setiap apa selalu ada kata tapi. Tapi rasa mencintai yang berlebihan juga tidak baik. Rasa yang berlebihan itu semakin merobek relung mereka. Singkat cerita mereka berpisah karena memang sulit untuk menjalin hubungan jarak jauh. Jikalau adapun pasti sangat sulit. Kepercayaan yang terlalu dipupuk lama-lama juga overdosis sehingga mereka memilih kata paling akhir, yaitu mencintai tidak memiliki. Pahit memang untuk mengatakan berpisah. Bagi mereka, mencintai ialah saaat mereka bisa melihat pasangan mereka tersenyum meskipun pasangannya itu bersama orang lain. Teorinya memang benar, kelihatan tegar saat mengatakan itu, tapi nyatanya? Faktanya apa? Sulit, sangat sulit.&lt;br /&gt;Mawar orang yang sangat dewasa, disiplin, dan ia kuat. Tegar. Dalam keadaanya yang serba berat itu ia masih menyempatkan diri untuk mengurus rumah, semua pekerjaan rumah ia kerjakan tanpa meminta imbalan. Ia anak yang prihatin terhadap ayahnya. Saat ayahnya dalam keadaan sulit, ia selalu membuat ayahnya merasa nyaman dengan keadaannya. Ia melakukan semua pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci, hingga mencabut rumput di halaman depan rumahnya. Ia senang sekali memasak, bahkan masakannya ia jual di sekolah untuk menambah kebutuhan keluarganya. Setelah lulus SMA, di saat setiap teman kami berangan hendak melanjutkan studi ke perguruan tinggi terkenal A, B, C atau D ia dengan santai berkata, “ Belum tahu aku mau lanjut atau mau kerja saja.”&lt;br /&gt;Kerja? Kerja apa kau dengan ijazah SMA?&lt;br /&gt;Ya itulah Mawar. Gigih, pantang menyeah sebelum mencoba. Cita-citanya menjadi ibu rumah tangga yang baik dan mengurus/mengasuh anaknya beserta suaminya kelak. Aku sendiri juga tidak ngeh mendengar cita-cita ini. Tapi aku bilang, apa yang kita ucapkan ialah doa untuk kita sendiri dan semoga itulah yang akan terjadi. Alam akan membawa kita pada hal-hal yang kita pikirkan. Itu yang disebut dengan law of attraction. Hukum tarik menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, kembali ke cerita Mawar itu tadi.&lt;br /&gt;Setelah 4, 5 bulan berjalan dan kami tidak memutuskan tali komunikasi kami, kami tetap saling contact, melalui email, friendster atau SMS. Kami saling bertukar cerita. Mengenai aku, dia, dan semua yang dapat kami ungkapkan. Dia selalu memberi dukungan dan saran hingga kritik terhadap aku, apapun bentuknya, seperti doa dan semangat. Aku melihat semangat yang begitu kuat dari dirinya. Ah, betapa beruntungnya aku mengenal orang seperti Mawar. Setelah perpisahan di SMA itu, kami berpelukan untuk yang terakhir kali dan mengatakan bahwa kami akan bertemu kelak jika kami sudah sama-sama menjadi “orang” yang sukses, mempunyai keluarga bahkan anak, canda dan tawa kami waktu itu masih tersimpan jelas di pikiranku.&lt;br /&gt;Selang waktu itu dia pun selalu bercerita mengenai kehidupannya sekarang. Mawar pindah ke Surabaya sejak lulus. Begitu pula dengan adiknya. Waktu itu ia berkata bahwa mimpinya mempunyai restoran, tapi menurutnya tidak mungkin jika mempunyai resto yang sukses tapi tidak mempunyai pengalaman dan modal yang kuat. Oleh karena itu ia memutuskan untuk menjadi karayawati di beberapa resto, dsb. Okelah kawan, jika itu mimpimu dan hal itu bias membuat mimpimu terwujud ya kenapa tidak? Toh pekerjaan itu tetap halal, begitu kataku.&lt;br /&gt;Semua keluh kesahnya hidup di kota besar dan metropolis seperti Surabaya sudah aku dengar, seperti saat di saat ayahnya sedang meniti karir dari nol membuka toko listrik di rumahnya, belum genap dua minggu, tokonya sudah disatroni tamu tak diundang. Betapa naasnya hidup Mawar. Mereka hidup tidak mewah namun juga tidak kekurangan. Gara-gara kejadian itu ia mengurungkan niatnya yang waktu itu sedang ingin mengikuti banyak kursus, karena sudah jelas keluarga mereka sedang kekurangan uang. Jangankan kuliah, untuk mengikuti kursus pun Mawar tidak berani. Ia lebih mengutamakan sekolah adiknya daripada untuk biaya dirinya.&lt;br /&gt;Aku trenyuh.&lt;br /&gt;Sebulan aku sibuk hingga aku kami pun tidak saling komunikasi, kabar yang kudengar terakhir ia mendaftar pada suatu perguruan tinggi swasta di sana setelah dipaksa oleh ayahnya. Okelah, semoga sukses kawan!&lt;br /&gt;Itu pun dia sudah telat dalam pendaftaran kali itu.&lt;br /&gt;Aku hanya mesem.&lt;br /&gt;Dua bulan kemudian aku mendengar bahwa dirinya memang sudah tidak bisa bersatu dengan kekasihnya, Robert, karena dipaksakan bagaimanapun memang ternyata hanya menimbulkan sakit luar biasa pada benak mereka. Kabar itu aku dengar tidak pada saat itu juga, jadi sudah agak lama baru aku dikabarinya. Kabar itu sudah cukup membuatku kaget setengah mati belum lagi kabar yang kedua bahwa Mawar sedang dijodohkan dengan anak kenalan neneknya yang lebih tua 11 tahun dengan dirinya! Oh my God! Kabar apalagi ini?&lt;br /&gt;Pada awalnya memang aku yang jadi konsultan cintanya dengan Hendra, kekasih barunya itu. Setiap masalah yang terjadi pada Mawar selalu ditumpahkan kepadaku dan akulah yang akhirnya menjadi penasihatnya…&lt;br /&gt;Oke..Oke untuk hal seperti ini aku dan Mawar memang lumayan jago, tapi Mawar untuk dirinya sendiri ia masih membutuhkan orang lain, dan orang lain itu adalah aku!&lt;br /&gt;Permasalahan tanggapan karena berbeda umur memang sering menjadi pokok utama. Ia menganggap Hendra terlalu tua sehingga tidak mengerti perasaan si Mawar yang lebih muda.  Ya aku bilang saja, karena dia tua makanya dia tidak mengurusi hal-hal seperti yang kamu inginkan. Hiburku waktu itu. Seperti masalah cemburu, selingkuh dengan si A atau si B sudah bukan menjadi urusan Hendra sekarang.&lt;br /&gt;Curhat semacam itu sudah biasa di mataku jadi aku tidak kaget lagi setiap ada SMS masuk dengan nama pengirim : Mawar.&lt;br /&gt;Suatu hari di siang bolong aa SMS dari dirinya yang mengabarkan bahwa dirinya akan menikah akhir bulan ini dengan Hendra karena dirinya tengah mengandung anak Hendra dan sudah jalan dua bulan masa kehamilannya! Benar-benar berita fantastis!&lt;br /&gt;Demi Tuhan yang kukhawatirkan sekarang ialah janin yang tengah dikandung! BUKAN YANG LAIN!! Aku saat itu tidak peduli dengan dirinya dan hubungannnya dengan keluarganya, ataupun mengenai pernikahannya atau apanya! Aku tidak urusan dengan hal semacam itu! Bayi yang anugerah dari Tuhan itu bahkan tidak mengerti apa-apa! Sedangkan ibunya juga tidak tahu apa-apa mengenai dirinya dan anaknya! Gila. Benar-benar gila!&lt;br /&gt;Tak bisa kubayangkan wajah Mawar saat ini. Tapi ketika kutanyakan mengenai bagaimana rasanya? Mengapa bisa begitu? Lalu apa yang hendak kau lakukan? Dan sebagainya..&lt;br /&gt;Ia menjawab dengan santai..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya sudah terlanjur… Mau apa lagi…&lt;br /&gt;Rasanya yaaaa tidak enak…Mual, ingin muntah…&lt;br /&gt;Setelah ini bla…bla..bla…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau menyesal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK.&lt;br /&gt;AKU TIDAK MENYESAL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaget lagi aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“AKU TIDAK MENYESAL TELAH MELAKUKANNYA KARENA PADA SAAT ITU KAMI MELAKUKAN DENGAN KESADARAN PENUH, SAMA-SAMA MAU DAN AKU TIDAK MERASA TERBEBANI DENGAN ANAK YANG TENGAH BERJUANG HIDUP INI KARENA AKU MENGINGINKANNYA MESKIPUN PADA AWALNYA MEMANG TIDAK.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah,  Mawar pada awalnya tidak menginginkannya.. Tapi ia sadar bahwa ia telah melakukan suatu kesalahan besar dalam hidupnya dan sekarang ia tidak mau mengulang kesalahannya lagi. Tidak mau.&lt;br /&gt;Keputusannya ia akan nikah muda, ia mengetahui segala resikonuya dan ia siap untuk itu. Betapa tegar nyalinya mengarungi kehidupan yang kejam ini. Jika aku yang menjadi dia, belum tentu aku mampu menghadapinya. Karena cobaan berat itu meskipun kita sudah tahu, akan masih ada yang lebih menyulitkan kita. Jika kau punya mimpi dan aku harap mimpi itu indah sehingga apa yang kau inginkan memang benar-benar terjadi. Sesaat aku tercenung memikirkan kehidupan Mawar kelak. Namun hari yang dilalui Mawar sudah dimulai dengan banyak problema dari intern maupun ekstren. Kadang berita yang dibawa padaku sampai saat ini bertema kebahagiaan, tapi tidak jarang berita yang disodorkan padaku merupakan berita yang juga membuat kepala sedikit berat untuk memikirkannya. Sempat ingin menangis juga mendengar kabar seperti itu, di mana Mawar mulai melewati masa-masa sulitnya dalam kehidupan dua keluarga yang mempunyai karep (keinginan) sendiri-sendiri. Lalu penengah macam apa yang diharapkan Mawar saat ini? Aku sebagai kawan cuma bisa mendoakannya supaya kehidupannya membaik dan terus membaik dan semoga saja mimpi Mawar semakin indah…&lt;br /&gt;Masalahnya ialah nikah muda, kata lainnya nikah dini, dan sebagainya, aku tidak tahu istilah apa yang dipakai orang jaman sekarang. Ketika orang, hm.. Aku sebut saja pasangan. Oke? Ketika sepasang insan memutuskan untuk mengikat dirinya sebagai suami istri, itu artinya mereka telah berani memutuskan bahwa komitmen yang akan dijalani berlaku seumur hidup, karena apa yang akan dilakukan suami istri tentunya akan terpatri seumur hidup pada history (sejarah) seseorang kelak hingga ajal menjemput. Ketika komitmen itu mengeras dan dipenuhi tekad yang sangat bulat, mereka harus sudah dituntut untuk mempertanggungjawabkan segala kewajibannya sebagai suami atau istri, sebagai orangtua, sebagai panutan, teladan, sebagai masyarakat, sebagai salah satu bagian kecil dalam sebuah keluarga besar, hingga sebagai mahkluk ciptaan Tuhan dalam usia dini…&lt;br /&gt;Pernikahan tidak ada salahnya. Kalau embel-embelnya dini?&lt;br /&gt;Apakah masih salah? Menurutku tidak juga selama mereka MAMPU itu tadi. Sudah rela dan menyanggupi semua syarat yang diajukan. Ketika seorang yang muda dan itu adalah usia di mana ia menikmati masa muda dengan mimpi-mimpi seperti oranglain, studi misalnya, dan sebagainya, ada juga orang ini yang mau menghadapi bahtera keluarga. Aku belum mengalaminya jadi aku tidak bisa berkata banyak. Mungkin khususnya bagi wanita, menjadi ibu rumah tangga ialah sesuatu yang kalem dan wajar. Menikah adalah impian setiap wanita. Punya anak, apalagi. Rasanya memang belum menjadi seorang wanita jika belum melahirkan. Tapi permasalahannya ialah letak waktunya. Mungkin nggak di jaman sekarang yang serba susah gini orang masih bercita-cita seperti itu? Mampu secara fisik, okelah. Mampu secara batin? Hm….. Aku cuma mikir apa jadinya orang melihat aku?  Mampu secara materiil? Lha ini…………. Sektor paling berat ada di sini deh….  Bisa dilanjutkan sendiri jawabannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-1803761403676993488?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/1803761403676993488/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=1803761403676993488' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/1803761403676993488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/1803761403676993488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2009/09/pernah-bayangin-nikah-muda.html' title='Pernah Bayangin Nikah Muda?'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-3116089611771662824</id><published>2009-03-06T19:33:00.003-08:00</published><updated>2009-03-06T19:33:51.283-08:00</updated><title type='text'>Sept-08</title><content type='html'>Kasih, apa itu kau?&lt;br /&gt;Yang menemani aku saat aku sedu&lt;br /&gt;Yang memahami aku saat aku mencintai cinta&lt;br /&gt;Yang menopang aku saat badai coba jatuhi aku&lt;br /&gt;Yang mengalahiku dan menggagahiku?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-3116089611771662824?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/3116089611771662824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=3116089611771662824' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/3116089611771662824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/3116089611771662824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2009/03/sept-08.html' title='Sept-08'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-836738179959661627</id><published>2009-03-06T19:33:00.001-08:00</published><updated>2009-03-06T19:33:25.612-08:00</updated><title type='text'>Boleh?</title><content type='html'>Kalau aku boleh menyayangimu dengan sederhana&lt;br /&gt;Bolehkah aku?&lt;br /&gt;Kita mencintai dulu baru mengenal&lt;br /&gt;Itu berarti cinta kita tidak mengenal&lt;br /&gt;untung rugi&lt;br /&gt;apa siapa&lt;br /&gt;dan bagaimana&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-836738179959661627?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/836738179959661627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=836738179959661627' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/836738179959661627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/836738179959661627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2009/03/boleh.html' title='Boleh?'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-559792850653919104</id><published>2009-03-06T19:31:00.002-08:00</published><updated>2009-03-06T19:32:29.702-08:00</updated><title type='text'>DeWaSa</title><content type='html'>Dewasa? Apa batas ketentuan seseorang dapat dikatakan dewasa atau tidak? Menurutku, kedewasaan seseorang tidak hanya dilihat dari segi fisik saja. Aku sendiri mengakui kalau diriku belum dewasa.Mungkin secara raga iya, tapi secara mental, belum. Dewasa itu apa definisinya? Menurutku dewasa ialah kadar kestabilan diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah, di mana kita sebagai orang, sebagai manusia bisa stabil dalam setiap sesi hidup. Setiap masalah yang dihadapi, setiap peluang yang ada. Tidak kemrungsung. Di dunia ini yang paling sulit ditaklukan ialah diri sendiri. Ya. Karena secara psikologis jika seseorang tidak sehat, otomatis seluruh kehidupannya juga tidak menarik untuk dikunjungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang aku bingung, kenapa selalu berpikir negatif?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa aku tidak memandang permasalahan dari banyak sisi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku benci jika otakku tidak bekerja. Mati gerk. Karena aku tahu hal seperti itu tidak membantu tumbuh kembangku menjadi seorang manusia. Aku benci mengangur. Karena pengangguran adalah sesuatu yang memuakkan, tidak berguna untuk siapa-siapa. Bahkan bisa dikatakan sebagai parasit kehidupan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hoi, dunia tu luas! Gak cuma selebar daun kelor!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yo ngerti, tapi dunia tu belum tak taklukin! Aku masih pengeenn ngerti semua yang aku gak ngerti! Aku dibunuh perlahan-lahan sama rasa penasaran kaya gini. Semakin nganggur, semakin bosan, ujung-ujungnya mikir jelek. Negatif thiking! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AAARRRGHHHH!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ndak mau aku digerogoti penyakit kaya gini, aku harus ngubah pikiran-pikiran jelekku. Tapi harus mulai dari mana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya dari mulai berpikir positif tho yo…. (yang ini kata temen SMP ku)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa tu sebenernya bagaimana cara pandang orang aja menilai itu, coz ga sepenuhnya orang yang dewasa itu bisa bener-bener menjadi 100% dewasa… (yang ini kata temen kuliahku)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tesis : Negatif thinking datang waktu kita lagi sendiri. Tapi belum tentu waktu ada masalah. Bisa iya, bisa tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anti tesis : Negatif thinking datang pas kita tidak sendiri. Biasanya kalo ada masalah kita langsung kemrungsung, bingung dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku takut menjadi seorang yang filosofis, filsafatis, terlalu mengajukan apa, kenapa, mengapa begitu, mengapa begini? &lt;br /&gt;Aku suka mengejar apa yang seharusnya menjadi hak-ku! Jawabanku! Aku bukan orang yang begitu gampang menyerahkan hidupku pada takdir. Memang takdir tidak bisa diubah, tapi nasib bisa diubah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup selalu untuk memilih, dilema yang sarkastis! Menghadapi polemik-polemik membosankan sekaligus menantang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kehidupan itu kejam. Tertawalah sebab seluruh dunia akan tertawa denganmu tapi jangan kamu menangis, sebab kamu akan menangis sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia diatur oleh sebuah hukum. Namanya hukum alam. Hukum rimba. Yang luar biasa kejam dan licik. Homo homini lupus. Seseorang dianggap serigala oleh manusia lainnya. Bener? Betul? Ya! Kalau semua orang tidak berpikir seperti itu, sepertinya tukang parkir dan tulisan HARAP KUNCI SEPEDA MOTOR tidak dibutuhkan lagi! Hehehe…&lt;br /&gt;Dari situ bisa dilihat, sebenarnya manusia itu selalu berpikir negative dulu. Aku bilang, “BISA DILIHAT”. Aku tidak buru-buru menyimpulkan. &lt;br /&gt;Pertanyaanya: Bisakah hal ini saya sebut sebagai sikap dewasa?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa iya kita belum menaklukan apa yang kita pengeni? Kata temenku  lagi, kita belum tau karena kita belum mencapai itu. Karena kita jadi seperti ini juga karena dibentuk oleh lingkungan kita.&lt;br /&gt;Kenapa kita tidak berani bermimpi dan… yah, katakanlah itu sebagai suatu mimpi, keinginan, niat, cita-cita, bualan kalau perlu!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-559792850653919104?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/559792850653919104/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=559792850653919104' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/559792850653919104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/559792850653919104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2009/03/dewasa.html' title='DeWaSa'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-7167462904185675081</id><published>2009-03-06T19:31:00.001-08:00</published><updated>2009-03-06T19:31:38.786-08:00</updated><title type='text'>Awal Kuliah Saya</title><content type='html'>Critanya sih mau makan, habis belajar kelompok bareng gitu ama Cweetie and Luvelly.. Itu tuh si Yoshela and Widy, konco aku di Faculty of Law, hehehe..&lt;br /&gt;Mau cari makan di Citra, terus langsung parkir motor, ntar tunggu yang mau keluar, nah gue sempetin deh liat sandalnya Yosh2, gue pikir, Ih ntu sandal keren banget, mirip kaya sandal gue yang udah lama banget, pikirnya ntar ah abis ini liat-liat sandal model gitu, kalo ada yang cocok beli ah, warnanya cokelat manis gitu deh, modelnya sederhana tapi sopan gitu. &lt;br /&gt;Nah, tu dah dapet parkir, persis dapet buat 2 motor! Motor gue ama motor Yosh2, e mau parkir kaki si Yosh2 nubruk plang oranye yang buat tanda stop parkir itu, alhasil tali cepit sandal nya putus deh,, hehehe sumpah ngakak deh gue ngakakin dia, Widy juga, apalagi! Hahahaha,, kaciannn banget wajah Yosh2 udah gitu dikatawain pula ama tukang parkir nya itu! Resseeee…&lt;br /&gt;Wajah nya Yosh2 udah kaya kepiting rebus deh, dia tengsin abis diketawain and diliat sana-sini, hahaha…&lt;br /&gt;Langsung deh si Yosh2 minta pulang, cari makan aja di warung katanya… Huahahaha…&lt;br /&gt;Dah deh, lu orang tunggu di sini dulu! Gue ama Widy cariin lu sandal dolo.. Dasar tragedi sandal pedot sialannn!! Hehehe…&lt;br /&gt;Masuk deh kita ke Gelael, tanya ama mas-mas botak yang di depan stand obat, “ Mas, sandal jepit di mana ya?” tanya gue. “Oh, itu Dek, belakang ndiri deket plastik-plastik sebelah kanan.” “OK, thank you Mas!”&lt;br /&gt;Lari-lari deh gue ama Widy ke belakang, Hoh, mana sendalnya? Tanya deh ama si mbak yang jaga counter makanan, jawabnya “ O maap Mba’, sandal jepit kita abis!”&lt;br /&gt;Huuuuuh reseeekkkk bilang dong dari tadi!! Hih..&lt;br /&gt;Lari lagi kita ke Bata, liat sandal cepit jelek, udah gak mutu modelnya terus yang paling parah, warnanya pink! Ceh, si Yosh2 terima nyokor deh daripada pake barang bernuansa pik-pink gitu! Hehe.. Anti deh, weisss sama kaya gue!&lt;br /&gt;Pusing si Widy ngikutin gue, gue bilang ,” Eh cariin aja yang di depan Citra, yang sandal-sendal cowok itu luh, sapa tau ada!” Widy langsung ngacir aja tuh, tanda setuju biasanya. Hehe, gobloknya kita bukan ke depan Citra malah ke belakang. Hahaha ya gimana lagi namanya orang panic tanda kebingungan dan setia kawan! Hehe..&lt;br /&gt;Mau keluar eh salah jalan lagi! Kami udah persis kaya pelaku uang kaget yang di SCTV tu lho,, persis banget, lari-lari di mall, jadi pusat perhatian orang segedung! Hoho..&lt;br /&gt;Keren kan, itung-itung cari sensasi! Hahaha.. Kidding2..&lt;br /&gt;Terus untungnya ada yang jual sandal gitu di tengah-tengah mall gitu, kaya pameran gitu, langsung nyerbu mas yang jual,tanpa basa-basi, tanpa tedeng aling-aling : “ Mas, sandal yang paling murah brapa ya? Mana ya?” Gitu.. Si Mas yang lagi nata sandal cuma melongo “ Hah???”&lt;br /&gt;“Iya Mas, yang paling murah mana? Cepet donk Mas! Teman gue lagi di luar nih ga brani masuk mall, sendalnya jebol!” Hahaha&lt;br /&gt;Si Mas langsung ngakak and pertanda pengertian, “ O……. Ini Dek, yang bagian ini ke bawah harganya 25 ribu” kata Si Mas sambil nunjukin rak sepatu sebelah kanannya.&lt;br /&gt;Widi langsung oye2 aja angguk angguk gitu, “Ya udah kita beli yang ini, ukuran 38 ya Mas!” dan Widy pun langsung membayar…&lt;br /&gt;Gue sambung “ Mas ntar kalo kekecilan ato kegedean boleh ditukar ya!”&lt;br /&gt;Si Mas cuma nyengir…&lt;br /&gt;And the story goes…&lt;br /&gt;Dapet dehhhhhhh. Singkat cerita. Dan si Yosh2 tersenyum bahagia memakai sandal tersebut walaupun agak kesempitan… Hahahahaha… Tanggal 2 Oktober yang penuh warna….. Abis itu kita makan-makan terus jenk-jenk gitu, terus beli baju kembar 3 gituh, muga-muga besuk Rabu kalo dipake gak disangka anak panti deh….&lt;br /&gt;Amiiiinnn.. Oya lupa Puny juga mau ngucapin Met Idul Fitri deh buat teman-teman yang merayakan, muun maap laer batin, kalo Puny punya salah yang selalu disengaja hehe, dimaapin yaa…. GBU all.. =)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-7167462904185675081?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/7167462904185675081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=7167462904185675081' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/7167462904185675081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/7167462904185675081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2009/03/awal-kuliah-saya.html' title='Awal Kuliah Saya'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-1720926635203941203</id><published>2009-03-06T19:30:00.001-08:00</published><updated>2009-03-06T19:30:44.894-08:00</updated><title type='text'>Surat Buat Tuhan</title><content type='html'>Surat Buat Tuhan&lt;br /&gt;Title : Patah Jiwa&lt;br /&gt;Date, Time : 18.2.09, 2 p.m&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan tau, kalo judul novel Mira W “Tersuruk Dalam Lumpur Cinta”, kalo aku lebih tragis, mungkin aku habis ini mau buat novel judul’e “Terseok Dalam Kubangan Lumpur”!&lt;br /&gt;Hahaha…&lt;br /&gt;Lha wis pie tho, saat aku emang udah bener-bener menthok sama orang tapi yang diarepke ndak isa ngimbangi aku? Apa ya cinta kudu dipaksain? Aku emang cinta dia, aku sayang dia, tapi kalo dia ndak sama ngrasain apa yang aku rasa? Tuhan.. apa ini cobaan awal buat aku sama dia? Aku sedih Tuhan. Jujur aku sangat terpukul sekali. Aku tidak tahu, apa aku masih sanggup jalani hari esok buat menyelesaikan masalah demi masalah. Tapi yang perlu Tuhan tahu, aku ingin menjalani ini dengan dia Tuhan. Cuma dengan dia seorang.. Sudah habis apa yang mau aku lakukan, sebisa mungkin aku memohon kalo Tuhan punya kehendak biar aku mati daripada menanggung sakit daripada dia juga. Jangan Tuhan temukan aku dengan orang yang aku cinta tapi pada akhirnya kami dipisahkan. Permohonanku sederhana dan jelas Tuhan. Aku ingin dia jadi milikku. Jadi suamiku. Jadi menantu untuk orangtuaku. Jadi ayah untuk anakku. Aku sadar Tuhan kami memiliki ribuan mungkin jutaan perbedaan tapi aku minta Tuhan mukjizat Tuhan biar perbedaan itu menjadi sesuatu yang unik dan bekal untuk saling melengkapi kekurangan kami…Jangan pisahkan kami Tuhan, kalau Tuhan memang mau memisahkan kami biarlah malaikat maut-Mu yang melakukan itu…&lt;br /&gt;Aku ndak tahu Tuhan setelah ini pikiran dan hati dia jadi apa sama aku. Aku udah pasrahin semua sama Tuhan… Aku pasrahin hidup sama Tuhan, aku toh ndak punya andil apa-apa di hidup ini. Yang tahu Tuhan semua. Aku ndak benci sama Tuhan karna Tuhan dah manggil dia. Aku dah anggep dia sekolah da Amerika pa mana yang aku ndak bakal ketemu dia lagi. Aku ya dah coba buat ikhlas og Tuhan. Aku sekarang mbo’k temuin sama yang ini. Terus aku mau mbo’k tuntun ke mana lagi Tuhan? Jalan’e becek gini, ndak ada ojek, Lumpur kabeh.&lt;br /&gt;Bales ya Tuhan? Ni surat cuma buat Tuhan, dibaca ya Tuhan? Aku dah ngetik  malem-malem gini, jangan nak dibales ya Tuhan? Tak tunggu pokok’e jawaban’e Tuhan buat aku..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-1720926635203941203?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/1720926635203941203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=1720926635203941203' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/1720926635203941203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/1720926635203941203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2009/03/surat-buat-tuhan.html' title='Surat Buat Tuhan'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-5315900209619045659</id><published>2009-03-06T19:28:00.000-08:00</published><updated>2009-03-06T19:30:06.391-08:00</updated><title type='text'>Pernah bayangin nikah muda?</title><content type='html'>Pernah bayangin nikah muda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam benak kita di jaman serba modern ini nikah muda dianggap sesuatu yang “Aduh, gimana gitu..” Apalagi kalau disertai embel-embel udah MBA (Married By Accident) alias keelakaan atau hamil di luar nikah. Duh, bayangin aja udah ngeri, apalagi kalo ngadepin masalah gitu, kayaknya aduh mak.. Belum siap dehh..&lt;br /&gt;Dituntut tanggung jawab dan kewajiban yang sangat besar. Pertanyaannya, mampu nggak kita ngadepin kaya gitu?&lt;br /&gt;Kalo enggak sih ya mending ga usah, ga usah coba-coba!&lt;br /&gt;Kalo pun udah berani nyoba itu juga harus siap nerima segala resikonya, apapun itu!&lt;br /&gt;Aku punya temen, sebut aja namanya Mawar (duh, kaya di surat kabar aja!), dia seumuran sama aku, malah lebih muda beberapa bulan daripada aku.&lt;br /&gt;Kehidupan dia dari remaja udah gak normal aku pikir. Ya, orangtuanya cerai terus ibunya menikah lagi, Mawar dan adik perempuaanya ikut bersama ayahnya. Mawar mempunyai seorang kekasih, cukup lama menjalin hubungan dengan pria ini yang juga kakak kelas kami. Sebut saja namanya Robert. &lt;br /&gt;Namun setelah lulus SMU, Robert melanjutkan studinya di Negeri Bambu.&lt;br /&gt;Berat hati Mawar melepas kepergian sang kekasih yang telah menemani hidupnya selama 3 tahun belakangan ini. Kasih memang tak mengenal jarak, hubungan mereka tetap berjalan sehalus dan serapi mungkin. Alat komunikasi canggih seperti Handphone hingga internet tidak pernah absen menemani hari-hari mereka. Foto terbaru mereka selalu dikirim kepada pasangannya. Mereka selalu berkomunikasi dengan sangat baik, menurutku. &lt;br /&gt;Dan mereka selalu menjaga komitmen mereka masing-masing. Aku sangat salut dengan mereka. Saling percaya dan saling mencintai. &lt;br /&gt;Tapi, nah ini yang tidak enak.. Karena pada setiap apa selalu ada kata tapi. Tapi rasa mencintai yang berlebihan juga tidak baik. Rasa yang berlebihan itu semakin merobek relung mereka. Singkat cerita mereka berpisah karena memang sulit untuk menjalin hubungan jarak jauh. Jikalau adapun pasti sangat sulit. Kepercayaan yang terlalu dipupuk lama-lama juga overdosis sehingga mereka memilih kata paling akhir, yaitu mencintai tidak memiliki. Pahit memang untuk mengatakan berpisah. Bagi mereka, mencintai ialah saaat mereka bisa melihat pasangan mereka tersenyum meskipun pasangannya itu bersama orang lain. Teorinya memang benar, kelihatan tegar saat mengatakan itu, tapi nyatanya? Faktanya apa? Sulit, sangat sulit.&lt;br /&gt;Mawar orang yang sangat dewasa, disiplin, dan ia kuat. Tegar. Dalam keadaanya yang serba berat itu ia masih menyempatkan diri untuk mengurus rumah, semua pekerjaan rumah ia kerjakan tanpa meminta imbalan. Ia anak yang prihatin terhadap ayahnya. Saat ayahnya dalam keadaan sulit, ia selalu membuat ayahnya merasa nyaman dengan keadaannya. Ia melakukan semua pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci, hingga mencabut rumput di halaman depan rumahnya. Ia senang sekali memasak, bahkan masakannya ia jual di sekolah untuk menambah kebutuhan keluarganya. Setelah lulus SMA, di saat setiap teman kami berangan hendak melanjutkan studi ke perguruan tinggi terkenal A, B, C atau D ia dengan santai berkata, “ Belum tahu aku mau lanjut atau mau kerja saja.”&lt;br /&gt;Kerja? Kerja apa kau dengan ijazah SMA?&lt;br /&gt;Ya itulah Mawar. Gigih, pantang menyeah sebelum mencoba. Cita-citanya menjadi ibu rumah tangga yang baik dan mengurus/mengasuh anaknya beserta suaminya kelak. Aku sendiri juga tidak ngeh mendengar cita-cita ini. Tapi aku bilang, apa yang kita ucapkan ialah doa untuk kita sendiri dan semoga itulah yang akan terjadi. Alam akan membawa kita pada hal-hal yang kita pikirkan. Itu yang disebut dengan law of attraction. Hukum tarik menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke, kembali ke cerita Mawar itu tadi.&lt;br /&gt;Setelah 4, 5 bulan berjalan dan kami tidak memutuskan tali komunikasi kami, kami tetap saling contact, melalui email, friendster atau SMS. Kami saling bertukar cerita. Mengenai aku, dia, dan semua yang dapat kami ungkapkan. Dia selalu memberi dukungan dan saran hingga kritik terhadap aku, apapun bentuknya, seperti doa dan semangat. Aku melihat semangat yang begitu kuat dari dirinya. Ah, betapa beruntungnya aku mengenal orang seperti Mawar. Setelah perpisahan di SMA itu, kami berpelukan untuk yang terakhir kali dan mengatakan bahwa kami akan bertemu kelak jika kami sudah sama-sama menjadi “orang” yang sukses, mempunyai keluarga bahkan anak, canda dan tawa kami waktu itu masih tersimpan jelas di pikiranku.&lt;br /&gt;Selang waktu itu dia pun selalu bercerita mengenai kehidupannya sekarang. Mawar pindah ke Surabaya sejak lulus. Begitu pula dengan adiknya. Waktu itu ia berkata bahwa mimpinya mempunyai restoran, tapi menurutnya tidak mungkin jika mempunyai resto yang sukses tapi tidak mempunyai pengalaman dan modal yang kuat. Oleh karena itu ia memutuskan untuk menjadi karayawati di beberapa resto, dsb. Okelah kawan, jika itu mimpimu dan hal itu bias membuat mimpimu terwujud ya kenapa tidak? Toh pekerjaan itu tetap halal, begitu kataku.&lt;br /&gt;Semua keluh kesahnya hidup di kota besar dan metropolis seperti Surabaya sudah aku dengar, seperti saat di saat ayahnya sedang meniti karir dari nol membuka toko listrik di rumahnya, belum genap dua minggu, tokonya sudah disatroni tamu tak diundang. Betapa naasnya hidup Mawar. Mereka hidup tidak mewah namun juga tidak kekurangan. Gara-gara kejadian itu ia mengurungkan niatnya yang waktu itu sedang ingin mengikuti banyak kursus, karena sudah jelas keluarga mereka sedang kekurangan uang. Jangankan kuliah, untuk mengikuti kursus pun Mawar tidak berani. Ia lebih mengutamakan sekolah adiknya daripada untuk biaya dirinya.&lt;br /&gt;Aku trenyuh.&lt;br /&gt;Sebulan aku sibuk hingga aku kami pun tidak saling komunikasi, kabar yang kudengar terakhir ia mendaftar pada suatu perguruan tinggi swasta di sana setelah dipaksa oleh ayahnya. Okelah, semoga sukses kawan!&lt;br /&gt;Itu pun dia sudah telat dalam pendaftaran kali itu.&lt;br /&gt;Aku hanya mesem.&lt;br /&gt;Dua bulan kemudian aku mendengar bahwa dirinya memang sudah tidak bisa bersatu dengan kekasihnya, Robert, karena dipaksakan bagaimanapun memang ternyata hanya menimbulkan sakit luar biasa pada benak mereka. Kabar itu aku dengar tidak pada saat itu juga, jadi sudah agak lama baru aku dikabarinya. Kabar itu sudah cukup membuatku kaget setengah mati belum lagi kabar yang kedua bahwa Mawar sedang dijodohkan dengan anak kenalan neneknya yang lebih tua 11 tahun dengan dirinya! Oh my God! Kabar apalagi ini?&lt;br /&gt;Pada awalnya memang aku yang jadi konsultan cintanya dengan Hendra, kekasih barunya itu. Setiap masalah yang terjadi pada Mawar selalu ditumpahkan kepadaku dan akulah yang akhirnya menjadi penasihatnya…&lt;br /&gt;Oke..Oke untuk hal seperti ini aku dan Mawar memang lumayan jago, tapi Mawar untuk dirinya sendiri ia masih membutuhkan orang lain, dan orang lain itu adalah aku!&lt;br /&gt;Permasalahan tanggapan karena berbeda umur memang sering menjadi pokok utama. Ia menganggap Hendra terlalu tua sehingga tidak mengerti perasaan si Mawar yang lebih muda.  Ya aku bilang saja, karena dia tua makanya dia tidak mengurusi hal-hal seperti yang kamu inginkan. Hiburku waktu itu. Seperti masalah cemburu, selingkuh dengan si A atau si B sudah bukan menjadi urusan Hendra sekarang.&lt;br /&gt;Curhat semacam itu sudah biasa di mataku jadi aku tidak kaget lagi setiap ada SMS masuk dengan nama pengirim : Mawar.&lt;br /&gt;Suatu hari di siang bolong aa SMS dari dirinya yang mengabarkan bahwa dirinya akan menikah akhir bulan ini dengan Hendra karena dirinya tengah mengandung anak Hendra dan sudah jalan dua bulan masa kehamilannya! Benar-benar berita fantastis!&lt;br /&gt;Demi Tuhan yang kukhawatirkan sekarang ialah janin yang tengah dikandung! BUKAN YANG LAIN!! Aku saat itu tidak peduli dengan dirinya dan hubungannnya dengan keluarganya, ataupun mengenai pernikahannya atau apanya! Aku tidak urusan dengan hal semacam itu! Bayi yang anugerah dari Tuhan itu bahkan tidak mengerti apa-apa! Sedangkan ibunya juga tidak tahu apa-apa mengenai dirinya dan anaknya! Gila. Benar-benar gila!&lt;br /&gt;Tak bisa kubayangkan wajah Mawar saat ini. Tapi ketika kutanyakan mengenai bagaimana rasanya? Mengapa bisa begitu? Lalu apa yang hendak kau lakukan? Dan sebagainya..&lt;br /&gt;Ia menjawab dengan santai..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya sudah terlanjur… Mau apa lagi…&lt;br /&gt;Rasanya yaaaa tidak enak…Mual, ingin muntah…&lt;br /&gt;Setelah ini bla…bla..bla…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau menyesal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TIDAK.&lt;br /&gt;AKU TIDAK MENYESAL.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaget lagi aku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“AKU TIDAK MENYESAL TELAH MELAKUKANNYA KARENA PADA SAAT ITU KAMI MELAKUKAN DENGAN KESADARAN PENUH, SAMA-SAMA MAU DAN AKU TIDAK MERASA TERBEBANI DENGAN ANAK YANG TENGAH BERJUANG HIDUP INI KARENA AKU MENGINGINKANNYA MESKIPUN PADA AWALNYA MEMANG TIDAK.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah,  Mawar pada awalnya tidak menginginkannya.. Tapi ia sadar bahwa ia telah melakukan suatu kesalahan besar dalam hidupnya dan sekarang ia tidak mau mengulang kesalahannya lagi. Tidak mau.&lt;br /&gt;Keputusannya ia akan nikah muda, ia mengetahui segala resikonuya dan ia siap untuk itu. Betapa tegar nyalinya mengarungi kehidupan yang kejam ini. Jika aku yang menjadi dia, belum tentu aku mampu menghadapinya. Karena cobaan berat itu meskipun kita sudah tahu, akan masih ada yang lebih menyulitkan kita. Jika kau punya mimpi dan aku harap mimpi itu indah sehingga apa yang kau inginkan memang benar-benar terjadi. Sesaat aku tercenung memikirkan kehidupan Mawar kelak. Namun hari yang dilalui Mawar sudah dimulai dengan banyak problema dari intern maupun ekstren. Kadang berita yang dibawa padaku sampai saat ini bertema kebahagiaan, tapi tidak jarang berita yang disodorkan padaku merupakan berita yang juga membuat kepala sedikit berat untuk memikirkannya. Sempat ingin menangis juga mendengar kabar seperti itu, di mana Mawar mulai melewati masa-masa sulitnya dalam kehidupan dua keluarga yang mempunyai karep (keinginan) sendiri-sendiri. Lalu penengah macam apa yang diharapkan Mawar saat ini? Aku sebagai kawan cuma bisa mendoakannya supaya kehidupannya membaik dan terus membaik dan semoga saja mimpi Mawar semakin indah…&lt;br /&gt;Masalahnya ialah nikah muda, kata lainnya nikah dini, dan sebagainya, aku tidak tahu istilah apa yang dipakai orang jaman sekarang. Ketika orang, hm.. Aku sebut saja pasangan. Oke? Ketika sepasang insan memutuskan untuk mengikat dirinya sebagai suami istri, itu artinya mereka telah berani memutuskan bahwa komitmen yang akan dijalani berlaku seumur hidup, karena apa yang akan dilakukan suami istri tentunya akan terpatri seumur hidup pada history (sejarah) seseorang kelak hingga ajal menjemput. Ketika komitmen itu mengeras dan dipenuhi tekad yang sangat bulat, mereka harus sudah dituntut untuk mempertanggungjawabkan segala kewajibannya sebagai suami atau istri, sebagai orangtua, sebagai panutan, teladan, sebagai masyarakat, sebagai salah satu bagian kecil dalam sebuah keluarga besar, hingga sebagai mahkluk ciptaan Tuhan dalam usia dini…&lt;br /&gt;Pernikahan tidak ada salahnya. Kalau embel-embelnya dini?&lt;br /&gt;Apakah masih salah? Menurutku tidak juga selama mereka MAMPU itu tadi. Sudah rela dan menyanggupi semua syarat yang diajukan. Ketika seorang yang muda dan itu adalah usia di mana ia menikmati masa muda dengan mimpi-mimpi seperti oranglain, studi misalnya, dan sebagainya, ada juga orang ini yang mau menghadapi bahtera keluarga. Aku belum mengalaminya jadi aku tidak bisa berkata banyak. Mungkin khususnya bagi wanita, menjadi ibu rumah tangga ialah sesuatu yang kalem dan wajar. Menikah adalah impian setiap wanita. Punya anak, apalagi. Rasanya memang belum menjadi seorang wanita jika belum melahirkan. Tapi permasalahannya ialah letak waktunya. Mungkin nggak di jaman sekarang yang serba susah gini orang masih bercita-cita seperti itu? Mampu secara fisik, okelah. Mampu secara batin? Hm….. Aku cuma mikir apa jadinya orang melihat aku?  Mampu secara materiil? Lha ini…………. Sektor paling berat ada di sini deh….  Bisa dilanjutkan sendiri jawabannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-5315900209619045659?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/5315900209619045659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=5315900209619045659' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/5315900209619045659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/5315900209619045659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2009/03/pernah-bayangin-nikah-muda.html' title='Pernah bayangin nikah muda?'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-2060298918521367484</id><published>2008-07-31T23:24:00.000-07:00</published><updated>2008-07-31T23:28:49.558-07:00</updated><title type='text'>sederhana teman sejati</title><content type='html'>Cuma teman sejati yang gak penah mati.&lt;br /&gt;Teman yang tidak pilih kasih itu teman sejati.&lt;br /&gt;Teman yang rela berkorban itu teman sejati.&lt;br /&gt;Teman yang memikirkan temannya itu teman sejati.&lt;br /&gt;Teman yang selalu ada walaupun jarak memisahkan itu teman sejati.&lt;br /&gt;Teman yang sedikit tetapi benar memahami kita lebih baik daripada&lt;br /&gt;teman yang banyak tetapi tidak memahami.&lt;br /&gt;Teman tidak pergi saat kita membutuhkan.&lt;br /&gt;Teman tidak mengatur hidup kita.&lt;br /&gt;Teman bukan sahabat yang harus sehidup semati.&lt;br /&gt;Teman tidak mengritik kita tetapi memberi solusi.&lt;br /&gt;Teman memberi kebebasan, bukan mengurung kita dalam suatu kemunafikan.&lt;br /&gt;Teman bukan mengekang melainkan memberi kenyamanan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-2060298918521367484?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/2060298918521367484/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=2060298918521367484' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/2060298918521367484'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/2060298918521367484'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2008/07/sederhana-teman-sejati.html' title='sederhana teman sejati'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-8706866178627785241</id><published>2008-07-20T18:44:00.000-07:00</published><updated>2008-07-20T18:59:13.629-07:00</updated><title type='text'>Trandsetter!! Sabun Lux juga Bisa Jadi Shampoo!!</title><content type='html'>Critanya sih agak – agak senewen gitu mikirin temen SMP gue..&lt;br /&gt;Gara – gara nya mau kuliah aja sampe senewen.. Lah, apa hubungannya coba? Ada dunk.. Tiap masalah pasti ada sebab akibatnya.. Pengennya si satu Universitas gitu sama temen – temen semasa SMP.. Sukur – sukur juga bisa satu Fakultas.. Tapi kok hawanya Tuhan gak ngijinin ya.. Lha udah gimana.. Taun ini kayaknya dikit banget yang masuk FH Unika… Ada si Bebek tuh yang juga masuk FH.. Tp sedihnya ya itu.. Gak satu Univ.. Setelah dilakukan berbagai cara and menyogok sana – sini dengan segenep hati ( alah,,,) akhirnya mau juga tuh Bebek masuk Unika… Fiuh.. Thank’s bgt ya Bek, gue gak bisa ungkapin say thank’s gue ke lu kalo lu bener – bener mau ngorbanin UNDIP, ITS, and UBAYA lu ntuk menuhi janji lu buat nemenin gue di Unika.. Fuh.. thanks juga buat si Nona Balerina yang udah mau bantu gue ngebujukin Bebek buat masuk Unika.. Tapi dasar nasib tuh gak kemana, Pun..&lt;br /&gt;Gini – gini, musti masih pada gak mudeng yah sama sapa gitu Nona Balerina tuh.. ya itu tadi, Nona Balerina teh temen dari SD gitu.. Trus critanya dia masuk Akuntansi.. Lah, sah2 aja kan kalo dia juga bantu Puni ngejakin Bebek masuk Unika.. Duh, demi Tuhan,,ngajak Bebek tu lebih sulit daripada ngerjain soal UN kemarin!! Sumpe.. Cuma gara – gara ada mantan ceweknya aja dia ngerelain pindah ke Suroboyo.. Tengil banget tuh Bebek satu tuh! Padahal jelas – jelas nih ya Bek, gue puterin satu kali lagi apa aja faedahnya lu kuliah di Semarang :&lt;br /&gt;C’ mon read it kalo masih tanya, apa seh enaknya di Unika :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ada GUE.. jelas banget partner Anda 4 tahun ke depan udah terjamin.. GUE kan rajin, keren, beken, cakep, ngumpulin tugas tepat waktu, selalu dengerin Guru gitu lho, Bek.. ( suer gue yakin 100% kalo lu lagi baca blog gue yang ini so pasti  udah muntah – muntah..^^)&lt;br /&gt;2. Ada Bokap lu, Bapak Haryanto, S.H Lawyer terkemuka plus Dosen S2 di UNDIP and UNIKA yang setiap waktu setiap saat siap membanu dan mendampingi kapan aja dimana aja lu berada.. Gile..Kurang apa, Bek?&lt;br /&gt;3. Di Unika ntar bakal ketemu Dhedhes, Nia, Elin, Tonk2, GUE!! Sobat lu sejak duduk di bangku SMP.. Kurang apa,Bek? (sumpeh kalo lu pindah Sby tuh TEGEL PISAN, euy..)&lt;br /&gt;4. Kehidupan and jajanan Semarang terkenal MURAH!! Udah pasti!! Terbukti! Gak usah pake kos2an segala..&lt;br /&gt;5. Bingung sama mantan lu? Duh Bek.. Hari gini pusing ama jatuh cintrong? Buka mata buka telinga, Bos..^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang apa sih Bek? Busyet dah..&lt;br /&gt;Serius seneng banget gue kalo akhirnya lu bener – bener masuk Unika, Bek.. Fiuh, dunia terasa menyenangkan.. Hahaha..&lt;br /&gt;Selesai uda satu perkara, eh datang lagi deh perkara yang lain.. Masak si Dhedhes Balerina kecil tuh mau pindah UnPad Bandung!! Gimana gak stress mikirin manusia satu tuh!! Huh.. Keki abis..  Jelas keki gitu orang dia udah pasti – pasti banget ngeyakinin gue mau di SMG eh taunya gak pake bilang – bilang gue lagi kalo mau pindah Bandung! Nyebelin gak seh! Padahal uda mikir sampe OSPEK and sewa kos sgala! Sumpah Dhes kalo lu baca blog gue, LU EMANG GILA!! Lu tau gue nulis ni  blog sambil kremus2 makan usus goreng saking gemes nya gue ama lu! $)%*&amp;!!&lt;br /&gt;Sialnya gara – gara ngelamunin gimana caranya biar Dhedhes tetep di Semarang sampe pagi – pagi buta gue mandi.. Eh.. Kudunya rambut gue yang udah bersih wangi semerbak pake sampo kakak gue ( sorry ce, sampo lu gue abis2in!) hehe.. merknya kalo gak salah : Pantene Pro – V Hair Fall Control Shampoo ( bau nya asik, bo!) btw kok gue jadi iklan gini.. Suer baunya bikin seger gitu..Kapan – kapan cobain deh.. Seru wanginya! Duh gue udah persis banget jadi bintang iklan shampoo Pantene! Terus yah itu, sambil ngelamunin cari cara biar Dhedhes di SMG aja gue sampe bilang sama hati gue sendiri, “ Siapa aja yang bisa bikin Dhedhes tetep di SMG, gue bakal berterimakaih banget sama lu orang!!”&lt;br /&gt;Jeleknya sambil mo’on – mo’on gak ada tujuannya gitu gue dengan santainya mengusapkan Lux Vibrant Citrus nya kakak gue ke rambut gue!! Sableng banget! Akhirnya gue sadar kalo sabun Lux wangi Orange feat Kiwi and Grapefruit itu udah berbusa tinggi di kepala gue.. Hebat khan…&lt;br /&gt;Alhasil sampe gue kelar mandi rambut gue masih bau – bau jeruk gitu.. Hahah..&lt;br /&gt;Pusing gue mikir temen ampe bener – bener blank..&lt;br /&gt;Buat Be2k and Dhedhes.. Ini gara – gara lu pada, tauk??!&lt;br /&gt;Huhuhuhu..&lt;br /&gt;Dasar jangkriik lu pada.. Eh, ujung – ujungnya kelar mandi, HP gue bunyi tuh.. SMS nya Dhedhes, dy Cuma bilang kalo dia gak ketrima UnPad dia bakal tetep di Unika.. ( Demi Tuhan mungkin kalian pada ngira gue jaat banged, tapi kali ini gue mohon2 gitu sama Tuhan biar si Dhedhes gak ketrima di UnPad!) =&lt; jelek ya gue?? Kikikikik.. &lt;br /&gt;Panik banget deh gue kemarin sampe SMS Elin ( motorik EG ) biasaaa laaa.. Elin gitu, sapa sheh yg gak luluh?! He2.. Elin juga SMS Dhedhes, intinya ya itu tadi.. Pokoknya Dhedhes kudu di Semarang. Titik. Gak pake koma!!&lt;br /&gt;Fuh.. Lin.. Moga – moga Dhedhes nurut ama omongan lu…. Nangis darah deh kalo gak.. =(&lt;br /&gt;Asal lu pada tau.. Gue bener – bener ngarepin kalian pada di Semarang ja.. Unika, Unika, bravo Unika! Hohoho…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-8706866178627785241?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/8706866178627785241/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=8706866178627785241' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/8706866178627785241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/8706866178627785241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2008/07/trandsetter-sabun-lux-juga-bisa-jadi.html' title='Trandsetter!! Sabun Lux juga Bisa Jadi Shampoo!!'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-301003112542726547</id><published>2008-07-13T23:27:00.000-07:00</published><updated>2008-07-13T23:29:31.101-07:00</updated><title type='text'>no title</title><content type='html'>Nantinya aku bakal melebur bersama debu – debu itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau lihat aku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih bercumbu aku dengan senyap dalam debu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pusingkan kesepianku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lagi monoton dengan orang – orang berjas&lt;br /&gt;dan berdasi lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau ingat saat aku menjadi seperti mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau sepertinya sudah lupa seperti apa rupaku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-301003112542726547?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/301003112542726547/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=301003112542726547' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/301003112542726547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/301003112542726547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2008/07/no-title.html' title='no title'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-4721066397864608936</id><published>2008-07-09T21:16:00.000-07:00</published><updated>2008-07-09T21:18:44.906-07:00</updated><title type='text'>Habis</title><content type='html'>Saat termenung mencari kurung&lt;br /&gt;Melukis sudut singgung&lt;br /&gt;yang tak rampung – rampung&lt;br /&gt;Suruh saja orang kampung&lt;br /&gt;Mengganti relung menjadi gunung&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-4721066397864608936?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/4721066397864608936/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=4721066397864608936' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/4721066397864608936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/4721066397864608936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2008/07/habis.html' title='Habis'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-8397048282848554380</id><published>2008-07-09T21:15:00.000-07:00</published><updated>2008-07-09T21:16:13.847-07:00</updated><title type='text'>Hujan (ku)</title><content type='html'>Kau pergi lagi&lt;br /&gt;Kau mendekat lagi&lt;br /&gt;Setelah itu pergi lagi&lt;br /&gt;Jauh&lt;br /&gt;Namun tak kembali lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau sapa hujan dalam aku&lt;br /&gt;Yang tak mau reda&lt;br /&gt;Hai, ini hujan justru deras lagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau pergi lagi&lt;br /&gt;Kau datang lagi&lt;br /&gt;Saat aku diam tertunggu&lt;br /&gt;Kau justru pergi lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari hujan yang menunggu&lt;br /&gt;Menemui luka yang menganga&lt;br /&gt;Lagi&lt;br /&gt;Tidak lagi dalam aku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-8397048282848554380?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/8397048282848554380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=8397048282848554380' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/8397048282848554380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/8397048282848554380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2008/07/hujan-ku.html' title='Hujan (ku)'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-5359712826783299711</id><published>2008-07-09T21:08:00.000-07:00</published><updated>2008-07-09T21:09:16.695-07:00</updated><title type='text'>Sama - Sama Mati</title><content type='html'>Hari ini akan menjadi esok&lt;br /&gt;Kau akan disebut besok, dulu, atau tahun lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tidak melihatku pada hari ini&lt;br /&gt;Apakah aku sudah mati?&lt;br /&gt;Kali – kali aku yang buta melihat engkau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah aku sudah mati?&lt;br /&gt;Barangkali hatiku yang tak melihat engkau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kau sedang mati?&lt;br /&gt;Malah kau guru yang mengajariku arti kematian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mati hari ini sama saja mati esok&lt;br /&gt;Toh hari ini akan menjadi esok&lt;br /&gt;Mungkin buatmu esok dan hari ini sama saja&lt;br /&gt;Sama – sama mati&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-5359712826783299711?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/5359712826783299711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=5359712826783299711' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/5359712826783299711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/5359712826783299711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2008/07/sama-sama-mati.html' title='Sama - Sama Mati'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-6318477850481337376</id><published>2008-07-09T20:53:00.000-07:00</published><updated>2008-07-09T21:01:29.079-07:00</updated><title type='text'>Dear Guangzhou</title><content type='html'>Jika tantangan ialah kamu&lt;br /&gt;Jika kesukaran adalah menemukamu&lt;br /&gt;Jika jatuh bangun adalah menuliskan namamu&lt;br /&gt;Maka sederhana menulis adalah pilihan ku &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun puisi dan novel bertabur namamu&lt;br /&gt;Aku hanya saja tidak berani menceritakan&lt;br /&gt;Tentang kamu pada dunia&lt;br /&gt;Hanya cukup aku dan selembar&lt;br /&gt;Bahkan berlembar – lembar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu aku akan lega&lt;br /&gt;Bahwa aku sudah menaklukan tantangan&lt;br /&gt;Bahwa aku dapat melewati kesukaran&lt;br /&gt;dan aku bangun dengan menulismu &lt;br /&gt;Dalam bambu kokoh di nafas mu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-6318477850481337376?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/6318477850481337376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=6318477850481337376' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/6318477850481337376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/6318477850481337376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2008/07/dear-guangzhou.html' title='Dear Guangzhou'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-6661457792004449549</id><published>2008-07-03T19:34:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T05:03:46.962-07:00</updated><title type='text'>KOPI dan HIDUP</title><content type='html'>Apa persamaan hidup dan kopi? Hayo, ada yang tau? Ada yang bisa jawab?&lt;br /&gt;Aku kadang berpikir hidup emang seperti kopi. Bagi yang membaca I hope kalian pada doyan kopi.. Yaa, minimal pernah nenggak kopi barang 1 gelas gitu..&lt;br /&gt;Buat pertama yang minum kopi pertama kali ada juga beberapa perasaan yang berbeda – beda. Ditilik dari usia pengonsumsi juga sih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada anak kecil yang tiru – tiru Ayahnya. Ia ingin sekali merasakan minuman berwarna hitam itu yang setiap pagi selalu menyita waktu Ayahnya barang 10 menit sebelum berangkat ke kantor. Setelah anak itu menenggak kopi, nyengir dia. Baru tahu rasa dia.&lt;br /&gt;“ Yah, Ayah kok suka minuman kayak ginian? Udah pait, item, gak enak lagi!” begitu celoteh si Anak sambil neloyor pergi mencari minuman favoritnya, air putih.&lt;br /&gt;Si Ayah hanya tersenyum mendengar itu.&lt;br /&gt;Lain juga dengan Si Ibu. Si Ibu yang mendampingi Si Ayah yang cukup sekian lama itu setiap hari tidak lelahnya ia bercakap. “ Yah, kopi itu kan tidak baik untuk kesehatan. Ayah kan sudah mulai berumur, kurangi kopi dong.. Kebanyakan kopi tidak baik lho, Yah. Bisa berakibat buruk bagi jantungmu.” Tapi tetap saja setiap pagi ada secangkir kopi yang sudah tersiap di meja makan. Selalu begitu. Dengan cangkir bening plus tatakan cangkir, hangat, tanpa sendok, tanpa ampas, tanpa gula. Begitu seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kalangan – kalangan tersendiri kopi sudah menjadi bagian dari hidup. Lho, kok bisa? Emangnya kenapa kok bisa begitu? Apa hubungannya dengan hidup? Kopi memang sudah menjadi candu hidup. Bahkan aku kadang merasa bahwa hidup seperti kopi, kopi seperti hidup.&lt;br /&gt;Kopi yang kita minum biasanya manis di awal, di permukaannya, di aromanya, di seluruh warnanya, terlihat begitu menggoda, ingin segera cepat – cepat dihabiskannya Si Hitam itu.&lt;br /&gt;Setelah di tenggorokan mulai ada perubahannya, rasa manis itu mulai sedikit asam dan menendang di tengah tenggorokan. Baru di kerongkongan kita merasa ditendang keras – keras oleh si empunya pahit itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sensasi inilah yang selalu dicari orang. Tak lekang oleh waktu. Rasa kopi itu – itu saja. Hanya pintar manusia saja yang mencari tambahan untuk mencampurkan kopi dengan banyak bahan lainnya. Ada yang dicampur gula, krimer, susu, rum, mocca, teh, ice cream, soda, dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;Tapi rasanya tetap saja, pahit di tenggorokan. Justru pahit itulah yang menjadi kenikmatan Si Peminum.&lt;br /&gt;Lebih tepatnya, manusia – manusia itu malah tidak ada yang berani menghilangkan rasa kopi yang khas tersebut! Hehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin dia mengonsumsi, semakin jelas dia tidak bisa meninggalkan kopi tersebut.&lt;br /&gt;Kopi memang candu, kopi memang menyesakkan lambung, kopi memang membawa petaka namun kopi mempunyai banyak manfaat di balik itu semua.&lt;br /&gt;Hidup kadang seperti kopi. Kadang kenikmatan yang bukan nikmat justru menjadi sesuatu yang perlu kita renungi, layaknya meminum kopi saat merenung. Merenunglah tentang hidup melalui kopi. Bukan menjadikan kopi pelampiasan. Namun kopi membuat kita menjadi fokus. Sebuah penelitian di Amerika mengatakan bahwa baiknya minumlah kopi 15 – 30 menit sebelum kalian bekerja atau melakukan wawancara dengan atasan Anda. Sebab dengan meminum kopi rangsangan kafein yang diterima oleh saraf / impuls kita menjadikan peredaran darah kita ke otak menjadi semakin lancar. Begitulah.&lt;br /&gt;Kadang hidup juga selalu dipesankan agar tidak selalu memaksakan kehendak. Lagi – lagi kita sangkutkan dengan kopi. Kopi yang rasanya seperti itu janganlah kita memasukkan banyak – banyak gula yang manis padanya. Kopi 1 bagian tetapi gula 3 bagian. Sungguh tidak imbang. Toh kopi tidak akan kehilangan rasanya. Selalu seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm, bukannya kita memang mencari sensasi itu?&lt;br /&gt;Kalau mau manis minum saja sirup atau limun, jangan kopi.&lt;br /&gt;Terbukti dengan semakin banyaknya warung, kedai, sampai café yang menjual minuman ini dengan berbagai jenisnya. Mulai dari kopi hangat dan kopi es. Kopi tubruk, kopi susu, kopi rum, kopi mocca, kopi jahe, kopi manis, kopi luwak dan segrendel nama – nama kopi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, hidup jadi seperti kopi bukan? Di saat kita sedang mengalami kepahitan hidup kadang kita tersenyum simpul saat menikmatinya, betul juga kalau kopi itu seperti hidup. Dicampur dengan apa saja kok tetap saja. Pahit.&lt;br /&gt;Pahit nya itu punya sensasi. Ya kalo hidup biasa disebut HIKMAH. Di mana terakhirnya kita merasakan ada sesuatu yang unik dan menyenangkan di balik kepahitan itu.&lt;br /&gt;Setuju?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-6661457792004449549?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/6661457792004449549/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=6661457792004449549' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/6661457792004449549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/6661457792004449549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2008/07/kopi-dan-hidup.html' title='KOPI dan HIDUP'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-8737093452037725418</id><published>2008-06-11T20:40:00.000-07:00</published><updated>2008-06-11T20:43:59.835-07:00</updated><title type='text'>Halo Pembaca!!</title><content type='html'>Salam, jadi bingung deh mau ngomong apa. Ngomongin politik, gak paham. Ngomongin BBM sampe serak juga gak ada solusi. Adanya semakin sengsara. Ngomongin tentang Ujian Nasional aja yuk. Biar gampang kita nyebutnya Ujian Akhir Nasional nya pake UAN aja..Tahun 2008 kemarin jadi saksi atas pembodohan siswa di Indonesia. Kita2 yang merasa anak kelas 6 SD, 3 SMP, dan 3 SMA khususnya merasakan adanya pembodohan siswa kali ini. Gimana gak pembodohan?&lt;br /&gt;Judulnya sih menaikkan mutu pendidikan di Indonesia. Caranya? Dengan menaikkan standar kelulusan dan menambah jumlah mata pelajaran yang diujikan. Kita bahas saja yang SMA. Di jenjang Sekolah Menengah Atas, mata pelajaran yang diujikan dulunya cuma 3, sekarang jadi 6. Dengan penaikkan standar kelulusan yang dulunya 4,26 menjadi 5,25. Hebat bukan? Aku bisa cerita ini karna aku emang terjun langsung ke lapangan alias menjadi salah satu ”korban” atas UAN kali ini. Mumetnya dirasakan oleh semua pihak dari siswa tersebut sendiri, orang tua dan guru – guru serta Kepala Sekolah. Lho kok bisa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut evaluasi yang sudah didapat dan dirasa akhirnya kami para siswa kelas 3 SMA menyatakan bahwa :&lt;br /&gt;- Pembodohan kali ini tidak didasarkan pada susunan rencana jauh – jauh hari. Kita merasa bahwa pemberitahuan mengenai UAN tidak dari dulu kala, di mana kami bisa mempersiapkan diri khususnya mempersiapkan mental lebih dari pada dadakan. Kami merasa pemberitahuan ini terlalu mendadak. Penerimaan informasi kami dapatkan mulai Bulan November 2007 di mana waktu kami mempersiapkan UAN hanya 5 bulan.&lt;br /&gt;- Kegelisahan dan kebingungan siswa juga dirasakan oleh para guru yang mengampu mata pelajaran WAJIB yang diujikan, mereka merasa bahwa penaikkan standar kelulusan sudah membuat para guru menjadi kalut. Ditambah lagi para guru yang mengampu mapel lain yang tidak pernah menghadapi UAN. Sosiologi misalnya. Guru kami tidak pernah menghadapi UAN untuk mata pelajarannya sehingga penyiapan materi, SKL ( Standar Kelulusan ) menjadi tergesa – gesa dan tidak efektif. Di sini para siswa jadi semakin kalut dan bingung atas semakin banyaknya materi yang diberikan. Siswa menjadi bingung karena banyaknya materi dan bingung karena mau mendahulukan yang mana dulu karena 6 mata pelajaran tersebut sama pentingnya.&lt;br /&gt;- Orang tua yang menjadi peran serta utama khususnya di bidang materi menjadi tombak utama bagi para siswa. Uang yang di berikan kepada si Anak untuk menambah extra jam belajar semakin meningkat. Orang tua yang hanya bisa mendukung anak lewat hal – hal seperti itu. Menambah extra uang jajan untuk sore hari bagi sekolah yang memberikan jam mata pelajaran, atau di sekolahku disebut dengan BBI ( Bimbinan Belajar Intensif ) yang dilaksanakan setelah jam ke – 8 sampai pukul 15.30 sore. Orangtua merasa bahwa Men Sana in Corporesanno alias di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Jiwa yang kuat untuk tetap istigfar dan sabar ya Nak dalam menempuh ujian yang kali ini kalian mau tak mau harus mau. Belum lagi dengan uang extra untuk les – les tambahan di luar jam sekolah. Adapun biaya tersebut tidaklah murah.&lt;br /&gt;- Kepala Sekolah juga dirudung masalah yang cukup berat. Pekerjaannya menjadi tambah. Yaitu tetap menjaga sistem kepercayaan masyarakat agar tetap eksis. Malu dong jika anak didiknya banyak yang tidak lulus. Apa kata dunia?! Sekolahnya tidak akan mendapat kepercayaan lagi di mata masyarakat. Belum lagi kejengkelan hati para Kepala Sekolah di Aceh atau Irian Jaya. Bagimana menyamakan standar kelulusan sekolah mereka dengan para siswa yang di sekolah – sekolah swasta (di kota – kota besar misalnya, seperti Jakarta atau Surabaya) yang semua fasilitas dan kebutuhannya terpenuhi? Bagaimana memikirkan standar kelulusan jika mereka masih memikirkan atap sekolah mereka yang bocor? Belum lagi dengan banjir atau gempa yang melanda kota mereka? Dan belum lagi kalau pun ( amit2 jabang bayi ) banyak siswa yang tidak lulus kali ini, sekolah itu akan menghadapi kemungkinan yang terburuk yaitu penutupan sekolah tersebut karena rendahnya mutu pengajaran yang diberikan oleh sekolah tersebut kepada para siswa nya.&lt;br /&gt;- Mutu pengajaran? Bagaimana mutu pengajaran yang diberikan? Jelas mutu pengajaran sudah ngelantur, dalam artian mutu di sini sudah tidak dihiraukan lagi. Semua kisi – kisi diberikan sesuai SKL. SKL sendiri memiliki banyak materi yag aduhai banyaknya. Tidak peduli terhadap siswa yang entah itu mudheng atau mubeng. Yang penting guru telah memberikan bahan untuk belajar. Urusan mengerti atau tidak, tinggal anaknya. Belajar atau tidak.&lt;br /&gt;- Lucu lagi mengingat anak SD yang sudah diharuskan mengisi jawaban di Lembar Jawab Komputer. ( Dengan menghitamkan salah satu jawaban di LJK tersebut dengan syarat tekanan dan rona warna yang pas. Tidak kehitaman, tidak ketipisan,dan yang paling penting tidak keluar garis ) Penulis sampai berpikir, mungkin para Guru SD juga meluangkan waktunya untuk melatih siswa SD menggunakan LJK tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mempersiapkan mental sekuat baja akhirnya kami pun tetap menghadapi perang tersebut. Perlu diketahui juga, semua sekolah juga melaksanakan Pra – Ujian. Sepengetahuan saya di sekolah swasta, Pra tersebut dilakukan 6 kali. 3 kali dari pihak sekolah, 3 kali dari Pemerintah setempat. Ada pun persiapan di daerah agak pelosok, seperti Kudus atau Jepara dilaksanakan 9 kali. Dengan melaksanakan Pra tersebut juga membawa gambaran jelas mengenai dampak – dampak akibat Pra Ujian tersebut. Yaitu :&lt;br /&gt;- Untuk para siswa yang telah mendapatkan nilai baik untuk Pra tersebut dan dinyatakan lulus dengan nilai se – gitu, mereka merasa menggampangkan soal – soal Ujian sesungguhnya. Sehingga yang paling ditakutkan oleh para Guru ialah siswa tersebut tidak mau belajar lagi karena sudah merasa bisa apabila diberikan soal – soal seperti itu.&lt;br /&gt;- Bagi siswa yang mendapatkan nilai buruk, ada dua ( 3 ) kemungkinan yang terjadi.Kemungkinan pertama yaitu siswa tersebut menjadi cenderung malu ( karena nilai tersebut ditempel besar – besar di papan pengumuman sekolah kami ) sehingga mengakibatkan siswa tersebut menjadi semakin terpacu lagi semangat belajarnya. Mereka menganggap kegagalan tersebut sebagai pelajaran sehingga kapok dan berjanji kepada diri sendiri untuk memperbaiki sistem belajarnya.&lt;br /&gt;Kemungkinan kedua yaitu siswa tersebut bukannya malu tapi malah menggampangkan. Mereka merasakan, ” Ah, biarlah jelek, ini kan baru Pra Ujian.” Ada yang begitu. Mereka berpendapat bahwa nanti saja serius belajarnya, ini toh hanya latihan. Tidak serius.&lt;br /&gt;Kemungkinan ketiga ada juga siswa yang bersantai dengan menganggap ” Wah, teman – teman saya juga begitu kok! Tidak masalah. Berarti yang tidak bisa mengerjakan bukan saya sendiri.” Nah, inilah dampak yang paling berbahya, sebab kesadaran mereka mengenai Ujian sudah nol besar. Berat untuk melangkah. Rasa kepesimisan sudah mulai menggerogoti diri mereka.&lt;br /&gt;- Adanya ketakutan guru juga menyumbang kebodohan siswanya. Kok bisa? Guru yang takut akan hasil Pra yang buruk malah mncarikan cara agar nilai Pra tersebut tidak memalukan dan tidak membuat para siswa menjadi down. Sayangnya, cara ini sungguh tidak baik Guru menyuruh siswa yang pintar untuk mengerjakan soal tersebut, sementara siswa yang kurang pandai menunggu jawaban dari si pintar. Setelah jawaban si Pintar keluar, maka si Kurang Pintar menyali jawaban tersebut. Alhasil, nilai yang keluar sangat memuaskan. Hal ini malah membuat seorang anka menjagakan temannya yang pintar. Sangat merugikan. Dengan begini bila berhasil pun pada saat kelulusan, tentunya dia tidak mendapatkan ilmu untuk di kenudian harinya. Dia akan gagal menjadi orang. Sangat disayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu pelaksanaan sudah tiba, ketika memasuki ruangan Ujian, seluruh tubuh merasa dingin, kaku. Enggan duduk di kursi maut itu, rasanya campur aduk sehingga mengakibatkan perut mules dan nervous sebelum memasuki ruang Ujian. Kertas LJK ( Lembar jawab Komputer ) telah dibagikan. Pensil 2B sudah di tangan. Peraturan mengenai pelaksanaan Ujian sudah dibacakan. Soal sudah dibagikan. Membuka lembar pertama, menjawab soal pertama tidak masalah, kedua okelah, ketiga, hm... Apa ya? Keempat, waduh...Mulai sulit nih.., kelima.... Dan seterusnya.&lt;br /&gt;Adapun cerita – cerita unik pada saat Ujian berlangsung :&lt;br /&gt;- Menurut peraturan yang kami dengar saat persiapan Ujian kemarin, kami mendapat vonis yang kedengarannya sangat mengerikan. Vonis ini benar – benar menjadi momok bagi kami. Vonis ini ialah tidak bolehnya kita izin ke belakang saat Ujian berlangsung! Perlu diingat, selama Ujian berlangsung berarti 2 jam penuh alias 120 menit penuh. Sempat diberi kesmpatan namun bila sudah sangat mendesak dan itu pun dikawal dengan salah satu pengawas! Mengerikan sekali jika cuma pergi pipis karena sudah kebelet dan tegang tetapi dikawal dan ditunggu oleh orang lain yang tidak kita kenal. Wuih, seperti apa itu. Membayangkan saja pun tidak! Namun untungnya, di sekolah kami vonis tersebut tidak berlaku. Lagipula bagi beberapa teman hal itu bukan jadi masalah lagi. Mereka sudah ” UP TO YOU” dengan peraturan seperti itu. Akhirnya para Guru Pengawas tidak mempermaslahkan hal itu. Mungkin mengingat anak nya atau anak didiknya sendiri jika nebgalami hal yang sama. Kenervousan kami pun terobati dengan berbuah kelegaan membuang hajat di WC Sekolah kami. Amin.&lt;br /&gt;- Kami juga sempat mendengar beberapa cerita mengenai Guru Pengawas yang sampai di sekolah kami. Cerita ini tidak asing lagi. Pasti lah Guru tersebut mempunyai mimik wajah yang angker. Bayangan seperti kami Guru tersebut galak, berkacamata, judes, dan selalu mencari cara untuk menjatuhkan sekolah kami dengan cara mengganggu teman – teman yang sedang mengerjakan Ujian. Mengganggu di sini dalam artian : makan permen, sehingga bungkus permen tersebut krusek – krusek, ada juga yang mengetuk – ngetukkan jari atau sepatunya sehingga bunyi ” Tuk..Tuk..Tuk..” menjadikan kani sulit berkonsentrasi, dsb. Tetapi nyatanya tidak. Sungguh. Rupanya Guru Pengawas yang juga manusia biasa itu juga ada saja ceritanya. Cerita mengenai pengawas selalu ada saja yang Up To Date dan menjadi Hot News bagi kami setiap hari. Seperti infotaiment saja. Cerita Guru Pengawas ini malah menjadi objek perbincangan kami di sela – sela belajar. Ada pengawas yang benar – benar killer, ada pula pengawas yang ditinggal tiduran, berbincang, membaca koran atau majalah yang disediakan murid tentunya, ada juga yang seperti mercusuar, begitu kami menyebut gturu tersebut yang selalu berputar dan mengawasi kami tiada henti. Lucunya lagi, hal ini tidak saja dialami oleh sekolah kami. Tetapi juga seluruh kawan di seluruh Indonesia. Di Jakarta atau Bandung, beberapa Pengawas malah membiarkan jika siswanya saling bertanya atau mencontek dengan temannya. Guru tersebut tidak menegur, juga tidak mencatat di Berita Acara. Kelonggaran ini menyebabkan siswa semakin asyik dengan kegiatan itu.&lt;br /&gt;- Cerita menghebohkan mengenai bocornya jawaban atau kebocoran soal juga sudah tidak asing lagi. Bahkan hal ini malah dijadikan suatu bisnis yang tentunya sangat menguntungkan. Jawaban ini dijual dengan kisaran harga antara Rp 400.000,00 sampai Rp 2.000.000,00! Menyenangkan bukan? Di Jepara ada seorang anak yang membeli jawaban tersebut, melalui SMS, jawaban tersebut dikirimkan. Malang tak dapat ditolak, untuk tak dapat diraih. Sialnya kebodohan kecil yang sangat fatal itu tetap terjadi. HP anak tersebut lupa di silent!! Bunyi ” Bip..Bip..” di sakunya tidak dapat dihindarkan lagi. Habislah nasibnya kali ini!&lt;br /&gt;Cerita dari Rembang juga semakin lucu, soal listening Bahasa Inggris yang berupa kaset ternyata tertukar dengan kaset untuk Ujian Susulan. Sempat menghebohkan, tapi hal ini juga dapat diantisipasi dengan baik. Ada juga di SMA Negeri Semarang, yang soal UAN nya kurang atau rusak sehingga harus menunggu fotokopi terlebih dahulu. Tentu hal ini sangat merugikan siswa karena takutnya waktu yang diberikan tidak cukup untuk mengerjakan soal yang telat tersebut.&lt;br /&gt;- Menunggu bocornya jawaban membuat Guru juga deg – deg an. Apalagi jika mendapatkannya. Guru – guru juga berharap kepada muridnya supaya melakukan peninjauan ulang jika mendapatkan jawaban tersebut dengan soal – soal yang dibagikan. Di beberapa sekolah juga ada guru yang bahkan memberikan jawaban langsung kepada para siswa ini. Mungkin guru jenis ini yang paling takut terhadap angka kelulusan tahun 2008.&lt;br /&gt;- Masih di Rembang, Jepara, hingga Bogor.. Dari semua kalangan, dari rakyat biasa sampai artis yang juga sedang maju perang kali ini juga merasakan hal yang sama. Ada yang menangis setelah mengerjakan UAN dalam artian lega atau tidak bisa mengerjakan. Ada juga yang langsung sholat tahajud, ada juga yang menangis sambil menyalami guru – guru mereka. Tidak menutup kemungkinan dengan adanya beberapa siswa yang melakukan konvoi kendaraan dan memilog baju dan rambut mereka layaknya sudah lulus Ujian Nasional. Eh, taunya malah ditangkap Aparat Keamanan karena dianggap meresahkan masyarakat sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu banyak cerita mengenai UAN kali ini. Dari yang menyenangkan hingga menegangkan semua jadi satu. Kebobrokan pendidikan di negeri ini sudah parah tentunya belum lagi mengingat kebijakan pemerintah yang benar – benar bijak mengenai cara yang harus ditempuh jika ( amit – amit ) tidak lulus. Ada isu yang mengatakan bahwa pemerintah memberikan kesempatan mengulang UAS tahun depannya dengan catatan tidak perlu mengulang proses belajar lagi. Hal ini kedengarannya tidak rasional, mengingat jika UAN dilaksanakan 1 tahun lagi, bukankah ingatan pelajaran sudah tidak awas lagi. Jika mengulang sekolah lagi berarti materi yang dikeluarkan juga diulang lagi. Untuk hal yang sama dan tentunya itu sia – sia saja.Bagi yang tidak mampu tentunya mereka memilih bekerja saja. Bekerja apa saja dan tidak melanjutkan sekolah. Ya kalo bisa bekerja, kalo tidak? Perlu diingat lho bahwa saat ini mencari pekerjaan sangat sulit. Dengan hal seperti ini, cerita lama terulang kembali. Pengangguran.&lt;br /&gt;Ada juga yang menganjurkan untuk mengikuti Ujian Penyetaraan alias Ujian Paket C. Itu pun biaya nya tidak murah. Selain tidak murah, surat keputusan kelulusan dengan ijazah paket C juga akan dibedakan oleh masyarakat, tentunya masyarakat telah diantisipasi sebelumnya oleh pemerintah bahwa ijazah Paket C nasibnya akan sama dengan ijazah SMA yang lain. Hm, kalau demikian pasti besok pengangguran akan terobati ya, Pak? Tapi koreksi sejenak, Pak. Sekarang ini beberapa kantor atau perusahaan pasti melihat&lt;br /&gt;ijazah apa yang dibawa oleh pelamar. Intinya, prakteknya tidak seperti yang diharapkan. Banyak perusahaan yang tetap melihat ijazah pendidikan sebagi penopang majunya perusahaan tersebut.&lt;br /&gt;Bisa dibayangkan bila semua anak di Indonesia berijazahkan Paket C? Wuih!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak masalah si kalau cuma angkatan kali ini saja yang merasakan pahit getirnya berjuang mati – matian hanya untuk mendapatka selembar ijazah SMA. Lagipula angkatan kami memang angkatan calon Hero, calon Pemimpin Bangsa. Jadi memang tidak ada salhnya jika kami dijadikan kelinci percobaan. Toh menjeritpun tidak akan ada yang mendengar. Menyedihkan sekali, ya? Hehe...&lt;br /&gt;Angkatan kami memang tahan banting. Itulah kenapa aku bilang bahwa angkatan kami yang paling Top Markotop.&lt;br /&gt;Hahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;God Bless Us,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-8737093452037725418?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/8737093452037725418/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=8737093452037725418' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/8737093452037725418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/8737093452037725418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2008/06/halo-pembaca.html' title='Halo Pembaca!!'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-3782004234203565461</id><published>2008-06-08T18:57:00.000-07:00</published><updated>2008-06-08T18:59:11.932-07:00</updated><title type='text'>Menyangkut Prinsip Hidup???</title><content type='html'>Hai akhirnya aku muncul juga setelah sekian hari nggak muncul..Ha2.&lt;br /&gt;Gini2, ada sedikit ganjelan hati (Ya iyalah masa ganjelan pintu) yang agak bikin aku pusing. Soalnya agak menyangkut prinsip bertahan hidup and hidup dan mati (halah2....)&lt;br /&gt;Menyangkut prinsip orang juga sih tapi tar kalo gak di tengahin bisa memancing huru hara kaya kerusuhan yang di tipi – tipi itu lho. Nah, kalo udah gitu kan nanti jadi rame sendiri. Kekekek...&lt;br /&gt;Ehm, sebelum pada baca ini and sebelum pada ngasi pendapet, kita simak pesan2 berikut ini... Halah! Jayus banget deh.&lt;br /&gt;Hm, gini, ada yang bilang pendidikan adalah segalanya di hidup. Bahkan para tetua  dan pendidik khususnya pada bilang, pendidikan ialah utama sejalannya dengan kesehatan. &lt;br /&gt;Orang mana yang gak ngutamain 2 hal tersebut?&lt;br /&gt;Menyangkut hidup mati khan?? Hohoho... Orang bilang kalo gak sehat mau apa2 ya nggak bisa.&lt;br /&gt;Tapi di pihak yang lain orang juga berpendapat ” Huah.. Kalo nggak punya pendidikan ya nol besar...”&lt;br /&gt;Menyinggung pendidikan, ada gak di antara kita yang pernah berfikir kadang pendidikan sudah bukan jadi yang utama buat cari kerja (yang ujung2nya buat cari duit?)?&lt;br /&gt;Prinsipku gini, langsung aja yah biar gak bertele – tele..&lt;br /&gt;Menurut aku, sekarang ini nih, detik aku nulis, yang namanya sebuah pendidikan sudah jadi sesuatu yang rumit. Sedikit cerita ni, ada kakak kelas aku yang sudah alumni, ni cerita fakta loh, kakak kelas ini yah sebut  aja si A, seorang lulusan salah satu perguruan tinggi swasta di Semarang di fakultas Teknik Pangan. Nah, bermodalkan ijazah itu akhirnya si A membawa ijazah tersebut ke salah satu pabrik mie instan yang juga cukup terkenal di negeri ini. Berbarengan dengan masuknya ke pintu Marketing Personalia nya, toko...tok...tok... ada juga pelamar lainnya yang juga melamar,sebut saja si B bedanya, ijazah yang dibawa itu berasal dari sebuah Perguruan Tinggi di USA, gak tanggung2, title di atas lamarannya menunjukkan sesuatu yang intinya si B adalah lulusan S2!&lt;br /&gt;Sesudah meletakkan CV dan SLP (Surat Lamaran Pekerjaan), melewati jam interview yang juga agak melelahkan akhirnya masa penantian tiba, yakni masa pemanggilan kerja. Bisa ditebak lah jelas si B yang diterima di pabrik mie instan tersebut.&lt;br /&gt;Udah S2, ijazah from USA lagi!&lt;br /&gt;Weh, ternyata gak begitu kok.. Salah kalo pada mikir begitu.. Dengan senyum sumringah si A mengatakan juga kepada si B, ” Saya diterima kok, di Bagian Pemasaran Produk”&lt;br /&gt;Batin si B ” Lha tok sama?”&lt;br /&gt;Singkat cerita akhirnya mereka sama – sama berangkat kerja pada keesokan harinya dengan perasaan deg – deg an apa yang akan mereka kerjakan pada hari pertama mereka bekerja itu.&lt;br /&gt;Lah, jebule (ternyata) kerjanya itu..... Lhadalah.. kerjane njumputi bakmi yang jatuh dari packingnya.... Owalah...zzzzzzz...&lt;br /&gt;Jangan ketawa dulu bro!! Sumpah, ini something yang kudu kita prihatinkan. Bukan kita senyumi apalagi tertawai..&lt;br /&gt;Lulusan S1 dan S2 Teknologi pangan yang berasal dari PT yang terkenal kerjaanya njumputi bakmie jatuh???&lt;br /&gt;Ha?&lt;br /&gt;Kok bisa?&lt;br /&gt;Na itulah yang akan kita obrolin kali ini.. Gimana?&lt;br /&gt;Ada yang bilang gitu itu. Pendidikan tinggi2 tapi gak bisa buat cari duit,hah...buat apaannn.... Cape deh...&lt;br /&gt;Ada yang bilang... Kalo gak S1 mau kerja apa?&lt;br /&gt;Eits.. Di Jakarta lulusan S1 Ekonomi Cuma jadi tukang ojek coy! Aje gile!&lt;br /&gt;Ya gak gile, ini mah beneran! Bener2 fakta yang kemaren aku liat dari Jelang Sore Trans TV itu!&lt;br /&gt;Pengangguran di Indonesia? Wah, jangan ditanya lagi. Itu kan sudah dari jaman bahono...&lt;br /&gt;Seorang rekan kerja ku juga ada yang bilang, ” Lha, kalo uang itu pasti kumpulnya sama uang – uang yang lain...”&lt;br /&gt;Kalo diartiin pake kata – kata kasar yah.. ”Seng sugih makin sugih.. Seng kere makin kere...” (Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin). Udah jadi peribahasa yang cukup pas dengan EYD untuk masuk di Kamus Besar Bahasa Indonesia nih istilah itu...&lt;br /&gt;Gimana? Pada setuju? Hehehe..&lt;br /&gt;Dengan peristiwa tersebut maka dengan ini : &lt;br /&gt;Aku berpendapat kalo orang yang gak punya ketrampilan bekerja ya pasti gak bisa kerja. Tul gak? Setinggi2 nya orang sekolah and punya title kalo gak ada pengalaman kerja artinya sama dengan NOL..Nah, orang yang punya ketrampilan untuk bekerja alias mau mengerjakan pekerjaan, gak usah hebat2 dulu lah, apalagi khususnya neh buat para anak cewek, udah seharusnya dan sepatutnya kita membantu orang tua yang ada di rumah, bukannya mau sok crewet tapi kalo anak cewek yang udah gede and sadar diri or tau diri udah sepantesnya kok ngerjain kerjaan2 gitu. Kliatannya rendah and gampang khan? Nyapu, ngepel, masak,etc.. Yah itung2 buat latihan besok kalo udah pada jadi ibu rumah tangga yang solehah... hoho... Merapikan rumah sudah jadi pikulan asasi seorang perempuan. (Aku pake kata perempuan daripada wanita. Karena aku pikir kata perempuan lebih halus maknanya walau sekarang ini kata perempuanmengalami peyorasi atau perubahan makna kata lebih kasar. Pada jaman nenek moyangku, kata perempuan diibaratkan dengan seorang empu, empu pada jaman dulu mempunyai peranan penting dalam kehidupan mereka. Karena itu aku lebih sering dan lebih senang menggunakan kata perempuan. Kesannya memang lebih formal.) Hem, maksud aku kalo pun di antara kalian,para cewek yang jadi direktur ato seorang enterprenteurship ato sekaligus seoran wanita carrier... Jangan lupakan kodrat kalian sebagai perempuan.. Bener deh.&lt;br /&gt;Lah, kembali ke pendapet yang lain...&lt;br /&gt;Kalo ada lagi yang bilang..&lt;br /&gt;Sekarang ini yang diperluin Cuma otak.. (masak iya?) Kalo mau kerja halus ya pake otak..(OOO...Ada betulnya juga..)Banyak2 belajar bahasa asing misalnya.. (Hm....) Perempuan toh gak boleh kerja kasar...( SAPE BILANG??????) muntab deh... Gak pernah nonton Kick Andy ya edisi PEJUANG WANITA SAAT INI??? HAH??!! Keterlaluan deh....&lt;br /&gt;Kalo gitu kapan masyarakat Indonesia khususnya yang wanita bisa maju? (duh, kok jadi pejuang emansipasi wanita)&lt;br /&gt;Makanya klik www.kickandy.com aje trus cari edisi ntu... Baca2.. Ntar jangan ampe kaget kalo ada tukang becak cewek...Ada supir bis luar kota, cewek juga...Wuih, salut Bu! Kalianlah Kartini2 masa kini!&lt;br /&gt;Ditilik dari cerita2 yang ada S1 ekonomi, kenapa jadi tukang ojek? Katanya punya gelar S.E?&lt;br /&gt;” Idih, jadi kok Sarjana Ekonomi.... Udah satu triliun tuh yang jadi Sarjana Ekonomi. Buktinya? Pengangguran makin tercipta..tercipta...terus...terus dan terusss....”&lt;br /&gt;” Jadi dokter aja!”&lt;br /&gt;” Emangnya jadi dokter gampang? Murah? ”&lt;br /&gt;” Kan hidupnya terjamin! Ampe tuek tetep dikenang!”&lt;br /&gt;”Elu aja deh yang jadi dokter! Capek gue!” gitu akhirku.. hehe.. Debat mlulu.. Ini kan sedikit cerita yang perlu ada pendiskusian dari masing2 pihak yang beda pendapet.. Yang melihat dari berbagai sudut... Dilihat dari sudut pandang yang berbeda juga.. Ya tapi apapun pendapat Anda jangan salahkan penulis yah?^^ Ini Cuma sekeder pikir2 bersama Punny. Namanya juga My Thought and My Life.. Pikiran ini berasal dari hidup2 ini yang kadang sepele juga menggigit..Yang mau kasi pendapat ayo aja, tinggal masuk. Ditunggu!&lt;br /&gt;Salam manis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-3782004234203565461?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/3782004234203565461/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=3782004234203565461' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/3782004234203565461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/3782004234203565461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2008/06/menyangkut-prinsip-hidup.html' title='Menyangkut Prinsip Hidup???'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-2030231528990575417</id><published>2008-05-23T20:30:00.000-07:00</published><updated>2008-05-23T20:33:50.119-07:00</updated><title type='text'>woi!</title><content type='html'>Huahh.. Akhirnya masa penantian telah tiba.. Wahai dunia... Ujian telah aku lewati.. Rintangan telah aku lalui..&lt;br /&gt;Kesulitan telah aku hadapi.. Masa penentian akan hasil akan aku hadapi sebentar lagi.. Kebosanan dan pengangguran akan segera aku jalani. Hohoho... Setelah sekian lama aku terpekur dalam suatu kecemasan akan Ujian Nasional, kini aku telah berusaha maksimal dan  marilah kita lihat hasilnya sebentar lagi yakni pada tanggal 14 Juni. Masa penentuan yang akan aku lalui sebelum aku menjejakkan kaki ku di Universitas yang telah aku idamkan dengan sungguh – sungguh. Aku berandai – andai agar aku bisa masuk di Universitas itu, kuliah, lulus cepat, kerja.. Ah, dunia yang begitu sempurna! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia itu keras, kata Andrie Wongso. Kalau kita tidak menaklukkan dunia, maka dunia akan keras kepada kita. Nah, berkat kata – kata itulah sekarang aku membuat otakku akan sedingin es, kemauan sepanas Andrea Hirata, tidak ada salahnya mencoba, mengulang dan selalu mencoba. Mengalah bukan berarti kalah. Diam bukan berarti bisu. Aku akan membuktikan pada semua orang khusunya dunia bahwa aku bisa. Aku mampu. Aku tidak seperti yang orang bicarakan! Kadang aku semakin mencintai kesepianku, bahkan aku sudah lupa caranya tersenyum. Orang tidak tahu mengenai aku, aku juga kadang lupa SIAPA AKU INI?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Boleh percaya boleh tidak, itu salah satu dampak Ujian Nasioal yang benar – benar aku alami. Hasilnya yah seperti sekarang ini. Saat otak seseorang,( aku tidak menyebut angkatanku ANAK –ANAK ) dihadapkan pada pilihan yang mau tak mau harus mau, aku berkata kepada kalian, BRAVO!!! Sesungguhnya kita lah yang hebat! Tau kah kalian akan hebatnya orang seperti kita ini dan kalo aku boleh bilang, Saudaraku, kita lebih hebat daripada para pemimpin negeri ini yang hanya bisa menaikkan harga BBM terus – menerus. Bilang pada dunia bahwa kita adalah calon Profesor, calon Insinyur.. Terserah mereka mau bilang kita apa. Jangan urusi apa kata mereka, toh mereka tidah tau dan tidak menjalani proses yang telah kita alami. Mereka tidak merasakan kita berada dalam kapal Titanic yang hendak karam namun kita rupanya bernasib seperti Rose Dawson (Kate Winslet) yang mampu bertahan hidup dan tetap hidup hingga sekarang dalam mengarungi hidup matinya di Laut Atlantik!! Kita seperti itu Saudara!! Hebat bukan!! Bangga sekali aku dapat mengatakannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, aku berkata ini tidak semata – mata untuk membesarkan hatiku, tapi sungguh, kita sebentar lagi bisa meneriakkan kepada dunia : ” Hoi dunia, ni lho aku!! Lulus 6 mata pelajaran.. Hebat ndak! Dengan rata – rata 5,25.. Gak kaya kalian – kalian yang cuma 3 mata pelajaran doang..” Huah.. Ayo teman2, sugestikan kata – kata itu terhadap hidup kita. Niscaya! Niscaya Tuhan di atas sana mendengarkan doa anak - Nya yang sedang mengalami gundah gulana seperti kita ini.. Sugesti kepada diri sendiri yang aku dengar dari buku THE SECRET yang terkenal itu, konon katanya sangat amat membantu orang – orang seperti kita ini. Kawan, fokuskan kepada awak kita bahwa kita bisa!!Kita pasti LULUS!! Beberapa temanku bahkan sudah membuat SKHUN atau STTB (tiruan) yang persis PLEK seperti yang ia ingini. Amminn.. Aku doakan semoga dengan Ujian Akhir kemarin  kita semua dapat semakin tangguh dalam menghadapi kehidupan mendatang yang lebih keras nanti!&lt;br /&gt;Tuhan, aku mohon semoga apa yang kami lakukan dalam mengerjakan ujian adalah yang terbaik yang kuberikan dan terjadilah padaku menurut kehendak – Mu...&lt;br /&gt;( For the God sake.. Aku percaya dan aku tau kalo kehendak Tuhan buat anak – Nya PASTI yang terbaik.. Tuhan PASTI menginginkan anak – Nya lulus semua..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat ya Kawan!! Kita pasti bisa!! Kita pasti lulus!! God Bless Us...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-2030231528990575417?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/2030231528990575417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=2030231528990575417' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/2030231528990575417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/2030231528990575417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2008/05/woi.html' title='woi!'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-7086489377579459246</id><published>2008-03-31T05:34:00.000-07:00</published><updated>2009-09-24T21:24:06.370-07:00</updated><title type='text'>Tokek</title><content type='html'>GILA.. Ini gila.  Belakangan ini aku kalo ternyata TOKEK, ya, Tokek yang ada di belakang rumahku hobi bertokek 4 kali.&lt;br /&gt;Konon jaman eyang2ku, tokek yang ber – “tokek” itu dapat menjawab apa yang sdang kita ragukan. Masa iya? Ini baryu saat2 UJIAN AKHIR NASIONAL tinnggal 21 hari lagi..&lt;br /&gt;Buseeeetttttttttttttttttt... Waktu jalan cepat. Aayolah. Cepat. Cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokek........... LULUS&lt;br /&gt;Tokek............TIDAK LULUS&lt;br /&gt;Tokek........... LULUS&lt;br /&gt;Tokek...... .....TIDAK LULUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haa??? Apakah kelulusannku ditentukan oleh tokek? Kalau begitu baiklah, kuganti saja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokek............TIDAK LULUS&lt;br /&gt;Tokek........... LULUS&lt;br /&gt;Tokek...... .....TIDAK LULUS&lt;br /&gt;Tokek........... LULUS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah.. Beginikan tenang. Aku bisa belajar lagi. Aku percaya apa itu sugesti? Pikiran alam bawah sadar. Aku senang di tempat sepi, dengan syahdu. Seperti malam ini dengan ditemani paduan kipas angin kamarku dan tokek gemblung itu plus bunyi adzan atau apa itu aku tak tau istilahnya. Doa atau panjatan syukur di masjid dekat rumahku. Begitu murni, merdu, menenangkan pikiran.Aku suka itu. Akhir2 ini aku makin mencintai kesepianku. Justru loneliness ini makin lama makin menggerogoti relungku. Aku tidak tau siapa yang (who will read my write). Tapi percayalah. Sungguh. Aku sangat menikmati masa2 ini. Saat inilah tepat sekali untuk merennung, mencari ilham biadab dan mendekatkan diriku pada yang di  atas. Sungguh kuasa-Nya besar adanya.. Bukan apa2. Situasi ini sangat membuat aku termotivasi. Aku ingin semakin ingin dan tak bisa keinginanku ini. Rasanya aku yakin sekali. Sudah persetan aku dengan tokek itu. Berisiknya bukan main. Tapi indah juga kalau para tokek itu bisa bersahutan dengan jangkrik2 tetangga...&lt;br /&gt;Intinya aku sedang menikmati kesunyian ini. Fikiran akan kubawa pada kesenangan hingga saatnya nanti... Tau lah aku kapan saat itu akan tiba! Lagi2 aku menulis hal yang aneh ini. Tak tau, taunya mengalir begitu saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokek............&lt;br /&gt;Tokek............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, sialan tokek ini cuma mengujiku sja.&lt;br /&gt;2 kali. Hanya 2 x kau bertokek, kek?&lt;br /&gt;Tak salah?&lt;br /&gt;Tahukah kamu kalu aku sedang mengomentari tokek mu itu? Hah, dasar tokek. Kalau kau memang tokek ajaib, ketahuilah aku, yang senantiasa mendengarkan suaramu merdumu itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOKEKKK!!!!!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, itulah maksudku. Doa ku akhir2 ini. Hanya ingin yang terbaik. Itu saja. Aku ingin yang terbaik untuk hidupku. Tidak lebih.&lt;br /&gt;Tidak.&lt;br /&gt;Kata2 itu yang tidak mau aku definisikan kembali. Cukup hanya aku dan kau yang tahu Kek.&lt;br /&gt;Sepi justru kawanku. Dia selalu ada dan menemani aku. Tidak hujan lagi. Bosan hujan terus. Siapa setuju?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-7086489377579459246?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/7086489377579459246/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=7086489377579459246' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/7086489377579459246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/7086489377579459246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2008/03/tokek.html' title='Tokek'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-7149146517559274091</id><published>2008-03-31T05:33:00.000-07:00</published><updated>2008-03-31T05:34:41.771-07:00</updated><title type='text'>Angry vs Emotion</title><content type='html'>Kemarahan. &lt;br /&gt;Apakah selalu terpusat pada emosi semata?Kini aku bicara soal kemarahan. Apakah orang yang marah pasti punya alasan yang benar? Bukannya orang yang marah itu tandanya belum dewasa? Apa hubungan kedewasaan dengan status marah seseorang? Marah biasa diredam dengan keseimbangan pikiran. Orang yang punya pikiran? Pandangan yang luas tentu punya kesabaran yang cukup untuk melanjutkannya menjadi sebuah kemarahan. Orang tersebut akan mencoba untuk berfikir lebih jauh dan positif agar semua yang dilakukan tidak menuju pada proses kemarahan. Sebab orang yang cepat sekali marah tentunya pikirannya sempit dan negativ saja.Itu pendapatku. Lagipula kemarahan seseorang pasti punya alasan. Dan alasan itu pasti mempunyai alasan. Dan alasan itu tentulah dimnta kejelasan, alasan, dan kebenarannya.&lt;br /&gt;Orang yang suka marah marah mengapa dikatakan belum dewasa juga? Bukannya marah itu hak? Manusiawi sekali bahkan.&lt;br /&gt;Ya, tentu saja marah yang bermanfaat. Membangun. Berguna dan tidak dibuat – buat. Jadi kalau marah yang tidak berguna atau marah2 saja, sebaiknya dihindari, sebab tak perlu. Di sini emosi dan kesabaran manusia tengah diuji oleh Tuhan. Keemosian tidak dapat disimpan sendiri, tentu membutuhkan tempat untuk menyalurkannya. Orang itu bisa saja menjadi kalap bila tidak dapat menyimpan emosinya secara baik2. Dari dulu semboyannya orang jujur disayang Tuhan. Mengapa bisa begitu? Apa iya Tuhan menyayangi anak – Nya yang sabar?Lalu bagaimanakah keadilannya itu? Apakaha orang dilahirkan untuk bersabar dan terus2an meredam emosinya terus menerus?&lt;br /&gt;Menurutku itu tidak mungkin.&lt;br /&gt;Mungkin saja menurut – Nya.&lt;br /&gt;Ah, terang saja, sudah pasti. Sudah jelas. Aku kadang berpikir apa kemarahan orang dipusatkan pada emosi yang mendadak dan tidak terkontrol oleh waktudan tempat? Orang yang baik pasti dapat mengatur tempat dan waktu untuk meluapkan emosinya. Pengaruh marah juga bisa sangat besar. Punya pengaruh yang tinggi dengan sekitarnya, atau keadaan lingkungannya.&lt;br /&gt;Tapi kan marah langsung aja? Gak bisa diatur?&lt;br /&gt;BISA saja............. Itu tadi, semuanya tergantubn niat individunya. Individu yang sudah dewasa dan matang unuk memanage hidupnya tentu bisa mengatur emosinya. Kemarahannya pasti tidak sia – sia, sebab sudah di planning sebaik mungkin. Individu yang majemuk memberikan warna pada suatu emosi yang terluap. Macam – macam individu akan menyumbangkan kemarahannya dengan cara masing – masing. , sendiri – sendiri. Dan bermacam – macam. Kenapa juga harus ada orang yang membuat seorang menjadi marah atau emosi? Hanya orang yang mencari sensasi saja. Mencari perhatian. Aku lebih suka orang yang mengritik dan memberi SOLUSI daripada memberi suatu kemarahan yang tak jelas asal – usulnya, tak ada alasan konkritnya. Tau – tau hanya marah.. Atau kerjanya marah – marah saja. Berarti motivasinya hanya mengacau saja./ membuat keadaan menjadi rancu.Tidak bertanggung jawab . Jarang aditemui kemarahan yang sifatnya individualis tanpa pengaruh orang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-7149146517559274091?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/7149146517559274091/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=7149146517559274091' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/7149146517559274091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/7149146517559274091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2008/03/angry-vs-emotion.html' title='Angry vs Emotion'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-2327724069247222477</id><published>2008-03-31T05:31:00.000-07:00</published><updated>2008-03-31T05:32:44.091-07:00</updated><title type='text'>Death?</title><content type='html'>Aku lagi pengen ngomongin soal kematian. &lt;br /&gt;Sebener’e mati itu apa sihh??&lt;br /&gt;Kata temen – temenku, temenku maksudnye, dia bilang, mati sekarang atau besok itu tinggal urusan yang ditinggal. Betul gak ih? Kalo menurutku mati sekarang ato besok sama aja. Sama2 mati. Kita di sini Cuma titipan Tuhan, jadi Cuma sementara doang transit di dunia. Cuma suru bekerja dan bekerja. Sampai waktunya kita dipanggil nanti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku terpukul melihat orang mati. Bisa jadi teman atau saudara. Kalo aku malah bepikir, atau dengan kematian itu mereka justru terbebas dari segalanya. Karena setelah mati kita diberikan kehidupan yang abadi. Itu menurut Katolik. Menurut agamaku selalu mengajarkan hukum karma, sebab akibat dan reinkarnasi.&lt;br /&gt;Dalam reinkarnasi aku juga diajarkan adanya kehidupan di alam baka atau neraka. Aku percaya itu.Semua yang kita lakukan pasti ada kebaikan / keburukannya. Baik dan buruk yang kita lakukan selalu saja ada akibatnya.Selalu ada risikonya.&lt;br /&gt;Kadang pula ada orang yang takut mati. Sebenarnya apa yang mereka takutkan? Taku meninggalkan hartanya? Berarti aku mengambil kesimpulan bahwa orang yang semakin kaya berarti ia semakin takut mati. Pikirkan saja semua nama orang kaya di bumi ini. Mana mau mereka mati? Bahkan mungkn saja ia ingin membeli kematian dengan kekayaannya dengan harg yang amat tinggi pula! Tapi itu tentu saja kebodohan belaka. Hidu mati itu siapa yang tau? Allah? Lagi2 buka. Aris Ekyanto, guru komputer dan simbol kebapakan itu bilang, ”Yang tau ya cuma MUDHIN, Pun..” begitu katanya di sela – sela guraunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib seseorang siapa yang bakal tau tho,Pak? Orang punya rejeki sekarang atau nanti siapa yang bakal tau?&lt;br /&gt;Menurutku kita saja ( yang ditinggalkan ) tidak bisa atu belum bisa menerimanya. Manusiawi sekaleeeee.....  Masih merasa ditinggalkan.  Ngenes. Nelangsa. Malah ada yang bilang mati itu NASIB! Mengapa nasib? Bukankah nasib itu bisa diperbaikki? Memang betul kematian itu sudah menjadi ”tulis’e” Tuhan Allah. Tapi apa manusia tidak bisa berusaha? Berusaha untuk bertahan hidup. Melanjutkan karya – Nya. Hidup ini hanya serpihan, yang kaya akan perbedaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-2327724069247222477?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/2327724069247222477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=2327724069247222477' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/2327724069247222477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/2327724069247222477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2008/03/death.html' title='Death?'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-8660154144059317584</id><published>2008-03-31T05:28:00.000-07:00</published><updated>2008-03-31T05:31:23.929-07:00</updated><title type='text'>welcome and join with puni</title><content type='html'>Ini sebagian tulisan berupa buah pikiran Puni..&lt;br /&gt;Walaupun agak2 nyleneh tapi ini sebagai bahn reflkeksi aja buat kita – kita..&lt;br /&gt;Puni nulisnya udah lama sih tapi baru sekarang bisa online ke blog.. Hehe.. Puni kan sibuk.. Hohoho . . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desember 2007 pukul 00:11:21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia itu ironis ya.. Sajak yang mau dilakoni cuma terang, siang aja.&lt;br /&gt;Yang lain, sisi petang, dan malam maksudku, gak mau dimengerti. Padahal dari sudut pandang orang yang mencintai cinta malam sudah wajar hidup tiap waktu.&lt;br /&gt;Jelasku, kalau ada orang yang bisa hidup di siang hari kenapa tidak bisa menghidupi diri pada malam hari ? &lt;br /&gt;Mengapa pandangan malam selalu jelek ?&lt;br /&gt;8 jam dari 24 jam yang kita pakai untuk tidur.&lt;br /&gt;Bayangkan apabila umur rata – rata manusia adalah 60 tahun. Maka dalam kehidupannya mereka tidur selama 20 tahun! Dengan demikian manusia yang hidup di bumi ialah 40 tahun saja! Efektif pula kah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;00:22:05&lt;br /&gt;Aku diajarkan untuk selalu melihat permasalahan dari semua sisi. Tidak hanya dari 1 sisi saja. Aku sudah mengalahinya. Tapi aku dikatakan telah memenangkan pertandingan bagi para pengecut itu. Jadi memang tak ada salahnya bila kita mempelajari tentang manusia dan seluruh aspek dan indikator tetek bengek di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;00:25:59&lt;br /&gt;Aku semakin bersemangat untuk mengetahui dan mengenal macam hukum orang Indonesia. Hal seperti apa yang bisa mengatur orang – orang kolot di negara ini. Aku punya ambisi dan ego alasan tertentu. Aku akan buktikan kalau tanggapan orang tentang aku adalah salah........ Aku berhak dan berkuasa mutlak oleh hidupku. Itu yang akan merubah diksi nasibku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;00:28:16&lt;br /&gt;Manusia hidup selalu dihadapkan pada pilihan. Pasti ada alternatif lain. Jalan lain. Dilema. Tak pelak bila manusia melakukan kebohongan bukan? Toh bukankah manusia berbohong untuk kebaikan? Semua dan apapun yang dilakukan manusia untuk berbohong pasti ada alasannya untuk kebaikan. Jika semua keboongan bisa dinetralisir dengan kata MAAF lalu apa guna hukum di alam dan negara ini??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;00:31:16&lt;br /&gt;Menurutku dunia akan kosong bila tiada manusia.&lt;br /&gt;Manusia akan kosong bila tiada pikiran.&lt;br /&gt;Apa artinya dunia tanpa manusia?&lt;br /&gt;Apa artinya manusia tanpa pikiran?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;00:35:48&lt;br /&gt;Kalo marah bisa dilogika, aku lebih suka terperinci. Aku bukan tipe orang yang mudah terpengaruh orang lain. Kalo itu adalah pilihan, tekad, niat ambisi, dan ego ku, ya semua risiko adalah tanggunganku. Aku gak pernah mau nyesel dengan keputusanku!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-8660154144059317584?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/8660154144059317584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=8660154144059317584' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/8660154144059317584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/8660154144059317584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2008/03/welcome-and-join-with-puni.html' title='welcome and join with puni'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-5303845710691262822</id><published>2008-03-30T09:20:00.000-07:00</published><updated>2008-03-30T09:28:16.034-07:00</updated><title type='text'>EDENSOR buat PUNI</title><content type='html'>For The God Sake!!!!&lt;br /&gt;Andrea Hirata bener – bener titisan dari Belitong yang bener – bener gila! Sumpah. Aku baca EDENSOR. Tetralogi Laskar Pelangi nya, itu buku ke – tiga nya. Dia bener – bener fantastis! Ngalir gitu aja gak pake tedeng aling – aling babar pisan! Semangatnya yang heeeeboooh  and berjiwa muda itu seakan – akan benar mengguyur kepala kita dengan siraman yang sejuk. Tapi menggugah. Memberi semangat.&lt;br /&gt;Ceritanya aja ya dari pertama aku gak gitu “ngeh” sama sapa sih Andrea itu? Anak mana? Kok tau2 jedul langsung diwawancarai Andy F Noya. Siapa Andy F Noya sendiri aku belum kenal kalo bukan Andrea sendiri yang ngenalin. Nah lo! Andrea, jujur saja mengenalkan aku pada semua nya. Cara bagaimana aku masuk dalam citra sastra yang begitu rumit. Semua orang suka padanya. Inspiratif, motifatif, liar, lucu, namun sejuta arti yang mengena. Benar – benar memberi “taste” nuansa Sastra Indonesia saat semu – semu gini. Tanpa Andrea, aku gak bakal kenal dunia sastrawan/wati sampe detik ini. &lt;br /&gt;Aku dan Andrea sendiri bukan apa – apa. Kami yang tak saling mengeal namun Andrea begitu abstrak memperkenalkan diri pada dunia. Ya, dunia berarti bukan aku saja. 42 negara luar yang ia jajahi bersama Arai, sobat yang sekaligus saudara, alias separuh jiwa Andrea sendiri.&lt;br /&gt;Dari Andrea, Edensor khususnya, kita diajak untuk keliling dunia bareng dia.Andrea, tak bisa berpuisi, mengatur rima dan baris kalimat, tapi dengan bermetafora ia sigap menjelaskan kepada kita, &lt;br /&gt;INI LHO, NYOH.. Nyataan’e kan gini.&lt;br /&gt; Itu yang mau Andrea katakan pada kita semua.&lt;br /&gt;Andrea bukan pemikir rumit, sebut saja seperti Sastrawan2 terkenal : Sutardji Calzoum Bachrie, atau Guru Besar El Kaha (Langit Kresna Hariadi) atau Sapardi Djoko Darmono; bahkan Ahmad Tohari! Semua orang ternama itu mengakui Andrea yang begitu punya citra. &lt;br /&gt;Sebelum membaca alangkah bodohnya kita. Mira Lesmana sendiri bilang : ”A Must Read”. Aku patuh saja. Apa sih hebatnya kok buku Laskar Pelangi itu terlalu heboh bahkan bisa mengubah- tidak saja mengubah namun menyadarkan seorang anak pecandu narkoba – di saat orang tuanya sendiri sudah putus asa terhadap anak tersebut. Di sini Andrea yang bukan siapa2 menghipnotis anak itu dengan kata – katanya. Luar biasa!! Anak trsebut menangis setelah membaca Laskar Pelangi.&lt;br /&gt;Sulap apa yang dipakai Andrea Hirata?&lt;br /&gt;Saat sebelum menyelesaikan EDENSOR aku membuat puisi, begini bunyinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nantinya aku bakal melebur bersama debu – debu itu&lt;br /&gt;Kau lihat aku?&lt;br /&gt;Masih bercumbu aku dengan senyap dalam debu&lt;br /&gt;Jangan pusingkan kesepianku!&lt;br /&gt;Tidak lagi monoton dengan orang – orang berjas&lt;br /&gt;dan berdasi lagi&lt;br /&gt;Kau ingat saat aku menjadi seperti mereka?&lt;br /&gt;Kau sepertinya sudah lupa seperti apa rupaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelahnya aku selesaikan Edensor aku begitu trenyuh, manis sekali kehidupan yang dijalani Andrea sebagai seorang BACKPACKER yang begitu bebas. Menaklukan dunia. Menguasai Rusia. Menginjak Afrika. Bersandar di bawah temaram Paris. Keputusaasaannya pada cinta....................&lt;br /&gt;Putus asakah Andrea dengan cinta?&lt;br /&gt;Njoo Xian Ling yang berkali ditemuinya berwujud papan laundry, atau label obat kuat? Atau seorang nenek yang telah meninggal ataukah seorang bayi 3 bulan?&lt;br /&gt;Semangat Andrea berkoar saat ia menemukan siapa dirinya. Mengapa ia mencari sesuatu yang orang lain enggan mencari. &lt;br /&gt;Ah,, akhirnya kau menjelaskan tanpa aku harus menjelaskannya...&lt;br /&gt;Setelah sekian lama, penantian yang tidak sia2 (versus Andrea)&lt;br /&gt;Tapi AKU KALAH DENGANNYA. Ya kalah. Aku menemui penantianku, tetapi ia tidak! Justru dia yang menang. Ironis pula itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran dari Andrea udah pastiiii...&lt;br /&gt;PANTANG MENYERAH. Hidup harus diarungi, bayangkan Pun sama apa yang bakal kita hadapi bentar2 ini khususnya temen2 yang lagi banyak masalah, musibah, bencana, gelisah, gundah gulana. Andrea saja kuat. Mengapa kita tidak?&lt;br /&gt;Satu kalimat yang membuat semangatku dibakar habis – habisan oleh Andrea :&lt;br /&gt;Kalau kamu sudah berusaha sampe MENTOK ke ujung dunia, tapi tetep gak nemuin apa yang kamu cari ya udah, berarti kamu UDAH NEMUIN DIRIMU BUAT NERIMA KENYATAAN KALO KAMU GAK BISA NEMUIN ITU.&lt;br /&gt;Sesuatu yang hebat dari Andrea . Tidak salah. Benar2 gila.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-5303845710691262822?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/5303845710691262822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=5303845710691262822' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/5303845710691262822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/5303845710691262822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2008/03/edensor-buat-puni.html' title='EDENSOR buat PUNI'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-8234476120179703570</id><published>2008-03-24T22:25:00.000-07:00</published><updated>2008-03-24T22:47:54.827-07:00</updated><title type='text'>HOiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii</title><content type='html'>Hoiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii&lt;br /&gt;Walah... Norak banget sih layoutnya. ha2&lt;br /&gt;Tapi puni ini yg bernama aseli &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;silvani andalita&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; lagi demen &lt;span style="color:#66ff99;"&gt;idjo pupus&lt;/span&gt; gityu.&lt;br /&gt;kalo merah emang udah dari jaman bahono sukanya..&lt;br /&gt;ha222&lt;br /&gt;Ntar deh kapan2 aku ganti layoutnya item semua gitu.. biar tambah gak keliatan, ha3&lt;br /&gt;udah2,,&lt;br /&gt;puni lagi ampir gila niyy gara2 UAN yg &lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;top markotop&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; kabarnya bakal bentar lagi income and join us with us...&lt;br /&gt;gila khannnnn&lt;br /&gt;6 mapel yg konon bakal dateng tgl 22 - 24 April mendatang udah bikin jantung puni deg2 serrrrrr sejak tahun 2007 daolo...&lt;br /&gt;gila abiiisssssssss&lt;br /&gt;semangat2!!!&lt;br /&gt;buat para kawula muda yg juga mau ngadepinUAN taon ini...&lt;br /&gt;ayo semangat!!!&lt;br /&gt;kita pasti bisa!!horas bah!!&lt;br /&gt;siapin diri,,mulai jaga kesehatan,banyak biking latian soal2 gitu.. kalo uda gak nyandak buat buka2 buku kls 1 - 3..&lt;br /&gt;ini uni juga tengah sibuk nyiapin buat pra ujian 3 dari pemkot tapi masih nyibukin diri alias cari kerjaan alias gak punya kerjaan!!! buat nulis2 di blog sini..&lt;br /&gt;Yah namanya juga my thought....my life...&lt;br /&gt;hehehe...&lt;br /&gt;masih juga gemar bikin puisi amburadul.. cerpen yang (sapa tauuuuu) bisa juga dijadiin novel..&lt;br /&gt;AMEEEEEEEEEEEEEEEEEEENNNNNNNNNNNNNNNNNNNN&lt;br /&gt;arghhhhhhhhh.. cita2 puni jadi penulis. Alah,opo iso to Pun??&lt;br /&gt;he2&lt;br /&gt;ya namanya juga usaha....&lt;br /&gt;usaha kan gak salah ya??&lt;br /&gt;GAK&gt;&gt;&gt;&gt;&gt;&lt;br /&gt;yo wei ni Puni mau pulang dulu coz ini lagi di warnet,bayarnya maal tauk.&lt;br /&gt;Enak buka net itu di kulah aja ato d rumah kan yg byr ortu..ha3 asal tetep inget wektu aja.Jangan menggila ya sobat!!&lt;br /&gt;God Bless Us..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-8234476120179703570?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/8234476120179703570/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=8234476120179703570' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/8234476120179703570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/8234476120179703570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2008/03/hoiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii.html' title='HOiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-3852184536966141056</id><published>2008-03-23T01:26:00.000-07:00</published><updated>2008-03-23T01:30:11.046-07:00</updated><title type='text'>Kebenaran Tentang Sunyi</title><content type='html'>Menyatu dalam kesepian&lt;br /&gt;Berdekat dalam kesenyapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke mana perginya para penyair itu?&lt;br /&gt;Padahal tepat ia di depan hidungmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menetap melihat&lt;br /&gt;Tapi tak mendengarkan&lt;br /&gt;Hanya mendengar walau jarak begitu dekat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih bisu&lt;br /&gt;atau memura bisu?&lt;br /&gt;Barangkali benar, justru jarak yang membuat bisu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-3852184536966141056?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/3852184536966141056/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=3852184536966141056' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/3852184536966141056'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/3852184536966141056'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2008/03/kebenaran-tentang-sunyi.html' title='Kebenaran Tentang Sunyi'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-3908887603901764776</id><published>2008-03-23T01:19:00.000-07:00</published><updated>2008-03-23T01:26:02.582-07:00</updated><title type='text'>CERITANYA</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;Ini kenyataannya:&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Jaman Buyutku,&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;jaman tak enak itu&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Kala NICA jadi raja,&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;saat klambi dari goni&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Lagi - lagi tak pandang orang untuk susah&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Merenggut tawa&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Seakan - akan duka jadi piaraan&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Cara sembayang jadi salah&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Memulung upaya sambung nyawa&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Kata Eyangku lucu pula:&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Kala itu inspirasi tak sebanyak ubannya sekarang&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Jaman Adikku,&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Harga susu kaleng sudah sama uang sekolahku&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Ini jaman edan, Dik&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Seribu inspirasi tak diperlukan lagi&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Kata - kata yang biasa kita bahas hingga sore ini&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Penutupku: &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Hidup susah sudah jadi anugerah&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-3908887603901764776?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/3908887603901764776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=3908887603901764776' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/3908887603901764776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/3908887603901764776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2008/03/ceritanya.html' title='CERITANYA'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-3181632158570388388</id><published>2008-03-15T05:51:00.000-07:00</published><updated>2008-03-15T05:57:29.473-07:00</updated><title type='text'>Selamat Malam, Bu</title><content type='html'>Bu, aku pergi tidur&lt;br /&gt;Ini pamitku&lt;br /&gt;Tolong biarkan pelita itu mati, Bu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin tidur yang lama&lt;br /&gt;Biarkan aku lelap, Bu&lt;br /&gt;Barang satu detik dari hidupku&lt;br /&gt;Aku lelah, Bu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin tidur yang lama&lt;br /&gt;Lama sekali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin tidur yang lama&lt;br /&gt;Yang tak pernah bangun lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya Bu&lt;br /&gt;Aku pun hendak membuktikan pada insomnia sialan itu&lt;br /&gt;Tapi kenapa aku tak bisa menemuinya?&lt;br /&gt;Biarkan aku tidur ya, Bu&lt;br /&gt;Toh tadi aku sudah pamit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak usah cemas akan aku&lt;br /&gt;Bila bangun nanti&lt;br /&gt;cerpen pertemuanku dengan insomnia&lt;br /&gt;akan aku bacakan padamu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-3181632158570388388?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/3181632158570388388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=3181632158570388388' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/3181632158570388388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/3181632158570388388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2008/03/selamat-malam-bu.html' title='Selamat Malam, Bu'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-9049089330617618103</id><published>2008-03-15T05:46:00.000-07:00</published><updated>2008-03-15T05:51:36.906-07:00</updated><title type='text'>Lagi - Lagi Hujan Lagi</title><content type='html'>Kau pergi lagi&lt;br /&gt;Kau mendekat lagi&lt;br /&gt;Setelah itu pergi lagi&lt;br /&gt;Jauh&lt;br /&gt;Namun tak kembali lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau sapa hujan dalam aku&lt;br /&gt;Yang tak mau reda&lt;br /&gt;Hai, ini hujan justru deras lagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau pergi lagi&lt;br /&gt;Kau datang lagi&lt;br /&gt;Saat aku diam tertunggu&lt;br /&gt;Kau justru pergi lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari hujan yang menunggu&lt;br /&gt;Menemui luka yang menganga&lt;br /&gt;Lagi&lt;br /&gt;Tidak lagi dalam aku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-9049089330617618103?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/9049089330617618103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=9049089330617618103' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/9049089330617618103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/9049089330617618103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2008/03/lagi-lagi-hujan-lagi.html' title='Lagi - Lagi Hujan Lagi'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-215327973422258003</id><published>2008-03-15T05:43:00.000-07:00</published><updated>2008-03-15T05:46:51.130-07:00</updated><title type='text'>Ibu</title><content type='html'>&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;em&gt;Sejakmu bertaruh nyawa dengan-Nya&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;em&gt;Tidak kupikir perih kesahmu&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;em&gt;Curahan cintamu&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;em&gt;Anugerah terbesarku&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-215327973422258003?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/215327973422258003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=215327973422258003' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/215327973422258003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/215327973422258003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2008/03/ibu.html' title='Ibu'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-2962976715181235862</id><published>2008-03-01T22:19:00.000-08:00</published><updated>2008-03-01T22:20:14.334-08:00</updated><title type='text'>Perkembangan Bisnis Ritel Modern sebagai Jawaban Atas Perubahan Gaya Hidup Masyarakat</title><content type='html'>Maraknya bisnis ritel ( toko kelontong ; yang menjual eceran kepada konsumen terakhir dengan jenis tertentu dengan frekuensi yang tinggi dan sebaliknya ) , telah mencapai perkembangannya beberapa tahun terakhir ini. Tumbuhnya bisnis ritel yang mengacu pada perolehan laba pribadi lebih mendorong para pengusaha baik pedagang besar / kecil Usaha Kecil Menengah (UKM).&lt;br /&gt;Usaha – usaha yang dikerjakan pebisnis ritel ini bermacam – macam jenisnya. Demikian juga mutu dan pengolahannya. Mereka saling bersaing untuk menggaet konsumen sebanyak mungkin, lebih – lebih pada pola komsumtif pada tiap konsumennya tersebut. Bukan pada segi pemborosan. Tetapi letak sifat lahiriah manusia yang tidak pernah merasa puas. Inilah salah satu gaya hidup masyarakat kita yang baru. Kepraktisan dan efisiennya lebih menjadi tolok ukur para konsumen modern.&lt;br /&gt;Belum lagi bila digabungkan untuk mengulas perkembangan bisnis ritel modern sebagai jawaban atas perubahan gaya hidup masyarakat. Akankah gaya hidup masyarakat sekarang ini mampu mengubah kemajuan bisnis ritel modern?&lt;br /&gt;Sebut saja pengaruh franchise. Yang berhubungan dengan kata “merk”. “Merk dagang” khususnya. Sedikit penjelasan mengenai franchise,yang berasal dari bahasa Perancis “franchir”  yang berarti kewajiban untuk membayar upeti. Asosiasi Franchise International menjelaskan bahwa franchise ialah suatu hubungan berdasarkan kontrak antara franchisor dengan franchisee.&lt;br /&gt;Pihak franchisor menawarkan dan mempunyai kewajiban untuk memelihara kepentingan terus menerus pada usaha franchise dalam aspek – aspek pengetahuan dan pelatihan. Franchise di sini memiliki hak untuk beroperasi di bawah merek atau nama dagang yang sama untuk menurut format dan prosedur yang telah ditetapkan oleh franchisor dengan modal dan sumber daya franchise itu sendiri.&lt;br /&gt;Di negara Amerika, franchise dipandang sebagai suatu kontrak atau perjanjian baik yang dinyatakan lisan / tercantum secara tertulis antara 2 orang atau lebih yang menyepakati bahwa seorang franchisor diberi hak untuk melibatkan diri dalam memproduksi, memasarkan dan menyalurkan suatu jenis produk / jasa melalui sistem yang dibangun dan dikembangkan oleh franchise.&lt;br /&gt;Di Indonesia, hal ini biasa disebut waralaba. Wara yang artinya istimewa. Jadi disimpulkan menjadi laba istimewa. Ada juga istilah franchising yang mempunyai arti pewaralabaan dari suatu jenis usaha.&lt;br /&gt;Intinya franchise adalah konsep bisnis yang dijalankan berdasarkan perjanjian 2 belah pihak / lebih yang diikuti dengan kewajiban dan tanggung jawab semua pihak yang bersangkutan.&lt;br /&gt;Bisnis ritel modern banyak macam dan jenisnya di Indonesia. Munculnya minimarket seperti Alfamart , Indomaret , Yomart , sampai Carefour dan Hypermart yang baru saja hadi di Semarang mendapat sambutan baik bagi masyarakat Indonesia.Dalam segi makanan dapat mengambil contoh Ayam Bakar Wong Solo , Papa Ron’s Pizza , KFC (Kentucky Fried Chicken) , Pizza Hut , dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;Alfamart yang didirikan tahun 1999 dengan konsep minimart, toko ritel yang menyediakan kebutuhan pokok sehari – hari di mana pembeli dapat memilih sendiri barang yang akan dibeli, mempunyai target kelas menengah dengan franchisor PT Sumber Alfaria Trijaya (Jakarta). Sampai sekarang (Oktober 2007) Alfamart memiliki total outlet sebanyak 1350. Paket investasi yang diberikan sebesar Rp 300.000.000,00 dengan total fee sebanyak Rp 45.000.000,00. Royalti fee nya progresif yang berkisar antara 0% - 3%. Lama kontrak yang diberikan selama 5 tahun dengan perkiraan BEP selama 3 tahun. Kebutuhan investasi biasanya menjadi pemilik pasif dan memberlakukan system bagi hasil.&lt;br /&gt;Dalam kurun waktu 8 tahun sudah menumbuhkan 1350 outlet lain di berbagai penjuru Indonesia. Pertumbuhan yang termasuk pesat ini akibat adanya rasa kebutuhan masyarakat yang maksimal. Di mana permintaan itu lebih besar dari pada penawaran.Apalagi dengan didorongnya keadaan lingkungan tempat tinggal yang menuntut adanya ritel modern di kawasan mereka. Apabila wilayah pemasaran yang terjangkau sudah terjamin, sepertinya jaringan distributif / outlet yang disalurkan tepat pada wadahnya. Belum lagi ketidakperluan untuk menanam investasi yang baru dan memperoleh fee dari franchisor. Hal ini juga dapat menjadi keuntungan franchisor semata. Franchisor yang juga berkewajiban untuk memberi bimbingan dan pelatihan serta pengawasan dari pihak atas yang bermutu.&lt;br /&gt;Setiap ritel modern ini berlomba –lomba dalam memperbaiki manajemennya. Meliputi jumlah karyawan, kepemilikan pasif, perjanjian pengembang, pengaturan wilayahnya (sampai lahan parkir), serta kebutuhan tempat. Bantuan manajemennya dapat berupa pencarian modal / tempat, promosi / iklan, serta training. Kemudahan ritel modern ini didapat sebab mereka mendapat hak untuk memproduksi dan menjual produk / jasa yang sudah dikenal oleh masyarakat sehingga masyarakat mempunyai kepercayaan tersendiri oleh produk yang mempunyai mutu franchise tinggi. Mereka juga mempunyai akses untuk mendapatkan bahan baku.&lt;br /&gt;Perkembangan bisnis inilah yang dituntut oleh masyarakat kita atas gaya hidupnya yang baru. Serba praktis, aman, dan efisien (berguna atau tidak). Adanya banyak ritel modern dengan latar franchise yang sudah dikenal banyak masyarakat membuat masyarakat melakukan seleksi ekonomi dengan sendirinya. Tuntutan untuk gengsi juga menjadi salah satu faktor penyebab pola konsumtif tingkat menengah. Kegemaran shopping dan mencoba hal –hal baru dan bermerek menjadikan masyarakat semakin “hidup” untuk menjadi pelaku utama dalam kegiatn ekonomi.&lt;br /&gt;Tak urung pula dengan pola kegiatan pokok mereka yaitu mencari uang menjadi motivasi utama untuk hidup gengsi di masa modern seperti sekarang ini. Masyarakat kita semakin dihadapkan pada dilemma menabung dan bertindak ekonomis. Tetapi kebutuhan yang lebih besar tidak dapat menghandle pengeluaran yang bersifat konsumtif. Dengan membuat anggaran / rencana pokok sebelumnya, maka semua kebutuhan itu tidak akan terlupakan. Dan dapat pula dihindarkan pemborosan yang tiada guna. Anggaran tersebut membantu kita mempergunakan alat pemuas yang terbatas untuk memperoleh kepuasan yang sebesar – besarnya. Jadi kita tetap bisa menikmati ritel modern berbagai macam jenisnya dengan teratur sehingga menimbulkan kesan modern yang sehat. Modern yang tetap beraturan. Bukan sekedar modern untuk meraih pamor tertinggi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-2962976715181235862?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/2962976715181235862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=2962976715181235862' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/2962976715181235862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/2962976715181235862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2008/03/perkembangan-bisnis-ritel-modern.html' title='Perkembangan Bisnis Ritel Modern sebagai Jawaban Atas Perubahan Gaya Hidup Masyarakat'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-4807903383038441176</id><published>2008-03-01T22:17:00.000-08:00</published><updated>2008-03-01T22:18:41.640-08:00</updated><title type='text'>Kerjasama Bangunkan Aceh</title><content type='html'>Banyaknya lembaga – lembaga bantuan atau pembangunan telah memberikan dampak terhadap banyak  manusia yang membutuhkan bantuan pada kebutuhannya.Meningkatnya kebutuhan ekonomi,labilnya krisis yang terjadi serta bencana alam akibat ulah manusia sendiri di Indonesia semakin memeperburuk citra Indonesia.Terbuktinya kesadaran manusia untuk berfikir lebih efektif bahwa manusia sebagai mahkluk sosial,tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain.Individu yang hidup sendirian dapat dipastikan bahwa dia tidak dapat hidup tanpa orang lain.Demikian pula halnya dengan sebuah negara.Sebuah negara tentunya tidak dapat berdikari tanpa bantuan dengan negara lain.Hal ini biasanya disebut dengan kerjasama internasional.&lt;br /&gt;Kerjasama dalam negara tersebut biasa disebut kerjasama nasional.Kerjasama yang dimaksud di sini meliputi banyak konteks seperti bidang – bidang yang telah diketahui banyak khalayak.Kerjasama di bidang ekonomi yang meliputi bidang mata pencaharian,keuangan,sistem ekonomi,bisnis,ketenagakerjaan,politik,transportasi,dsb.Dalam bidang kesehatan misalnya obat – obatan,mutu kesehatan masyarakat,tingkat gizi dan pangan,lingkungan hidup.Keadaan saling membutuhkan inilah yang menjadikan hubungan kerjasama nasional dan internasional dapat terjalin.Suatu kebutuhan kesehatan misalnya,lembaga kesehatan masyarakat di Indonesia dan luar negeri akan saling bekerja sama untuk menolong para korban bencana alam atau kekurangan pangan dan gizi di suatu daerah.Sebut saja lembaga – lembaga di bawah naungan PBB.Misalnya WHO (kesehatan), UNESCO (pendidikan), IMF (keuangan), FAO (bahan makanan dan pertanian),dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26 Desember 2004 sayap barat Indonesia,Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) dan Nias serta kawasan di sekitarnya luluh lantah akibat tsunami dan gempa bumi.Gempa bumi tersebut merupakan gempa terkuat di dunia yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini.Disusul dengan tsunami yang menobrak abrik pesisir pantai Aceh dan sekitar .Kerusakan – kerusakan yang terjadi dan kerugian yang dicapai sudah tidak dapat dihitung lagi.Melihat kejadian ini pemerintah Indonesia segera membentuk Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (BAKORNAS PBP) untuk segera menangani keadaan ini dengan tanggap sesegera mungkin.Kali ini,Indonesia benar – benar menangis meratapi kelumpuhannya.Hampir seluruh dunia memberi bantuan dengan berbagai macam bentuk kepada masyarakat NAD dan Nias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16 April 2005,BRR (Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi) dibentuk dengan dasar PERPU nomor 2 Tahun 2005.BRR mempunyai 3 tugas ,yakni bertanggung jawab memastikan bahwa aspirasi berbagai pihak yang diwakilinya menjadi acuan dalam proses rehabilitasi &amp;amp; rekonstruksi dan bertanggung jawab bahwa kegiatan yang dilaksanakan telah berjalan secara efisien, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan,serta mengelola kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan dengan lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran ADB (Asian Development Bank) yang mempunyai tujuan untuk memperbaiki  kemakmuran dan kesejahteraan orang Asia dan Pasifik memberi pengaruh besar kepada masyarakat tsunami Aceh. ADB mempunyai 67 anggota,48 anggotanya berasal dari daerahnya dan 19 negara yang lain adalah partisipan dari seluruh negara di dunia.Misi nya untuk menolong para anggotanya yang sedang membutuhkan dana  untuk meningkatkan kesejahteraan bagi penduduknya.ADB memberikan bantuan kepada negara yang membutuhkan berupa pinjaman atas perizinan dan jaminan.ADB berperan aktif dalam pembangunan Aceh kembali.ADB memberikan ketransparan dalam proses distribusinya ke Aceh di berbagai bidang seperti pertanian,perikanan,pengairan,pengusahan mata pencaharian besar/kecil,perumahan,air dan pemeliharaan kesehatan,pendidikan,transportasi,dll.ADB juga bekerja sama dengan LSM UN-Habitat, German Agro Action, Help eV dan Cordaid Sumatra untuk pembangunan sebanyak 3.000 rumah. Disebutkan, ADB menyediakan dana senilai 72,5 juta dolar guna membangun dan memperbaiki rumah-rumah dan infrastruktur pendukungnya di Aceh dan Nias sebagai bagian dari hibah untuk Pemerintah Indonesia sebesar 291 juta dolar AS. Hibah itulah yang dinamakan Earthquake and Tsunami Emergency Support Project (ETESP) ditujukan khusus untuk merehabilitasi dan merekonstruksi Aceh dan Nias pasca tsunami.Pemda Aceh tetap mempunyai 2 tugas yaitu merekonstruksi Aceh dan ikut mendukung BRR serta rehabilitasi.ADB juga memberikan bantuan untuk memperbaiki mutu pendidikan;memberikan beasiswa dengan lebih mengutamakan kaum perempuan,membantu dibukanya kembali Kantor Perbendaharaan Negara (KPKN) di Aceh. ADB juga membantu dana untuk pembukaan kantor Badan pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) di Aceh. Prioritas lainnya bagi ADB pada tahun 2006 adalah mempercepat pembangunan perumahan bagi para pengungsi.Kepala BRR NAD dan Nias, Kuntoro Mangkusubroto,menyatakan bahwa ini adalah bentuk dukungan lembaga donor,terutama ADB untuk mendukung rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh dan Nias.Beliau menambahkan bahwa proyek pembangunan perumahan ini dilaksanakan setelah melalui proses perencanaan matang yang melibatkan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bank Pembangunan Asia (ADB) dan Black &amp;amp; Veatch juga mengadakan mid-term review untuk Proyek Bantuan Darurat Gempa Bumi dan Tsunami Paket 24 (ETESP-24),yang berfokus pada Perencanaan Tata Ruang dan Pengelolaan Lingkungan pada tingkat Kecamatan.Berdasarkan perhitungan nilai kerusakan dan kerugian di wilayah NAD adalah Rp.41,4 triliun.Pada tahun 2006, BRR telah berhasil memindahkan lebih dari 65.000 pengungsi dari tenda ke hunian sementara. Keberhasilan yang telah dicapai adalah hasil kerja bersama yang melibatkan 30 pelaku rekonstruksi dari berbagai pelaku rekonstruksi.Kemajuan lain dalam bidang pendidikan  yang dicapai mencakup pembangunan hampir 750 sekolah, kurang lebih 300 fasilitas kesehatan dan 1.200 kilometer jalan di Aceh dan 300 kilometer di Nias.Akhir 2006, seluruh pelabuhan dan bandara yang hancur dapat beroperasi kembali.PT Garuda Indonesia Airways juga memberikan bantuannya berupa ribuan kursi gratis untuk mengantar kepulangan para mahasiswa ke tempat asalnya.World Bank berkomitmen membangun 5.000 rumah, 200 sekolah dan 200 gedung pemerintahan dengan pendekatan pembangunan berbasis masyarakat. Asian Development Bank meningkatkan komitmen mencapai USD 30 juta.Australia menyumbangkan 10 juta Dollar Australia untuk pembangunan kembali Nias Selatan dan negara-negara donor melalui Multi Donor Fund meningkatkan perhatian untuk pembangunan infrastruktur Kepulauan Nias. Proyek-proyek yang didanai MDTF ini akan melibatkan pemerintah daerah Nias dan Nias Selatan.&lt;br /&gt;Adanya Tim Terpadu juga sebagai tempat pelayanan untuk membantu lembaga/perorangan asing dalam rangka hibah untuk rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh dan Sumatra Utara.Untuk tujuan ini Tim Terpadu terdiri dari perwakilan beberapa departemen pemerintah dalam bidang keimigrasian,ketenagakerjaan,kepabean dan cukai,perpajakan,perdagangan,perdagangan luar negeri,dan polisi daerah NAD dan Nias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber – sumber pendanaan pembangunan Aceh dan Nias juga berasal dari APBN yang mengacu pada Keputusan Presiden Nomor 80/2003, BRR berusaha memenuhi prosedur pengadaan yang dituntut oleh peraturan tersebut, dan menjunjung tinggi integritas dan kepatuhan pada peraturan perundangan,dan tetap berusaha memenuhi tuntutan pemenuhan kebutuhan masyarakat tsunami  NAD dan Nias hingga Europan Commissions,Islamic Development Bank,United Nations,World Bank,RANTF,dan masih banyak lagi negara – negara di dunia yang ikut membantu Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan Aceh dan Nias dalam segala aspek tidak dapat berhasil tanpa adanya bantuan dari segala pihak.Kerjasama yang sudah terjalin dengan negara lain dan kerjasama dalam negara ada baiknya bila tetap dipelihara sampai generasi – generasi selanjutnya.Hal ini akan tetap mendukung terus usaha pemeliharaan kedamaian dunia dalam lingkup persatuan antar negara dan individu pelaku di dalamnya.Semoga semua usaha untuk pembangunan Aceh tetap dapat berjalan dengan lancar dan tertib sehingga tetap menguntungkan semua pihak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-4807903383038441176?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/4807903383038441176/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=4807903383038441176' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/4807903383038441176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/4807903383038441176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2008/03/kerjasama-bangunkan-aceh.html' title='Kerjasama Bangunkan Aceh'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-7442139120169171991</id><published>2008-03-01T22:16:00.000-08:00</published><updated>2008-03-01T22:17:29.811-08:00</updated><title type='text'>Puisi - Puisi Tuk Jambi</title><content type='html'>Puteri Pinang Masak cantik sekali&lt;br /&gt;Sayang hendak dipinang Raja Buruk rupa&lt;br /&gt;Enggan&lt;br /&gt;Tak  Mau&lt;br /&gt;Tak sanggup kecantikannya dimiliki Raja Buruk&lt;br /&gt;Semalam Negeri Pinang disulap&lt;br /&gt;Tetap tak mau&lt;br /&gt;Sekarang anak cucunya mengenang Raja Buruk&lt;br /&gt;Dalam Pinang Jambe&lt;br /&gt;Yang jadi Jambi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Kayo Hitam tak mau bayar upeti&lt;br /&gt;Toh Raja Mataram selalu berang&lt;br /&gt;Sulap saja upeti itu menjadi kotoran angsa&lt;br /&gt;Siapa tahu Tembesi dan Muara Tebo muncul kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desa Lubuk Ruso berusia 88 tahun&lt;br /&gt;Menjadi saksi  cinta puteri Mambang dan Senaning&lt;br /&gt;Mengingatkan kita pada gasing&lt;br /&gt;Keteledoran yang mencabut nyawa dari tanah Jambi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-7442139120169171991?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/7442139120169171991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=7442139120169171991' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/7442139120169171991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/7442139120169171991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2008/03/puisi-puisi-tuk-jambi.html' title='Puisi - Puisi Tuk Jambi'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-4686267699017201227</id><published>2008-03-01T22:13:00.001-08:00</published><updated>2008-03-01T22:13:52.448-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Filosofi Cinta Begitu Buta&lt;br /&gt;Waktu sudah menunjukkan pukul 20.35, Ratih masih dag dig dug menunggu hujan reda. Hujan sejak tadi pagi memang belum reda. Adapun reda paling hanya sekitar 10 menit. Memang tidak deras. Gerimis rintik – rintik namun tidak kunjung henti. Suasana yang sejuk sebenarnya tetap tidak dapat mengusik perasaan yang tengah berkecamuk di hatinya. Sedih, bingung, putus asa. Entahlah. Ratih semakin merasa dirinya hampir gila.&lt;br /&gt;Ratih masih membopong anak gadisnya yang baru berumur 4 hari. Anak gadis yang demikian diidamkan setiap orangtua. Anak itu demikian manis. Hidungnya tidak pesek – pesek amat seperti Waluyo, suaminya. Rambutnya hitam legam meskipun tidak lebat seperti Yudi, Azis, maupun Tirta waktu bayi dulu. Ketiga kakak laki – lakinya. Ah, gadis mungil ini bahkan belum sempat kuberi nama! Bahkan belum sempat merasakan kasih belaian orangtuanya. Belum sempat melihat seperti apa rupa orang tua yang akan meninggalkannya. Orang tua macam apa aku ini! Pekik Ratih.&lt;br /&gt;Oleh karena tuntutan ekonomi yang begitu berat, Waluyo dan Ratih tak sanggup membiayai kehidupan rumah tangganya. Waluyo tidak bekerja alias pengangguran. Sedangkan Ratih, istri yang diperoleh berkat perjodohan orang tua mereka, hanya bekerja sebagai pembantu rumah tangga di kota. Saat itu Waluyo mempunyai pekerjaan. Sebagai pemecah batu di desa, berapa upah yang bisa diperoleh. Ratih pun tidak bekerja sepenuhnya. Ia bekerja serabutan, yang penting bisa makan. Ketiga anaknya pun tidak sekolah. Yang sulung, Yudi tengah duduk di bangku SD kelas 6. Adiknya, Azis duduk di kelas 4. Sedangkan Tirta hendak dimasukkan ke bangku Sekolah Dasar. Kini Ratih malah menambah momongan! Tak sanggup tak sanggup Waluyo menghidupi keluarganya. Saat – saat krisis ekonomi begini. Saat harga – harga kebutuhan semakin menanjak. Astaga! Aku ini jahanam macam apa! Membuang anak sendiri gara – gara tak bisa menghidupinya. Tahu gitu tak usahlah membuat anak lagi! Mau dikasih makan apa mereka? Yudi sudah putus sekolah, tak sanggup Waluyo membayar uang Ujian nya. Bah, apalagi membayar uang gedung SMP. Miris hatinya ketika melihat putra – putranya tidak dapat sekolah lagi. Uang untuk bersalin putri pertamanya pun Waluyo pinjam dengan Pak Haji, Kepala Desa mereka. Untunglah Pak Haji tidak memasang bunga untuk itu. Waluyo amat bersyukur. Tapi sedetik kemudian ia sadar untuk mengembalikannya ia hendak memakai apa? Tidak penting sekarang mau membayar pakai apa. Toh Pak Haji cukup berada di Desa Sukolilo. Yang penting sekarang ini hanya kepulangan Ratih secepatnya dari Puskesmas, sebab biayanya akan semakin tingi bila Ratih terlalu lama di Puskesmas. Pukesmas Desa Sukolilo yang menurut Pak Haji kurang mumpuni. Penduduknya yang masih belum sadar gizi dan gagalnya penyuluhan Keluarga Berencana di desanya itu. Sungguh tak habis pikir Pak Haji dengan itu semua. Sebenarnya yang gagal memberikan penyuluhan itu Puskesmas nya atau penduduknya yang belum sadar mengenai KB?&lt;br /&gt;Lama Waluyo termenung, terlalu serius dan semakin galau hatinya. Putri pertama mereka!&lt;br /&gt;” Kang, bagaimana ini? Aku tak sanggup berpisah dengan putriku! Aku tak mau kehilangan dia! Aku tak mau kelak dia melupakan kita! ”&lt;br /&gt;” Astaga, gila kau ini! Kita kan sudah sepakat hendak memberikannya kepada panti asuhan, dan semoga saja ada jutawan yang mau mengadopsi dia! Sudah untung dia tak kau gugurkan! Semoga saja dia mendapat jutawan dan hidupnya indah kelak! Tidak merasakan susah seperti kita! Dengan begitu kau akan tetap dapat melihat dia kapanpun kau hendaki. Bukan begitu perjanjian kita? Kau tentu tidak lupa ’kan? Aku pun mencintainya! Sayang seribu sayang dia diletakkan pada rahimmu. Orang tua kere dan pengecut seperti kita. Sungguh malang nasibnya. Ayolah Ratih, keputusan kita sudah bulat bukan? Tapi apa hendak dikata, zaman sekarang apa – apa serba mahal. Kau lihat, ketiga anak kita tidak sekolah. Kau bekerja hanya untuk mengisi lima perut kita. Belum kebutuhan yang lain. ” jawab Waluyo panjang lebar.&lt;br /&gt;” Iya Kang, aku ingat. Hanya saja tetap butuh waktu untuk menjalani ini semua. Semoga saja putri kita – ah, bahkan kita belum sempat memberi dia nama..”&lt;br /&gt; ” Astari. Astari Sugiarto” jawab Waluyo secepat mungkin, sebelum Ratih menyelesaikan kata – katanya. ” Astari, Asta itu artinya membawa. Sugi itu artinya sugih. Sugih itu kaya. Arta itu uang. Jadi aku mengharapkan dia, Astari anak yang membawa kekayaan berupa uang! ” gumam Waluyo lagi. Ia bahkan melupakan sejenak bahwa untuk kaya itu butuh perjuanagan. Pengorbanan. Pekerjaan yang tidak mudah. Tapi Waluyo tidak berpikir seperti itu sekarang. Angan – angan boleh saja kita mengharap yang indah – indah. Mana mau orang berharap yang buruk – buruk terus. ”Astari. Bagus juga. Astari, maafkan kami yang putus asa karena ini. Kau akan mendapat orang tua yang akan mencintainmu luar dalam. Ya Allah.. Ampuni kami yang tidak bisa memberikan apa – apa untuknya.” gumam Ratih, lirih.&lt;br /&gt;Di malam kelabu ini keputusan pasangan itu telah bulat penuh. Pukul 21.00 Ratih mengambil payungnya dan berbekal perlengkapan bayi yang diberikan oleh bidan Puskesmas Ratih mengayunkan kakinya. Meski berat, mau tak mau harus mau ia pun menuju ke Panti Asuhan Sinar Kasih. Sepi sunyi malam ini terasa sangat berbeda dengan malam – malam yang lain. Justru sepi sunyi inilah saat yang tepat baginya agar para tetangga tidak melihat tingkahnya. Dan lagi menurut Ratih, pukul 21.00 pengelola panti asuhan itu masih bekerja, itu juga menurut pembantu panti Asuhan itu. Entah masih mengurus anak yang rewel atau apalah itu.&lt;br /&gt;Sinta Bahrudin selaku pengelola segera mempersilahkan Ratih masuk ke kantornya malam itu. ”Ibu Sinta, keputusan kami telah bulat.”&lt;br /&gt;Setelah mengamati Ratih barang sejenak, wanita berkacamata itu segera mengerti jelas kedatangan wanita di hadapannya itu. Ia mengingat – ingat 2 bulan yang lalu, ketika Ratih datang ke panti asuhan itu.&lt;br /&gt;Ratih tertegun sejenak. Di sinilah. Di sinilah tempat puterinya hidup di hari esok. Tempat meninggalkannya. Panti Asuhan Sinar Kasih tak terlampau besar. Hanya dihuni 18 anak. Yang semuanya sama, sama – sama yatim piatu – tak punya ayah maupun ibu – dengan segala alasan apapun itu. Dindingnya yang bercat hijau muda tampak semakin pudar dimakan waktu sudah sama warnanya dengan halaman di tengah panti asuhan itu. Sesekali Ratih menerawang jauh, membayangkan puterinya besok akan bermain – main di halaman itu. Ah, air mata Ratih terjatuh lagi. Ibumu ini Nak yang tak mampu menghadapi kenyataan!&lt;br /&gt;” Agaknya saya berharap Ibu mau merawat anak ini. Astari Sugiarto. Sebagaimana adanya yang telah kita bicarakan 2 bulan yang lalu. Karena tuntutan ekonomi keluarga saya semakin tak karuan. Saya hanya berharap ada orangtua asuh yang mau mengadopsi dia. Mencintainya luar dalam. Memenuhi segala kebutuhannya. Bu, saya mohon. Jangan biarkan dia mengetahui seperti apa rupa orangtuanya.”&lt;br /&gt;” Ah, ya, anak ini cantik sekali.”&lt;br /&gt;” Saya hanya menyalurkan kemampuan saya Bu. Lebih baik anak ini Anda serahkan kepada Tuhan. Memohonlah pada Allah. Sebab hanya Ia yang Mahatahu. Hanya Ia yang punya rencana di balik ini semua. Saya sendiri mencintai setiap anak di sini seperti anak saya sendiri. Kalau keputusan Ibu sudah bulat, ya sudah. Hadapi kenyataan hidup ini. Inilah jalan yang harus ditempuh kalian. Hidup itu dilema. Selalu dihadapkan pada banyak pilihan. Tetapi kita hanya boleh memilih salah satu. Oya, surat keterangan sudah Ibu bawa kan? Saya juga butuh Kartu Tanda Penduduk Bapak dan Ibu serta Akta Kelahiran Si Kecil ini. Ngomong – ngomong, mana Bapaknya?” lanjut Sinta.&lt;br /&gt;“ Bapaknya tidak sanggup melihat perpisahan ini, Bu. Ia merasa amat lemah sebagai laki – laki. Yah, Ibu tentu tahu maksud saya.”&lt;br /&gt;“ Ya. Sudahlah, saya sudah mengerti.” jawab Sinta.&lt;br /&gt;Ratih tak banyak bicara malam itu. Tatapannya masygul. Masih bimbang dan bingung terhadap pilihannya itu. Benar atau salah. Tapi Ratih tak mau lama – lama. Dibiarkan nasib menggerogoti dirinya.&lt;br /&gt;Sinta sendiri juga tak kalah diamnya. Ia memaklumi saja pasutri ini. Ada saja alasan orangtua untuk lepas dari tanggung jawabnya. Tapi Sinta tetap menganggap semua anak di panti asuhan ini sebagai anaknya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yap Leo Hadinata dengan istrinya, Winda Lesmono pagi itu sedang sarapan ketika telepon di rumahnya berdering. Dihampirinya telepon itu, siapa ini pikirnya. Pukul tujuh pagi sudah telepon. Mengganggu saja, kata Leo di dalam hati.&lt;br /&gt;“ Halo, selamat pagi, dengan Bapak Yap Leo Hadinata? “&lt;br /&gt;“ Betul. Siapa ini? “ jawab Leo segera.&lt;br /&gt;“ Ah, kau lupa pada suaraku, Yap. Ini aku. Singgih. Aku hendak mengabarkan hasil tes mu dan istrimu. Kau dan istrimu itu terlalu sibuk rupanya. Aku menelponmu pagi – pagi seperti ini, sebab bila kutelpon siang nanti apalagi malam, kalian pasti tidak ada di rumah. Kau dan Winda bisa segera ke rumah sakit bukan? Aku menunggumu. Kita akan membicarakan hasil tes kalian berdua. “ jawab si penelpon di seberang sana.&lt;br /&gt;“ Oh kau rupanya Dokter Singgih. Ya, ya okelah. Sebelum berangkat kerja aku dan Winda akan ke sana. Dia sudah tidak sabar untuk mengetahui hasil kesuburan kami. Bagaimanakah hasilnya? ” jawab Leo.&lt;br /&gt;” Sulit sekali, Yap. Jangan kau kecewa akan hasilnya. Kita tetap berusaha semaksimal mungkin agar kalian bisa cepat dapat momongan. Tapi agaknya kau tidak bisa menyalahkan Winda terusan. Sel telur kalian terlalu sedikit. Miliknya terlalu sedikit, dan tidak seimbang, milikmu tidak agresif. Pembuahannya jadi gagal. Jangan kau kecewa Yap. Mungkin Tuhan punya kehendak lain.” jawab Dokter Singgih.&lt;br /&gt;Dokter Singgih adalah teman Leo semenjak SMA. Mereka bahkan satu kampus. Tapi dengan jurusan berbeda pula. Singgih mengambil jurusan kedokteran, spesialis kandungan. Leo mengambil jurusan bisnis internasional. Setelah tujuh tahun perkawinan mereka, tak sekali pasangan Leo dan Winda berselisih. Meskipun perselisihan itu tak kentara di muka umum, namun di dalam rumah tangga mereka bagaikan kapal Titanic yang hendak karam karena belum mempunyai momongan. Baik Leo maupun Winda amat mengharapkan anak dalam rumah tangga mereka. Namun sayang, Tuhan masih punya rencana lain. Dan Singgih sebagai kawan baik Leo beritikad baik selalu membantu pasangan itu. Tapi manusia berusaha sekeras mungkin bila Tuhan tidak berkehendak tentu saja itu jadi lain soal.   Sebenarnya mereka amat enggan bila disuruh memeriksakan kondisi mereka. Leo selalu menyalahkan Winda. Winda hanya bisa pasrah, Winda terlalu mencintai Leo. Winda tak ingin Leo selalu bersedih. Padahal sebenarnya Leo tak punya alasan untuk bersedih lagi. Pekerjaannya membuahkan hasil yang baik. Tingkat kemajuan perusahaan yang ditanganinya selalu menanjak. Seluruh karyawannya makmur dan sejahtera semenjak semua ditangani langsung oleh Leo. Semua kebutuhan mereka terpenuhi. Rumah gedung tingkat tiga itu terlalu luas ditinggali oleh dua orang itu, bersama tiga pembantu dan dua sopir serta seorang satpam. Namun tentu saja, kebahagian tak selalu dapat dibeli dengan uang. Akhirnya mereka menyerah setelah melewati seribu satu macam cara untuk mendapatkan anak. Yang terakhir, proses bayi tabung ini pun juga gagal. Pupus sudah harapan mereka. Entah mungkin setelah ini Leo mungkin akan menceraikan Winda secepat mungkin atau apa lah, Winda terlalu takut untuk membayangkan itu. Winda juga yang akhirnya memasrahkan diri kepada Dokter Singgih untuk diperiksa. Padahal sebelumnya Winda ogah sekali memeriksakan dirinya. Malu pada dokter rupanya. Tapi dengan Leo akhirnya Winda mau juga, asal dengan Dokter Singgih langsung yang menanganinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesekali Singgih menatap dua orang di depannya dengan pandangan kasihan. Rupanya orang kaya yang tidak bahagia. Selalu sibuk bekerja. Mungkin Tuhan tahu kalau kesibukkan kedua orang itu terlalu berlebihan, oleh sebab itu Tuhan belum mau menitipkan anak pada mereka.&lt;br /&gt;” Satu – satunya jalan Yap. Adopsi. Hartamu sudah menumpuk bukan. Mungkin tidak salah bila kau coba mengadopsi anak saja. Winda tentu juga akan menyetujuinya bukan bila kalian benar – benar merindukan sosok anak di dalam rumahmu? ” Dokter Singgih mulai pembicaraannya tanpa sungkan. Dokter ini memang selalu ceplas – ceplos pada mereka. Sudah akrab memang.&lt;br /&gt;” Mungkin akan kucoba.” jawab Leo.&lt;br /&gt;Winda agaknya kaget, tidak percaya pada apa yang didengarnya. Akhirnya Leo menyetujui juga usul Dokter Singgih. Winda segera melayangkan pikirannya kesana kemari. Apa yang akan dilakukannya setelah ini. Seperti apa rupa anak yang akan menjadi miliknya. Winda ingin sekali menimang seorang puteri. Agar nanti bisa didandani secantik mungkin. Puteri kecil yang imut – imut. Manis, pandai, berbakat seperti dirinya. Winda sendiri seorang wanita karier yang sukses. Cantik. Anggun. Pandai dan rajin. Pawakannya tinggi langsing, kulit yang kuning langsat menambah manisnya dirinya. Dandanannya tidak pernah menor, selalu anggun, mencerminkan wanita yang... Ah, Leo selalu mendambakan istri yang seperti ini. Serba bisa. Istimewa pokoknya! Tak salah pilihannya waktu itu. Tapi waktu itu Leo bahkan tidak mempedulikan adanya tumor di rahim Winda. Itu sebabnya! Ovumnya bahkan terlalu sedikit dan tidak seimbang.&lt;br /&gt;” Di mana pula aku harus mencari orang tua yang sudi memberikan anaknya untuk kami? Menculik? ” lanjut Leo.&lt;br /&gt;” Wah bisa – bisa kau dipenjara Yap! Hahaha... ” gurau Singgih.&lt;br /&gt;Namun Yap Leo dan istrinya yang dari tadi diam tidak menanggapi gurauannya. Malah semakin diam. Rasanya dunia begitu luas. Mana ada orangtua  yang memberikan anaknya untuk orang lain. Adapun itu pasti hanya satu orang dari sejuta manusia! Pikir Winda kecut.&lt;br /&gt;” Tidakkah kalian ingat, banyak anak – anak di dunia ini, yang tidak dapat merasakan kasih sayang orang tuanya. Kau lihat itu Yap? Win? Yang bahkan dimanfaatkan orang tuanya untuk mengemis atau menga..” belum selesai Singgih melanjutkan kata – katanya. ” Jadi yang kau maksud aku mengadopsi gelandangan cilik atau anak pengemis? Pengamen? Jangan bercanda kau! ” seru Leo seketika.&lt;br /&gt;” Lho, aku kan belum selesai bicara. Kau bisa saja ke lembaga masyarakat seperti panti asuhan atau tempat – tempat seperti itu kau tentu mengerti maksudku kan Win? ” Winda hanya mengangguk, padahal ia masih bingung pada perkataan Singgih. ”Ya kau bisa saja menghubungi banyak panti asuhan atau kenalanmu juga banyak kan di kantor. Suruh anak buahmu mencari dong.” ujar Singgih lagi.&lt;br /&gt; ” Maksudku, aku tidak mau sembarangan tahu! ” bentak Leo.&lt;br /&gt;” Ya tentu saja. Kan aku tadi sudah bilang, banyak panti yang menampung anak yang kurang beruntung itu. Kau dan Winda bisa melakukan seleksi anak – anak itu, serta latar belakang dan seluruh tetek bengek mengenai itu. Lalu yang paling cocok dengan kalian, seperti yang kau inginkan maksudku, pilih saja anak itu.” Singgih menambahkan.&lt;br /&gt;” Apakah bisa segampang itu, Singgih? Yang aku takutkan bila suatu hari anak itu akan mengerti latar belakang kehidupannya. Oh, aku bahkan tak bisa membayangkan itu terjadi. Bilamana ... ”&lt;br /&gt;kini ganti Winda yang menjawab. Winda mulai tertarik dengan pembicaraan ini.&lt;br /&gt;” Tentu saja suatu hari si anak akan mengetahui keberadaannya yang sesungguhnya. Semua tergantung pada kalian bagaimana kalian mendidik atau mengasuhnya. Anak itu ibarat selembar kertas yang masih putih bersih dan polos. Tergantung bagaimana dan apa yang kau torehkan dengan pena di atasnya. Seperti itulah esok dia.” jawab Dokter Singgih.&lt;br /&gt;Ternyata lebih mudah mencari orang hilang atau mencari korban bencana alam, menurut Leo ketimbang mencari atau memilih anak. Memangnya anak itu barang? Ada yang cocok tetapi kurang sreg dengan latar belakangnya. Ada pula yang sreg dengan latar belakangnya tapi tidak cocok dengan fisiknya. Lelah tak cuma menghampiri Leo. Winda pun juga lelah dengan ini semua. Seolah – olah di dunia ini sudah tidak ada anak yang dapat diadopsinya. Padahal baik Leo atau Winda sudah meluangkan banyak waktunya untuk memulai misinya itu.&lt;br /&gt;Atas prakarsa salah seorang teman Winda, akhirnya ditemukan sebuah panti asuhan yang  menurutnya patut dicoba. Tapi Leo sudah putus asa, sengaja Winda datang sendirian ke Desa Sukolilo. Panti Asuhan Sinar Kasih. Sudah tiga kali ini Winda kembali datang ke Panti Asuhan itu. Pada akhirnya memang membuahkan hasil. Ada seorang anak yang membutuhkan orangtua yang siap menafkahinya lahir dan batin.&lt;br /&gt;Cukup lama berbincang dengan Sinta, akhirnya titik terang telah tercapai. Tapi tentu saja Sinta juga mengharapkan kehadiran Leo. Leo tidak ikut karena masih banyak urusan, dalihnya. Tapi tentu saja rasa penasaran selalu membuatnya tidak sabar untuk bertemu dengan puteri pertamanya itu! Anak yang akan diasuhnya. Yang akan hidup bersamanya kelak.&lt;br /&gt;” Ibunya terpuruk dalam keadaan ekonomi yang menyusut. Tidak sanggup membiayai hidup mereka. Jadi bukan karena faktor apa – apa, Bu. Ayah Ibunya menamainya Astari Sugiarto. Bila Ibu hendak mengganti namanya, Ibu punya hak untuk itu. Asal surat adopsinya tetap jelas. Bila Ibu atau Bapak memerlukan identitas orangtuanya, kami dapat memberikannya lengkap seperti yang Ibu minta.” kata Sinta sambil mengantar Winda menuju mobilnya.&lt;br /&gt;” Tentu Bu. Saya memang membutuhkan identitas dan semua tentang anak ini. Kelak bila ia mengetahui kebenarannya, kami akan selalu siap dari sekarang. Terima kasih, Bu. Saya harus undur diri sekarang. Mulai hari ini saya akan merawat anak ini seperti darah daging saya sendiri.” ucap Winda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak itu sekarang sudah menjadi bagian dari keluarga Leo. Umurnya menginjak 2 bulan ketika dibawa pulang oleh Winda dan Leo.&lt;br /&gt;Banyak kalangan dan sanak saudara yang menanyakan keberadaan anak itu. Tak perlu ditutup – tutupi lah, pikir Leo dan Winda. Toh kenyataannya memang begitu. Memang kenapa? Ini bukan aib pula. Kadang orang sirik juga tetap ada, namun tak sedikit pula support dan dukungan untuk mereka. Berbagai ucapan rasa turut berbahagia tak berhenti mengalir dari telepon, rumah, dan kerabat – kerabat di kantor.&lt;br /&gt;Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun pun berlalu begitu cepat rasanya. Semua mereka lalui dengan bahagia. Leo dan Winda tak segan lagi untuk memamerkan anaknya pada semua orang. Mereka sangat bahagia. Bahkan kini Winda lebih banyak di rumah untuk mengurus Shery. Pekerjaanya ia banyak serahkan pada beberapa asistennya di kantor. Dia hanya mau tahu jadi. Tahu beres dan menunggu laporan dari bawahannya. Begitu juga dengan Leo. Waktu bekerjanya dikurangi. Sekarang ia lebih suka pulang sore dan menemui istri serta anaknya daripada mengikuti meeting berjam – jam dengan mitra bisnisnya.&lt;br /&gt;Kini Shery sudah berusia 5 tahun. Perangainya yang lincah, enerjik, dan menggemaskan kerap kali membikin orang yang melihatnya merasa takjub. Matanya yang bulat dan rambut hitamnya yang sebahu sering dikuncir dua oleh Winda, belum lagi poni kudanya yang menambah imut rupanya.&lt;br /&gt;Shery dididik dengan disiplin, tertib, rapi, namun penuh dengan kasih sayang dari kedua orangtuanya. Kedua orangtuanya menginginkn yang terbaik untuknya. Dari segala kebutuhannya mulai dari susu, pakaian, mainan, dan yang penting ialah kesehatannya selalu dipilih yang terbaik. Vaksin dan segala imunisasi tidak pernah terlambat. Tidak kurang satu apapun itu. Berapapun harganya, yang penting Shery selalu sehat dan terpenuhi.&lt;br /&gt;” Shery nanti jam tujuh malam ada ”job”.” kata Papa nya.&lt;br /&gt;” Ya.” jawab Shery, seperti biasa. Memangnya apalagi yang dapat dikatakan anak itu selain mengiyakan pernyataan ayahnya itu?&lt;br /&gt;Malam ini ada “job” menyanyi pada sebuah pesta ulangtahun anak relasi Leo. Shery memang sudah terbiasa dengan pekerjan itu. Sebenarnya Leo dan Winda sedikit enggan bila dikatakan bila Shery menerima beberapa job, seperti sekarang ini. Umur Shery masih belum pantas untuk mencari nafkah. Semua tercukupi. Apa yang masih kurang? Sejak kecil Shery gemar menyanyi. Dari playgroup bakatnya sudah nampak. Gayanya yang lincah dan centil suka bergaya di depan umum dan kamera sangat mengagumkan. Luwes dan menarik. Dari hobi menyanyi itulah akhirnya Winda dan Leo memutuskan untuk memupuk bakat anaknya itu. Menurut mereka, bukankah bakat harus dikembangkan bukan? Tapi akhir – akhir ini bakat – bakat itu disalurkan pada job yang tentunya menghasilkan uang pula. Yap dan Winda tidak peduli dengan uang yang didapatnya. Toh tidak seberapa. Yang penting ia ingin menjadikan Shery anak yang berbakat yah kalau bisa menjadikan seorang bintang cilik yang diakui oleh publik pula. Kadang mereka ingin menunjukkan bahwa anaknya juga bisa seperti anak – anak yang lain. Ia ingin membuktikan bahwa dirinya sanggup. Mampu menjadi orang tua bagi anaknya. Mampu membiayainya. Mampu menghidupinya. Mampu segalanya. Mampu memberikan demokrasi kepada anaknya untuk memilih. Lagipula Shery tidak keberatan. Predikat adopsi sudah ditelan bulat – bulat oleh pasutri ini. Persetan dengan omongan orang! Toh besoknya dia akan mengerti juga. Tentu saja bila dewasa nanti. Alasannya untuk tabungan di masa depan. Akhirnya segala macam kursus, les, latihan hingga sanggar diikutinya tanpa mengenal lelah. Tak jarang Shery mengingkuti banyak lomba dan memenangkannya. Jadi tak perlu heran pula jika piala di rumah sudah puluhan.&lt;br /&gt;Kadang Shery sempat berfikir mengapa anak sekecil aku selalu tak pernah ada istirahatnya? Setelah sekolah ada les. Setelah ada les, ada kursus. Setelah kursus ada job yang harus diselesaikannya. Belum lagi membuat PR dari Bu Guru Renata! Kasihan sekali aku!&lt;br /&gt;Tapi Shery juga bahagia bila ia boleh mengikuti perlombaan – perlombaan itu. Ia senang, ya walau kadang badan terasa lelah, belum lagi rasa kantuk yang tidak bisa ia sembunyikan di sekolah esok harinya, ia masih bisa menikmati pujian dari gurunya dan teman – temannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menginjak umurnya yang ke – 19, Leo dan Winda sepakat menguliahkan Shery di Beijing. China. Kesepakatan itu telah diputuskan lama sebelum Shery remaja.&lt;br /&gt;Saat itu Shery sudah tumbuh menjadi gadis yang manis, supel, ramah, keras kepala namun cerdas. Sungguh menyenangkan! Kritis terhadap semua masalah yang dihadapinya. Tidak sia – sia Shery mengikuti kursus Mandarin waktu kecil. Kemampuan olah bicaranya sungguh mengagumkan. Sungguh anugerah luar biasa. Kadang Winda memikirkan hari depan Shery. Ia ingin anak itu sempurna. Ya, sempurna. Tidak ada kata – kata lain yang harus didapatkan seorang Shery selain sempurna! Siapa tak kenal Shery Hadinata? Gadis manis ini yang akan diberangkatkan ke Beijing siang ini! Ah, rasanya Winda tak ingin melepaskan anaknya begitu saja! Tapi perjanjiannya dengan Leo sudah tidak dapat dielakkan lagi. Ini sudah waktunya. Mereka tak ingin Shery hidup di Indonesia. Tak ingin ketentraman Shery diusik oleh orang usil. Orang yang nantinya mungkin akan memberitahu Shery dan semua tentangnya. Leo tak mau itu terjadi. Lagipula mutu pendidikan hingga pergaulan sudah dipikirkan matang – matang oleh mereka. Tak ketinggalan semua biaya yang akan ditempuhnya ke depan. Oh, itu bukan masalah utamanya! Uang bisa dicari. Tapi Shery? Leo kadang melupakan status anak itu. Tidak pedulikan darimana asal anak itu. Padahal dalam Keluarga Yap yang semua keturunan Tionghua asli tidak mengharapkan adanya pribumi dalam keluarganya. Sulit memang! Maka dari itu, salah satu misi nya ‘’menaruh’’ Shery di Beijing ialah itu. Esoknya, menantu yang diharapkan tentu berasal dari keturunan yang sama. Terpandang, setara, dan yang pasti berasal dari keluarga yang baik – baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Shery, kau tentunya akan melanjutkan kuliah di sana bukan? Mungkin tahun depan Papa dan Mama baru akan menjengukmu. Tidak apa kan Sayang? Kau tahu Papa mu sibuk sekali dengan pekerjaannya. ”&lt;br /&gt;ucap Winda malam itu waktu menyempatkan bertelepon dengan Shery. Kira nya waktu hanya terpaut 1 jam antara Jakarta – Beijing. Itu pula bila Shery yang sangat membutuhkan Winda. Ia sangat rindu pada orangtuanya.&lt;br /&gt;” Iya Ma. Aku sudah mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studiku. Kapan Mama dan Papa ke sini? Aku rindu kalian. Aku juga akan mengenalkan seseorang kepada kalian. Hahaha.. Mama ’kan tentu tahu maksudku! ”&lt;br /&gt;” Wah, Nona manis sudah ada yang punya yah? Kenalkan pada kami waktu kami datang nanti! Janji loh!” jawab Winda dengan nada yang aneh. Senang juga cemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janji itu pun kini terpenuhi saat Winda dan Leo mengunjungi Shery di Beijing. Denny Wicaksono. Alamak! Orang setanah air pula! Yah, kadang memang jodoh tidak lari ke mana, pikir Winda dan Leo saat berkenalan dengan pemuda itu. Melarikan Shery hingga Beijing pun tetap bertemu dengan orang tanah air. Posturnya tinggi tegap. Semampai. Tidak terlalu kurus juga tidak terlalu gemuk. Tidak kekar juga. Tampaknya pemuda yang sangat biasa – biasa saja. Sungguh. Tidak ada yang menarik darinya. Hm, kecuali lesung pipi kanannya dan gingsulnya yang sedikit menambah manis. Rambutnya pun rapi. Modis tapi sopan. Belahan rambut di sebelah kanan. Tidak dijabrik – jabrik. Winda suka itu. Tidak dibuat – buat. Tidak dicat warna – warni begitu. Dan yang pasti tidak bertindik dan tidak bertatto. Bergidik Winda bila membayangkan laki – laki model begitu yang menjadi pacar Sherry. Tidak pakai anting sebelah juga. Tutur katanya mencerminkan seorang berpendidikan tinggi. Bajunya sopan pula. Terdidik dan terpelajar. Ramah. Manis. Kulitnya yang sawo matang malah membuat gayanya semakin cool. Sopan pula kepada Winda dan Leo. Lega kedua orangtua itu melihat seperti apa orang yang sudah setahun menjaga Shery. Tak lupa Leo melihat mata Denny. Oh, sipit rupanya! Kalau begini kan tenang.&lt;br /&gt;” Denny Wicaksono, Oom, Tante. Lulusan Teknik Pangan Universitas Taipei. Sekarang bekerja pada restoran - restoran franchise di Beijing. ” goda Shery sembari mengenalkan Denny pada kedua orangtuanya.&lt;br /&gt;” Apa agamamu? ” tanya Leo tiba – tiba. Leo juga kaget sendiri dengan ucapannya. Tapi ia harus menanyakannya. Harus. Sejak Winda bercerita kalau Shery sudah mempunyai kekasih di Beijing, Leo tidak tenang hati. Pikirannya yang bukan – bukan.&lt;br /&gt;Tanpa sadar pula Shery menyikut tangan Papanya.&lt;br /&gt;Sungguh pertanyaan aneh. Apa – apaan sih? Tiba – tiba sekali dalam pertemuan pertama!&lt;br /&gt;Dasar orangtua!&lt;br /&gt;Tapi Denny dengan sopan menjawab pertanyaan itu yang menurutnya juga sangat mengejutkan,&lt;br /&gt; “Saya Nasrani, Oom. “&lt;br /&gt;Nah! Inilah yang dikhawatirkan Leo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Kau tahu kan Sher, jelasnya di keluarga kita tidak menyukai Nasrani. Terlalu ambisius! Fanatik! “ ungkap Leo ketika mereka sampai di apartemen Shery. Pelan tetapi tegas. Pasti. Kukuh. Denny bukan pribumi tapi Nasrani! Shery makin pusing dengan Papa nya. Tidak ada yang menangapi Leo. Malam itu Beijing terasa amat dingin. Kegundahan Winda juga memuncak, tetapi tidak diperlihatkan. Shery apalagi. Ditelannya rasa bingung itu tanpa bantahan sedikitpun. Ia mengerti. Sangat paham maksud Papanya.&lt;br /&gt;Jadi itu sebabnya makan malam dalam perkenalan itu cepat – cepat diakhiri oleh Leo. Ia tidak ingin anaknya ikut – ikut oleh Denny. Ia takut Sherry melupakan leluhurnya.&lt;br /&gt;Kokoh sekali Yap Leo bersikukuh menolak Denny. Ia sungguh tak mau bermenantukan seorang Nasrani! Ia tak ingin Shery juga terpengaruh ajaran Nasrani. Bagaimana ini? Cinta mereka sudah terlanjur. Sulit rasanya memisahkan cinta itu. Dulu ia juga merasakannya dengan Winda. Persetan dengan tak punya anak. Yang penting ia cinta pada Winda dan sebaliknya.&lt;br /&gt;Bah, siapa peduli leluhur? Shery toh bukan berasal dari leluhurnya? Ia pribumi asli bahkan!&lt;br /&gt;“ Biarkan saja lah Pa. Kau juga hapal sikap keras kepala Shery seperti apa. Anakmu sudah mantap dengan Denny. Dua tahun lagi Denny akan melamarnya. Kau lupa itu? Ia tak buruk – buruk amat. Mereka saling mencintai. Ingat itu Pa. Itu landasan pernikahan kita juga kan? Aku dan kau saling menerima apa adanya. Jangan salahkan Shery. Kita toh tidak pernah saling menyalahkan. Biarkan kita melihatnya bahagia. Bukankah itu keinginan kita? Apapun untuknya bukan? Aku sudah memikirkannya. Janganlah kita melihat orang hanya dari mana dia berasal. Ingat, Shery bukan milik kita . Bukan pula dari rahimku. Bukan pula dari benihmu. Denny dan Shery sudah sanggup saling menerima. Umur mereka sudah cukup untuk saling berbagi. Biarkan Shery tidak pernah tahu. Cukup hanya kita dan Tuhan. ” kata – kata Winda malam itu begitu mengalir dan tak kuasa pula air matanya mengalir di pipinya.&lt;br /&gt;Malam itu Leo akhirnya melepaskan segala kekhawatirannya pada sebuah pelangi di sudut matanya. Ia akhirnya membebaskan anaknya untuk menemukan kebahagian. Sesungguhnya semua kebahagiaan tidak dapat dibeli dengan uang. Percampuran unik dalam keluarga Leo akan segera terlaksana. Tidak bergurau bila dua tahun kemudian Denny dan Shery menemui kedua orang tua Shery untuk melamarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suasana gamang itu pada akhirnya Denny dan Shery akan memohon restu kepada Papa dan Mama nya. Saat ini Leo dan Winda sudah  pasrah dan menerima kenyataannya.&lt;br /&gt;Tak lupa sembari memeluk Papanya, Shery berbisik,&lt;br /&gt;” Pa, kami telah menyepakati...&lt;br /&gt;Bahwa...&lt;br /&gt;Denny akan mengikuti ajaran kita.. Ia akan menerima leluhur kita pula. Restui kami ya, Pa?”&lt;br /&gt;Dan Leo masih tidak tahu harus menjawab apa. Justru akulturasi unik ini menambah rasa kesatuan dalam keluarganya. Leo pun membesarkan hatinya dengan membandingkan dirinya dengan Bangsa Indonesia. Ia sendiri WNA keturunan di Indonesia. Menetap di Indonesia juga. Bangsa Indonesia sendiri bangga akan dirinya sebagai masyarakat. Generasi – generasi penerus yang melanjutkan kemerdekaan Indonesia. Mengapa dirinya tidak bisa menerima Denny sebagai menantunya? Seegoiskah itu dirinya? Leo kecut sendiri memikirkannya. Kini malah Denny yang berkorban demi menggapai cintanya. Cintanya pada keluarga Shery sudah cukup membuktikan.&lt;br /&gt;Yah, kadang cinta memang begitu buta. Filosofi kuno.&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-4686267699017201227?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/4686267699017201227/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=4686267699017201227' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/4686267699017201227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/4686267699017201227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2008/03/filosofi-cinta-begitu-buta-waktu-sudah.html' title=''/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-1052957806676404699</id><published>2008-03-01T22:12:00.001-08:00</published><updated>2008-07-22T21:18:47.311-07:00</updated><title type='text'>Paket dari Hujan</title><content type='html'>Sudah kau lihat?&lt;br /&gt;Aku kirimkan dia untukmu&lt;br /&gt;Khusus untukmu&lt;br /&gt;Bersama sejuta karibku&lt;br /&gt;Sudah waktunya, dia untukmu&lt;br /&gt;Dalam malam ini,&lt;br /&gt;petir dan guruh turut mengantarnya padamu&lt;br /&gt;Jadilah ia untuk menemanimu&lt;br /&gt;Menemani dan bolehlah dia menjadi&lt;br /&gt;seorang pendengar yang baik&lt;br /&gt;Seperti itu kau minta pada – Nya&lt;br /&gt;Bukankah kau sudah menunggunya?&lt;br /&gt;Kirimkan seribu panjat syukurmu&lt;br /&gt;Maka kami selalu tersenyum bersamamu&lt;br /&gt;dan dia yang sudi mengajakmu menikmati aku&lt;br /&gt;Doaku kalian saling melengkapi&lt;br /&gt;Dari aku yang selalu menemanimu waktu sepi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-1052957806676404699?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/1052957806676404699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=1052957806676404699' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/1052957806676404699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/1052957806676404699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2008/03/paket-dari-hujan.html' title='Paket dari Hujan'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-2898373175878542111</id><published>2008-03-01T22:08:00.000-08:00</published><updated>2008-03-01T22:10:04.419-08:00</updated><title type='text'>Lagi</title><content type='html'>Abu – abu itu&lt;br /&gt;Hitam dan putih menyatu&lt;br /&gt;Dalam serpihan angin yang berderu&lt;br /&gt;Mendung juga datang mengharu biru&lt;br /&gt;Kelabu itu kembali datang&lt;br /&gt;Pertanda hujan akan membumi riang&lt;br /&gt;Hanya menunggu sapuan angin berdendang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-2898373175878542111?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/2898373175878542111/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=2898373175878542111' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/2898373175878542111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/2898373175878542111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2008/03/lagi.html' title='Lagi'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-2029633204257351182</id><published>2008-03-01T22:07:00.000-08:00</published><updated>2008-03-01T22:08:03.300-08:00</updated><title type='text'>Gadis Sunter</title><content type='html'>&lt;div align="right"&gt;Sunter Jakarta&lt;br /&gt;Panas menggigit kulit&lt;br /&gt;Ia sedang mengusap keringatnya&lt;br /&gt;Seorang gadis yang sedang kasmaran&lt;br /&gt;Jatuh cinta rupanya&lt;br /&gt;Ah, sedang dimabuk cinta dia&lt;br /&gt;Ketika itu yang dirindukan sedang berfikir&lt;br /&gt;Tetap tidak datang padanya&lt;br /&gt;Sang gadis hanya mengalah&lt;br /&gt;Menyadari kalau itu bukanlah tandingannya&lt;br /&gt;Ia malu&lt;br /&gt;Ia menciutkan hatinya&lt;br /&gt;Ia sadar&lt;br /&gt;Yang dirindukan&lt;br /&gt;Tak kunjung datang&lt;br /&gt;Ia pulang dengan berlinang&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-2029633204257351182?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/2029633204257351182/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=2029633204257351182' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/2029633204257351182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/2029633204257351182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2008/03/gadis-sunter.html' title='Gadis Sunter'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-8134131503219405851</id><published>2008-03-01T22:06:00.000-08:00</published><updated>2008-03-01T22:07:12.833-08:00</updated><title type='text'>Hujan (Lagi)</title><content type='html'>Puisi ini&lt;br /&gt;Aku persembahkan kepada hujan deras&lt;br /&gt;Yang turun malam ini&lt;br /&gt;Sontak gemuruh&lt;br /&gt;Kilat halilintar&lt;br /&gt;Menuntunku pada pujaanku&lt;br /&gt;Oh, mengapa kau muncul pada hujan kali ini?&lt;br /&gt;Sesaat kerapuhan hatiku terlupakan&lt;br /&gt;Tidak, aku harus melupakanmu&lt;br /&gt;Atau aku yang akan terbelit dalam hujan ini lagi&lt;br /&gt;Selamat tinggal basah&lt;br /&gt;Aku yang masih bocah&lt;br /&gt;Tidak mau kena basahAtau terciprat air pandangmu yang menusuk hatiku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-8134131503219405851?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/8134131503219405851/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=8134131503219405851' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/8134131503219405851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/8134131503219405851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2008/03/hujan-lagi.html' title='Hujan (Lagi)'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-1354679399411161520</id><published>2008-03-01T22:05:00.000-08:00</published><updated>2008-03-01T22:06:23.278-08:00</updated><title type='text'>Valentin</title><content type='html'>Memori ini kau yang tinggalkan?&lt;br /&gt;Gugah saja memori kita tentang dahulu&lt;br /&gt;Kembali teringat kembali mengganggu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin erat genggamku&lt;br /&gt;Kau malah pergi tinggalkanku&lt;br /&gt;Valentine kali ini ia menemani&lt;br /&gt;Dalam bayang malam, pekat dan pahit cokelat,&lt;br /&gt;serta legit nya gula&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan tidak absen menungguiku&lt;br /&gt;Kadang aku berharap hujan itu kau&lt;br /&gt;Viva Forever&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-1354679399411161520?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/1354679399411161520/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=1354679399411161520' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/1354679399411161520'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/1354679399411161520'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2008/03/valentin.html' title='Valentin'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-8866964151109872783</id><published>2008-03-01T22:04:00.000-08:00</published><updated>2008-03-01T22:05:40.474-08:00</updated><title type='text'>Sendal Lurik Batik</title><content type='html'>Lantai ini dingin sekali, Mama&lt;br /&gt;Kau tak pakai sendal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sendalku sedang kau pakai anakku&lt;br /&gt;Ah, benar juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sandal lurik batik ini mengingatkan kita pada malam sebelumnya&lt;br /&gt;Waktu itu bahkan kita tak punya sendal untuk menghangatkan&lt;br /&gt;telapak kaki kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah biasa kaki kita tak pakai alas&lt;br /&gt;Tadi pagi  kita membeli sandal dengan motif sama :&lt;br /&gt;lurik batik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sendalmu kau berikan padaku&lt;br /&gt;Sebab barusan sendal baruku digondol anjing tetangga&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-8866964151109872783?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/8866964151109872783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=8866964151109872783' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/8866964151109872783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/8866964151109872783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2008/03/sendal-lurik-batik.html' title='Sendal Lurik Batik'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-4843739064165006922</id><published>2008-03-01T22:03:00.000-08:00</published><updated>2008-03-01T22:04:04.248-08:00</updated><title type='text'>. . .</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;em&gt;Why must difficult to admit “love” whereas it there?&lt;br /&gt;Why must difficult to say “love” whereas it there?&lt;br /&gt;Love, sing u’r hum from your heart&lt;br /&gt;Cos I don’t have read your eyes&lt;br /&gt; &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-4843739064165006922?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/4843739064165006922/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=4843739064165006922' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/4843739064165006922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/4843739064165006922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2008/03/blog-post.html' title='. . .'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-1744599704802679485</id><published>2008-03-01T22:00:00.000-08:00</published><updated>2010-09-28T02:48:43.541-07:00</updated><title type='text'>Sampaikan pada Chairil</title><content type='html'>&lt;div&gt;Bang Chairil&lt;br /&gt;Aku bukan binatang jalang&lt;br /&gt;Seperti yang kau ucap pada Aku&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Aku punya perasan&lt;br /&gt;Aku peka&lt;br /&gt;Aku sedih melihat saudaraku mati&lt;br /&gt;Aku gamang ketika melihat sahabatku terluka&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Aku yang tidak seperti kau&lt;br /&gt;Yang masih ingin hidup seribu tahun lagi&lt;br /&gt;Bang Chairil&lt;br /&gt;Begitukah semangatmu?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Masih meradang&lt;br /&gt;Menerjang&lt;br /&gt;Ah, aku yang tidak seperti kau pada Aku&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-1744599704802679485?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/1744599704802679485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=1744599704802679485' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/1744599704802679485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/1744599704802679485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2008/03/sampaikan-pada-chairil.html' title='Sampaikan pada Chairil'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-5264044384010232358</id><published>2008-03-01T21:58:00.000-08:00</published><updated>2008-03-01T22:00:38.546-08:00</updated><title type='text'>To My Beloved Friends</title><content type='html'>Since 20 days after my birthday going to seventeen&lt;br /&gt;Since 17th-Dec that you exactly 17th years&lt;br /&gt;Since 2 hours that you return to Our Father&lt;br /&gt;Since that&lt;br /&gt;Water was flow from my cheek&lt;br /&gt;For a moment my heart was corrected to stop&lt;br /&gt;Like an electricity current&lt;br /&gt;Then I montionless&lt;br /&gt;Pull my life in the crowded&lt;br /&gt;Up to nowadays,&lt;br /&gt;approximately we already 7th times meet in the dreams&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-5264044384010232358?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/5264044384010232358/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=5264044384010232358' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/5264044384010232358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/5264044384010232358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2008/03/to-my-beloved-friends.html' title='To My Beloved Friends'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2271750872372681630.post-810190731053384231</id><published>2008-03-01T21:55:00.000-08:00</published><updated>2008-03-01T21:57:33.758-08:00</updated><title type='text'>Kembali Bali</title><content type='html'>Ah Kintamani&lt;br /&gt;Cintaku dipucuk serat dinginmu&lt;br /&gt;Tlah kuanyam air mata&lt;br /&gt;Dalam rantaian nadi&lt;br /&gt;Dalam buramnya kabut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanur&lt;br /&gt;Hingga detikku&lt;br /&gt;Cintaku&lt;br /&gt;Tetap tak bergeming&lt;br /&gt;Dari toreh peraduan&lt;br /&gt;Mendekam dalam ketenangan&lt;br /&gt;Karna itulah pelabuhan terakhirmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuta&lt;br /&gt;Desah ombakmu meracu luas&lt;br /&gt;Begitu merayu raga&lt;br /&gt;Kurekam degup jantung yang kencang&lt;br /&gt;Menikam tak mampu akali iman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bali, ah Bali&lt;br /&gt;Mega abritmu di atas Wisnu Kencana&lt;br /&gt;Ribuan cahaya dalam temaram senyap&lt;br /&gt;Empunya sejuta cinta sedang merona&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutinggalkan kau pada Sanur&lt;br /&gt;Pada bekunya Kintamai&lt;br /&gt;Saat surya pulang dari Kuta&lt;br /&gt;Kembali suci&lt;br /&gt;Senyap keramat milik Bali&lt;br /&gt;Tinggalah kau&lt;br /&gt;Ku yang meninggalkan kau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan&lt;br /&gt;Jangan kau ucap cinta lagi&lt;br /&gt;Bila tak memahaminya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan kau kata kasih&lt;br /&gt;Bilanya tak pahami mu&lt;br /&gt;Atau aku semakin tinggalkan kau&lt;br /&gt;Dalam susah&lt;br /&gt;Mencinta dan mengasihi mu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2271750872372681630-810190731053384231?l=punicakep.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://punicakep.blogspot.com/feeds/810190731053384231/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2271750872372681630&amp;postID=810190731053384231' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/810190731053384231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2271750872372681630/posts/default/810190731053384231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://punicakep.blogspot.com/2008/03/kembali-bali.html' title='Kembali Bali'/><author><name>Silvani Andalita</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00392807555117035003</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_W2peN1VXCCg/S2aqKdWPK6I/AAAAAAAAADo/hDOnT12SFHc/S220/Foto002+(2).jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
